Kapan Awal Ramadan? Tunggu Sidang Isbat Kemenag 5 Mei Mendatang

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kementerian Agama (Kemenag) akan mengadakan sidang isbat penetapan 1 Ramadan 1440 Hijriah pada 5 Mei mendatang. Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag, Muhammadiyah Amin berharap masyarakat menunggu keputusan pemerintah terkait penetapan awal puasa. 

Ia mengatakan, seperti biasanya, penetapan awal puasa, Lebaran, dan Idul Adha diputuskan melalui sidang isbat. Dia tidak mempersoalkan keputusan PP Muhammadiyah yang sudah menetapkan awal puasa jatuh pada 6 Mei.

“Semoga (hasilnya-red) bisa sama dengan yang telah diumumkan PP Muhammadiyah,” katanya dilansir Jawapos.com, Sabtu (20/4/2019).

Amin menjelaskan, jika saat sidang isbat nanti hilal bisa dilihat, maka awal Ramadan jatuh pada 6 Mei. Dengan demikian, 5 Mei malam umat Islam sudah mulai melaksanakan salat Tarawih. Sebaliknya, jika pada 5 Mei hilal tidak tampak maka 1 Ramadan jatuh pada 7 Mei.

Meski belum ada keputusan, hampir bisa dipastikan saat digelar sidang isbat nanti hilal akan wujud atau terlihat. Sebab, merujuk pada hisab atau perhitungan Muhammadiyah, tinggi hilal pada 5 Mei nanti mencapai 5 derajat di atas ufuk. Itu cukup mudah untuk diamati para perukyat.

“Mari mempersiapkan diri dalam menyambut bulan suci Ramadan,” katanya.

Dia menegaskan, Kemenag mengadakan sidang isbat sebagai upaya menjalankan Fatwa MUI No 2 Tahun 2004. Fatwa tersebut menyatakan bahwa penetapan kalender Hijriah yang terkait dengan ibadah harus dengan isbat. Termasuk penetapan 1 Ramadan.

Amin juga mengatakan, Ramadan tahun ini menjadi momentum merajut kebersamaan umat Islam di Indonesia.

“Yang boleh jadi menjelang pesta rakyat pileg dan pilpres kita ada perbedaan,” tuturnya.

Dia berharap umat Islam bisa menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk dan dipenuhi rasa toleransi.

Sumber: Jawapos.com

Surat Terbuka Lieus Sungkharisma Untuk Jokowi

SOLO (Jurnalislam.com) – Aktivis sosial kemasyarakatan asal Solo, Lieus Sungkharisma menyampaikan surat terbuka kepada Presiden sekaligus Capres 01, Ir. H. Joko Widodo (Jokowi).

Surat terbuka ini terkait pemilihan presiden (Pilpres) 2019 yang masih menyisakan polemik terkait perhitungan suara, dan saling klaim kemenangan. 

Berikut surat terbuka Lieus Sungkharisma kepada Presiden Jokowi:

Bapak Presiden Jokowi yang terhormat, Tiga hari sudah Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019 berlalu sejak hari pencoblosan pada Rabu (17/4) berakhir. Namun bukannya mendingin, tensi kehidupan sosial politik di masyarakat justru semakin memanas. Berbagai rumors dan isu beredar simpang siur tanpa kendali.

Di media sosial ujaran-ujaran saling ejek dan caci-maki terjadi hampir tanpa henti. Semua ini bermula oleh adanya perbedaan perhitungan suara berdasarkan quick count dari enam lembaga survey yang ternyata tidak kredibel, dengan real count yang dilakukan sendiri oleh partai-partai politik pendukung Capres/Cawapres.

Situasi semakin memanas karena ternyata terjadi kesalahan dalam entry data di server KPU (Komisi Pemilihan Umum). Meski diakui KPU itu sebagai akibat human error, namun kesalahan itu terlanjur menuai dugaan adanya kesengajaan di kalangan oknum KPU untuk melakukan kecurangan. Apalagi kesalahan di server KPU yang katanya akibat human error itu, terlihat sangat menyolok mata bersebab data yang masuk terus bertambah untuk pasangan Capres 01 sedangkan untuk pasangan Capres 02 stagnan.

Bapak Presiden yang terhormat,
Jika tidak segera diatasi, situasi panas ini akan terus terjadi hingga pengumuman KPU pada bulan Mei nanti. Apalagi jika para komisioner KPU tidak segera mengambil tindakan tegas terhadap oknum-oknum di KPU yang sengaja maupun tidak, melakukan kesalahan meng-entry data tersebut. Bukan mustahil keadaan akan semakin parah karena masyarakat terlanjur tidak percaya pada data-data yang disuguhkan KPU. Apalagi jika ternyata data-data KPU itu berbeda dengan data-data real count yang dilakukan oleh sejumlah lembaga independen seperti ITB, IPB, Roemah Djoeang dan bahkan oleh BPN Capres 02.

Beruntunglah Moeldoko, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Capres 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin, dua hari setelah pencoblosan menyatakan kepada pers bahwa kubu paslon 01 akan legowo terhadap apapun hasil penghitungan KPU nanti.

KPU, kata Moedoko, bukan milik pemerintah maupun milik pasangan Capres dan Cawapres petahana. “Untuk itu, apapun hasil perhitungan KPU, pihaknya akan terima,” kata Moeldoko, Jum’at (19/4/2019). Dengan tegas mantan Panglima TNI itu mengatakan,  pasangan Jokowi-Maruf akan menerima jika hasil hitungan KPU menyatakan pasangan 01 kalah dari pasangan Prabowo-Sandi.

Bapak Presiden,
Bagi kita, pernyataan Bapak Moeldoko itu tentu saja menjadi setawar sedingin dan agak mendinginkan suasana. Apalagi kita semua tau bahwa penghitungan cepat (quick count) enam lembaga survey itu oleh sejumlah ahli nyata-nyata dikatakan manipulatif, tidak kredibel dan tidak bisa dijadikan patokan bersebab banyaknya dugaan ketidaknetralan dan kecurangan dalam pelaksanaannya. Sebagai akibatnya, sejumlah kalangan bahkan mengadukan ke enam lembaga survey itu ke Bareskrim Polri.

Bapak Presiden,
Kita tau sampel data yang disodorkan lembaga-lembaga survey itu tidak ada satupun yang mewakili setengah dari keseluruhan wilayah Indonesia yang menyelenggarakan Pemilu dan Pilpres pada Rabu 17 April 2019. Itulah sebabnya, ketika hasil quick count menyatakan kemenangan paslon 01, tidak seorang dari rakyat, termasuk partai-partai pendukung paslon 01 yang bersukacita menyambutnya.    

Mengapa hal itu terjadi? Sebab hasil quick count itu tak memenuhi unsur sebagaimana yang disyaratkan oleh UUD 1945 Pasal 6A Ayat 3 yang antara lain berbunyi:  “Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden dinyatakan menang dan bisa dilantik bila mendapatkan suara lebih dari limapuluh persen dari jumlah suara dalam pemilihan umum dengan sedikitnya duapuluh persen suara provinsi yang tersebar di lebih dari setengah jumlah provinsi di Indonesia.”

Artinya, hasil quick count enam lembaga survei itu sama sekali tidak menggambarkan perolehan suara paslon 01 lebih dari 50% suara di setengah jumlah propinsi (17 Provinsi) dan tidak menunjukkan di 17 Provinsi lainnya suara paslon yang kalah minimal 20%. Jadi, meskipun paslon 01 katakanlah menang mutlak 100% di pulau Jawa, namun kalah di luar Jawa (yang berarti menang lebih dari 50% suara) hal itu tidak otomatis memenangkan pilpres di Indonesia!

Bapak Jokowi yang baik,
Maka, berdasarkan pernyataan Bapak Moeldoko di atas, dan ketentuan perundang-undangan sebagaimana yang diamanatkan oleh ayat 3 Pasal 6A UUD 1945, saya berharap Bapak pun legowo dengan apapun hasil Pilpres yang nantinya akan dirilis oleh KPU. Tentunya jiwa besar dan sikap kenegarawanan itu patut bapak tunjukkan kepada rakyat demi kepentingan yang lebih besar, yakni persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia yang sama-sama kita cintai.

Saya berharap, apapun hasil dari Pemilu dan Pilpres kali ini, persatuan Indonesia haruslah berada di atas segala-galanya. Inilah saatnya kita semua, para elit bangsa menunjukkan pada rakyat betapa kita adalah orang-orang berjiwa besar yang ikhlas dan tulus membangun bangsa. Orang-orang ikhlas yang tidak mementingkan diri sendiri dan kelompok. Saatnya kini kita saling bergandengan tangan kembali. Bersatu padu membangun Indonesia masa depan yang berkemajuan dan sejahtera untuk semua.

Bapak Jokowi, demikian surat terbuka ini saya buat. Terima kasih jika Bapak berkenan membacanya.

Sumber: RMOL.CO

Anwar Abbas: Pilihlah Pemimpin Sidik, Amanah, Fathonah, dan Tabligh

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia yang memiliki hak pilih untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan memilih calon pemimpin yang baik.

“Pilihlah calon pemimpin yang memiliki sifat sidik (selalu bersikap dan berkata benar, amanah (bisa dipercaya), fathonah (memiliki kecerdasan tinggi) dan tabligh (mampu membangun komunikasi dengan berbagai pihak,” katanya saat dihubungi Jurnalislam.com, Selasa (16/4/2019).

Dia pun berpesan kepada KPU dan Bawaslu untuk melaksanakan tugasnya dengan baik.

“Berharap KPU dan Bawaslu benar-benar menjalankan tugas dengan jujur, adil serta profesional,” ujarnya.

Selain itu, Dia ingin semua pihak harus ikut mendukung dan berkontribusi bagi tegaknya pemilu yang terlaksana secara langsung, umum, bebas dan rahasia.

“Pemilu yang berjalan jujur dan adil akan menciptakan kedamaian karena masyarakat akan menerima hasil pemilu ini dengan legowo dan suka cita,” tuturnya.

Muhammadiyah: Jauhi Politik Uang dan Segala Transaksi Terlarang

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menyerukan warga negara yang sudah mempunyai hak pilih untuk menjauhi praktik politik uang. Sebab, tindakan seperti ini, dilarang oleh agama.

“Jauhi politik uang dan segala transaksi yang dilarang oleh agama, moralitas, dan hukum yang berlaku,” katanya dalam  jumpa pers tentang Pemilihan Umum 2019 di gedung Muhammadiyah, Kawasan Menteng, Jakarta, Senin (15/4/2019).

Dia pun mengimbau, warga yang punya hak pilih untuk menggunakan hak politiknya dengan penuh tanggung jawab, cerdas, menjaga persatuan, menjunjung tinggi moralitas, toleransi dan kesantunan.

Hendaknya, lanjut Haedar, semua warga negara dan para pihak baik dalam masa pemilihan maupun sesudahnya, bersama-sama menciptakan ketertiban dan kedamaian.

“Menjauhi segala bentuk pernyataan dan sikap yang menumbuhkan kebencian, hasutan, pertikaian, kegaduhan, dan tindakan yang merugikan kehidupan berbangsa dan bernegara,” serunya.

Dijelaskan Haedar, Pemilu ini niscaya diwujudkan sebagai proses demokrasi yang paling memungkinkan untuk terpilihnya pemimpin dan kepemimpinan eksekutif dan legislatif yang terbaik dan obyektif bagi seluruh masyarakat. 

Karenanya, kepada semua pihak agar dapat menerima hasil-hasil Pemilu dengan sabar, sadar, dan jiwa besar, tenggang rasa, saling menghormati, serta dengan senantiasa bertawakal kepada  Tuhan Yang Maha Esa.

“Bahwa, mereka yang terpilih adalah kader-kader bangsa yang terbaik,” ujarnya. 

Kemudian, kepada yang memperoleh mandat rakyat nanti hendaknya bersikap rendah hati, menjauhi euforia dan keangkuhan, serta menjadikan kepercayaan rakyat itu sebagai amanat dan tanggungjawab yang tinggi untuk kemajuan bangsa dan negara. 

“Bagi yang belum memperoleh mandat rakyat terimalah dengan lapang hati dan jiwa kenegarwanan yang tinggi,” terangnya.

5 Permainan Tradisional yang Bisa Dicoba Saat Liburan Keluarga

Aktivitas liburan bersama keluarga bisa kamu buat lebih seru dengan mencoba permainan tradisional Indonesia dengan mengajak seluruh anggota keluarga

Liburan bersama keluarga adalah agenda paling menyenangkan yang selalu dinanti-nanti. Saat liburan bersama, aktivitas apa yang paling kamu lakukan? Pernahkah kamu mencoba untuk nostalgia permainan tradisional saat liburan? Belakangan, permainan tradisional semakin jarang ditemukan dan malah mulai dilupakan.

Sambil liburan, kamu bisa mencoba permainan tradisional dengan keluarga. Jika sudah penat dengan hiruk pikuk tempat tinggalmu, pesan saja tiket pesawat untuk perjalanan domestik yang menyenangkan. Beli saja tiket Sriwijaya lebih murah di Traveloka untuk bertemu dengan semua sanak saudara kamu. Nah, ini dia permainan tradisional yang bisa kamu coba saat liburan bersama keluarga.

  1. Gobak Sodor

Permainan ini bisa dimainkan dengan jumlah minimal peserta sebanyak dua orang. Namun, lebih banyak peserta akan membuat sesi permainan jadi lebih seru dan menyenangkan. Di Jawa Barat, permainan ini juga dikenal dengan nama bebentengan. Setiap kelompok berdiri berhadapan untuk menjaga ‘benteng’ masing-masing. Setelah itu, kamu harus berlarian untuk dapat saling mengejar ke arah benteng lawan.

  1. Engklek

Permainan ini sangat unik dan mudah disukai oleh semua orang. Belum lagi, jika kamu mengajak anak-anak kecil bermain. Mereka bisa bergerak aktif mengikuti kotak-kotak yang digambar pada permukaan tanah atau aspal. Biasanya, kotak-kotak untuk bermain engklek digambar menggunakan kapur. Namun, kamu juga bisa mengakalinya dengan membentuk kotak-kotak dari tali. Tidak ada alasan untuk menunda kamu dan keluarga untuk bermain bergantian.

  1. Ular Naga Panjang

Permainan Ular Naga Panjang ini sangat mudah dilakukan di mana saja dan kapan saja. Untuk bermain, kamu harus menentukan dua orang untuk menjadi penjaga, lalu sisanya bisa berjalan melewati penjaga sambil bernyanyi bersama. Nyanyian Ular Naga Panjang ini membuat permainan jadi semakin seru karena iramanya bisa diubah sesuka hati para pemain. Saat lagu selesai, penjaga harus menangkap satu orang untuk keluar dari barisan.

  1. Lompat Tali

Nah, permainan satu ini membutuhkan sedikit dukungan alat agar kamu bisa bermain dengan keluarga. Tidak hanya seru, permainan ini juga melatih ketangkasan kamu untuk melompat pada waktu yang tepat. Keunikan permainan ini justru terletak juga pada pembuatan talinya. Iya, tali yang digunakan untuk lompat bisa kamu buat dari karet yang ujungnya diikat dan dikaitkan menjadi sebuah untaian panjang.

  1. Petak Umpet

Permainan satu ini mungkin paling populer dan tidak asing untuk seluruh anggota keluarga. Meski permainan ini dikenal juga di seluruh dunia, ternyata petak umpet adalah permainan tradisional Indonesia. Petak umpet disukai banyak orang karena mudah dan praktis untuk dimainkan kapan saja, asalkan ada lokasi untuk bersembunyi.

Tantangan untuk penjaga yang harus mencari pemain lain yang sembunyi adalah waktu. Biasanya, agar pencarian pemain tidak berlangsung terlalu lama, permainan ini akan dimodifikasi dengan pembatasan waktu tertentu. Jadi, kalau tidak berhasil menemukan semua peserta, penjaga harus kembali berjaga lagi.

Kamu tinggal menyesuaikan permainan yang sekiranya cocok untuk dimainkan bersama anggota keluargamu. Semua permainan tradisional ini harus dilakukan di luar ruangan sehingga suasana hangat akan lebih ramai dan menyenangkan.

 

Eropa Didesak Menolak Seluruh Rencana Trump di Timur Tengah yang Merugikan Palestina

LONDON (Jurnalislam.com) – Mantan politisi kelas atas Eropa mengecam Presiden AS Donald Trum atas kebijakan satu sisi Israel-Palestina dan menyerukan Eropa untuk menolak apapun rencana perdamaian AS soal Timur Tengah kecuali itu adil bagi Palestina.

Pernyataan itu disampaikan melalui surat yang dikirim ke ke Guardian, Uni Eropa dan Eropa, dan ditandatangani oleh 25 mantan menteri luar negeri, enam mantan perdana menteri, dan dua mantan sekretaris jenderal NATO.

“Sudah saatnya bagi Eropa untuk berpegang pada parameter utama kami untuk perdamaian di Israel-Palestina,” kata surat itu, menyoal solusi dua negara di mana Israel dan negara-negara Palestina hidup berdampingan.

Eropa, katanya, harus menolak rencana apa pun yang tidak menciptakan negara Palestina bersama Israel dengan Yerusalem sebagai ibu kota bagi kedua negara.

“Sayangnya, pemerintahan AS saat ini telah menyimpang dari kebijakan AS yang sudah lama,” katanya, mengkritik pengakuan Donald Trump 2017 tentang “hanya klaim satu pihak ke Yerusalem”.

Washington juga telah “menunjukkan ketidakpedulian yang mengganggu terhadap ekspansi permukiman Israel” di Tepi Barat yang diduduki dan memotong ratusan juta dolar dana bantuan kepada Palestina. Sebuah langkah yang menurut surat itu adalah “berjudi dengan keamanan dan stabilitas berbagai negara yang terletak di depan pintu Eropa. ”

Sejak menjabat, dan di tengah pujian dari pemerintah Israel, Trump telah mengambil langkah-langkah yang dipandang sebagai hukuman terhadap Palestina dan yang juga menghambat kelangsungan negara Palestina.

Presiden AS telah berjanji untuk mengungkap “kesepakatan akhir” yang masih rahasia untuk Israel dan Palestina, meskipun pemimpin Palestina sebelumnya menolaknya sebagai bias, dan pemimpin Israel, Benjamin Netanyahu, secara kategoris mengesampingkan negara Palestina.

Tim AS yang bertugas menyusun rencana tersebut termasuk menantu Trump, Jared Kushner, dan duta besar AS untuk Israel, David Friedman, seorang pengacara bankir yang sangat vokal dalam dukungannya untuk permukiman Yahudi di wilayah Palestina.

Friedman mengatakan kepada kelompok lobi pro-Israel Komite Urusan Publik Israel Amerika di Washington bulan lalu bahwa Trump adalah “sekutu terbesar Israel yang pernah tinggal di Gedung Putih” dan sekarang adalah waktu untuk mendorong melalui sebuah rencana karena pemerintahannya memahami Israel seharusnya memiliki kontrol militer permanen atas wilayah Palestina.

Pekan lalu, Netanyahu memenangkan pemilihan Israel dan diperkirakan akan mendapatkan masa jabatan kelima dengan membentuk pemerintah koalisi dari partai-partai sayap kanan dan pro-pemukim.

Beberapa hari sebelum jajak pendapat, Netanyahu mengatakan bahwa, jika ia menang, ia berencana untuk mencaplok permukiman di Tepi Barat yang diduduki. Sebuah langkah yang dilihat rakyat Palestina sebagai akhir dari harapan mereka untuk negara karena tidak akan ada tanah yang tak terputus di mana untuk membangunnya.

Ditanya dalam sebuah wawancara dengan situs web Berita Nasional Israel untuk mengetahui apakah “teman-temannya” di Gedung Putih mengetahui tentang rencana tersebut, Netanyahu menjawab: “Tentu.”

Dia mengatakan: “Tiga hal yang saya katakan kepada mereka: pertama, saya tidak mencabut orang Yahudi [dari Tepi Barat]; komunitas mana pun. Tidak akan ada pemukim atau pemukiman yang akan robek. Poin kedua adalah kita tidak akan membagi Yerusalem. Poin ketiga adalah, kita akan terus mengendalikan seluruh wilayah barat Sungai [Jordan], “katanya mengacu pada Tepi Barat yang diduduki.

Ditanya tentang rencana aneksasi Netanyahu, sekretaris negara Trump, Mike Pompeo, mengatakan mereka tidak akan merusak rencana perdamaian yang tidak diungkapkan, mengisyaratkan proposal AS tidak membayangkan negara Palestina.

“Saya pikir bahwa visi yang akan kami paparkan akan mewakili perubahan signifikan dari model yang telah digunakan,” kata Pompeo, yang sebelumnya menyatakan ia percaya, sebagai seorang Kristen, ada kemungkinan Tuhan membuat presiden Trump menyelamatkan. orang-orang Yahudi.

Surat oleh mantan pejabat Eropa itu mengatakan Eropa harus “waspada dan bertindak secara strategis” ketika Trump mempresentasikan rencana baru itu. Itu dikirim pada hari Minggu ke Federica Mogherini, perwakilan tinggi Uni Eropa untuk urusan luar negeri, dan melayani menteri luar negeri Eropa.

Para penandatangannya termasuk Jean Marc Ayrault, Carl Bildt, Włodzimierz Cimoszewicz, Massimo D’Alema, Guy Verhofstadt, dan Dacian Cioloș, masing-masing mantan perdana menteri Perancis, Swedia, Polandia, Italia, Belgia dan Rumania.

Mantan sekretaris jenderal NATO Willy Claes dan Javier Solana, dan mantan presiden Irlandia Mary Robinson juga menandatangani. Dua mantan menteri luar negeri Inggris, David Miliband dan Jack Straw, juga menambahkan nama mereka.

“[Kami] yakin bahwa rencana yang mengurangi status kenegaraan Palestina menjadi entitas tanpa kedaulatan, kedekatan wilayah, dan kelayakan ekonomi akan sangat menambah kegagalan upaya upaya perdamaian sebelumnya, mempercepat matinya opsi dua negara dan secara fatal merusak penyebab perdamaian yang tahan lama untuk Palestina dan Israel, ”katanya.

Jika itu tidak mungkin, surat itu berkata, “Eropa harus mengejar tindakannya sendiri”.

Sumber: The Guardian

Petarung Palestina, Belal Muhammad Menang di UFC 236

ATLANTA (Jurnalislam.com) – Petarung Amerika keturunan Palestina, Belal Muhammad berhasil mengalahkan lawannya Curtis Millender pada Ultimate Fighting Championship (UFC) 236 tadi malam, Ahad (14/4/2019).

Ini adalah pertarungan keenam yang dimenangkannya dari tujuh pertandingan yang dia lakoni. Belal hanya kalah satu kali dari Geoff Neal pada UFC Fight Night 143 Januari lalu.

“Ini adalah pertarunganku. Saya belajar dari kekalahan terakhir saya, dimana saya menjadi lebih ganas dan cepat,” katanya dalam wawancara usai pertandingan.

“Hari ini, rencananya adalah untuk tetap dingin, tenang, dan kolektif dan mengimplentasikan strategi pertarungan saya yang akan mengepungnya. Saya harus menjaga jarak, dia telah memberikan usaha terbaiknya dalam jarak, jadi saya harus membuatnya tidak nyaman dan mengerumuninya,” lanjut Belal.

Setelah kemenangan unanimous decision tersebut, Belal menantang petarung Amerika lainnya Niko Price. Dia ingin melawan Niko pada bulan Juli mendatang.

“Saya berharap bisa bertarung melawan Niko Price pada bulan Juli. Dia selalu turun untuk bertarung seperti saya, jadi mari bertarung,” tegasnya.

Belal adalah petarung kelas Welter dan ia bangga menjadi keturunan Palestina. Belal juga ingin meningkatkan kesadaran dunai tentang perjuangan rakyat Palestina.

“Ketika saya bertarung dalam pertarungan besar, saya akan membawa bendera saya dengan bangga,” pungkasnya.

Berkurangnya Kekuatan Musuh Adalah Pertolongan Allah Bagi Kaum Muslimin

Allah Azza Wa Jalla Berfirman :

غُلِبَتِ الرُّومُ فِي أَدْنَى الْأَرْضِ وَهُمْ مِنْ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ
فِي بِضْعِ سِنِينَ ۗلِلَّهِ الْأَمْرُ مِنْ قَبْلُ وَمِنْ بَعْدُ ۚوَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ
بِنَصْرِ الَّهِ ۚيَنْصُرُ مَنْ يَشَاءُ ۖوَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

Bangsa Romawi telah dikalahkan di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang. Dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman. Karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang” (QS Ar Ruum 2-5)

Disebutkan dalam surah Ar Ruum 2 – 5 di atas bagaimana kaum muslimin bergembira dengan kekalahan Persia atas Romawi padahal mereka sama-sama kafir, sama-sama memusuhi Islam. Dan Allah Menyebut kekalahan Persia itu sebagai Nashr (pertolongan/kemenangan) bagi orang-orang mukmin. Lalu apa kaitannya dengan Islam?

Berkurangnya musuh atau berkurangnya kekuatan musuh adalah pertolongan Allah bagi kaum muslimin. Apalagi kalau musuh sudah saling berselisih. Bukannya malah kita membuat mereka bersatu untuk memusuhi kita!

Para ulama menyebutkan bahwa Romawi lebih dekat kepada Islam karena dasar agama mereka adalah agama samawi meskipun sudah mengalami perubahan. Terbukti bahwa Kaisar Heraclius sebenarnya sudah mau beriman kepada Rasulullah Shollallohu alaihi wasallam ketika mendapatkan keterangan dari Abu Sufyan yang saat itu masih kafir tentang pribadi Rasulullah shollallohu alaihi wasallam sebagaimana disebutkan di dalam Bibel, namun dilarang oleh para menterinya dan diancam akan dibunuh.

Kisah ini disebutkan dalam shahih Bukhari, bahkan Heraclius mengatakan : “Seandainya ia ada di depanku, pasti akan aku basuh kakinya”.

Sedangkan Persia, mereka terkenal sangat kejam dan anti Islam, terbukti bagaimana Kaisar Persia merobek surat dari Rasulullah shollallohu alaihi wasallam.

Dari surah Ar Ruum ini kita ambil pelajaran, bahwa dalam pertarungan antara kekufuran pun kita diperintahkan untuk meminta kepada Allah agar hasil akhirnya adalah yang menguntungkan Islam dan kaum muslimin. Sedangkan dalam pertarungan di 17 April 2019 nanti adalah pertarungan antara haq dan bathil, meskipun dalam kancah demokrasi yang merupakan sistem kufur. Al haq yang saya maksud di sini adalah keinginan umat Islam untuk diatur dengan syariat Islam dan dipimpin oleh seorang mukmin. Memang harus kita akui bahwa sarana yang dipergunakan adalah sesuatu yang hukum asalnya adalah haram. Namun harus kita sadari bahwa para ulama pun berbeda ijtihad menngeenai hal ini. Pertarungan ini pun mau tidak mau, suka atau tidak suka akan melibatkan ratusan juta umat Islam.

Maka sudah semestinya siapa saja yang tidak sependapat tentang bolehnya menjadikan parlemen sebagai washilah perjuangan pun ikut berdoa semoga Allah memberikan kepada umat Islam Indonesia seorang pemimpin yang lebih mencintai kaum muslimin Indonesia. Walaupun kita tidak harus ikut serta dalam proses Pilpres tersebut karena perbedaan pilihan ijtihad, tapi setidaknya mengarahkan kaum muslimin lainnya yang memiliki ijtihad berbeda dengan kita, utamanya lagi kaum muslimin yang sangat awam dan rawan dimanfaatkan untuk memusuhi Islam agar jangan sampai salah memilih.

Perbedaan pandangan jangan sampai melemahkan perjuangan umat Islam. Ada saatnya kita saling nasehat menasehati dan saling mengingatkan, ada kalanya kita saling menghormati dan menguatkan.

Wallohu A’lam bish showab.

Diasuh oleh: Ustaz Abu Izzudin Al-Hazimi

Dalam Sehari, Penjajah Israel Tangkap 19 Warga Palestina di Tepi Barat

RAMALLAH (Jurnalislam.com) – Tentara penajah Israel telah menangkap 19 warga Palestina pada hari Kamis di berbagai lokasi di Tepi Barat yang diduduki selama serangan besar-besaran.

Juru bicara tentara penjajah Israel mengklaim bahwa tentara Israel menangkap 19 warga Palestina dan menyita senjata di Tepi Barat.

Pasukan Israel melancarkan kampanye penggerebekan malam setiap hari di berbagai wilayah Tepi Barat yang diduduki. Mereka menargetkan rumah dan bangunan perumahan secara acak.

Pendiri Gerakan BDS, Omar Barghouti Ditolak Masuk AS

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Organisasi advokasi Islam di Washington, Arab America Institute (AAI) mengabarkan bahwa Amerika telah melarang kedatangan pendiri gerakan Boycott, Divestment, and Sanction (BDS), Omar Barghouti.

AAI sebagai koordinator kedatangan Omar mengatakan, aktivis Palestina itu dilarang terbang New York pada hari Rabu (10/4/2019) dan ditahan di Bandara Gurion Israel.

“Barghouti adalah salah satu pendiri BDS, dia memiliki visa AS yang valud serta dokumen perjalanan yang benar,” kata Presiden AAI, James Zogby dilansir Anadolu Agency, Kamis (11/4/2019).

“Omar Barghouti memimpin suara rakyat Palestina dalam Hak Asasi Manusia. Penolakan Omar masuk ke AS adalah contoh terbaru dari pengabaian administrasi Trump atas hak-hak itu,” sambung dia.

Barghouti sendiri merilis pernyataan yang diposting di akun medis sosialnya. Ia mengatakan, penolakan tersebut adalah bagian dari pendindasan Israel terhadap rakyat Palestina.

“Larangan masuk AS kepada saya, yang termotivasi secara ideologis dan politis adalah bagian dari meningkatnya penindasan Israel terhadap pembela hak-hak rakyat Palestina, warga Israel, dan dunia internasional dalam gerakan BDS untuk kebebasan, keadilan, dan kesetaraan,” kata Barghouti yang diposting di akun twitter BDS.

“Pendukung apartheid Israel di AS berusaha mati-matian untuk menolak anggota parlemen AS, media, audiensi di universitas, toko buku dan sinagog, hak-hak mereka untuk mendengarkan secara langsung kepada soerang pembela HAM Palestina yang menyeru untuk mengakhiri keterlibatan AS di Israel dan kejahatannya terhadap rakyat kita,” tambahnya.

“Tapi semua pembicaraan saya akan terus berlanjut dengan saya berbicara secara online.”

Larangan masuknya Barghouti terjadi ketika Partai Republik di DPR mendorong sebuah petisi untuk memaksa Senat memberikan suara pada sebuah RUU yang akan memungkinkan pemerintah negara bagian dan koat untuk menghukum entitas yang ingin memboykot, melepaskan atau sanksi negara Israel.

Sebanyak 26 negara bagian di AS telah memberlakukan tindakan anti-BDS

BDS

Gerakan BDS dibentuk pada tahun 2005 oleh 170 rakyat sipil Palestina dan kelompok-kelompok HAM yang menyerukan memboykot perusahaan-perusahaan Israel yang terlibat dalam pelanggaran HAM di Palestina, serta untuk menarik divestasi mereka di perusahaan-perusahaan itu sebagai bentuk tekanan tanpa kekerasan terhadap Israel.

Gerakan ini juga menyerukan kampanye sanksi untuk menekan pemerintah memenuhi kewajiban hukum mereka untuk meminta pertanggujawaban Israel.

Sebagaimana dilansir dari situs resminya, gerakan ini bekerja untuk mengakhiri dukungan internasional bagi penindasan Israel terhadap Palestina dan menekan Israel untuk mematuhi hukum internasional.

Sumber: MiddleEastMonitor