Penulis: Ally Muhammad Abduh
Mengintip Warung Nasi Ampera, Usaha Wakaf yang Dikelola Wakafpro Sinergi Foundation
BANDUNG (Jurnalislam.com) – Selama ini, wakaf mungkin hanya dikenal dan diperuntukkan untuk masjid, sekolah hingga sarana ibadah lainnya. Seiring perjalanan waktu, muncul kembali konsep wakaf produktif yang sebenarnya sudah dijalankan sejak zaman Rasulullah.
Wakafpro Sinergi Foundation telah mengembangkan beberapa usaha wakaf seperti gedung perkantoran, bisnis feysen, hingga rumah makan Warung Nasi Ampera di Bandung.
Adalah Warung Nasi Ampera, yang menjadi salah satu concern Wakafpro Sinergi Foundation yang melalui kiprah fenomenalnya sejak 2009, berikhtiar membumikan paradigma ‘baru’ tentang dunia wakaf.
“Secara fikih, wakaf itu memang harus berkembang. Namun demikian, wakaf produktif masih menjadi barang baru bagi masyarakat. Maka tatkala digulirkan, masih perlu edukasi, bahwa ternyata wakaf dalam bentuk uang itu bisa. Dan wakafnya itu sendiri bisa diproduktifkan dalam pelbagai bidang, salah satunya di bidang bisnis kuliner,” kata deputi CEO Wakafpro Sinergi Foundation, Asep Irawan.
Maka, sejak hampir dua tahun berdirinya aset wakaf ini, tepatnya di awal 2016, Asep menyebut capaian yang diraih sangat positif. Terhitung, setiap bulannya, Warung Nasi Ampera mencapai rata-rata omzet sebesar 500-600 juta rupiah perbulan, atau 20 juta setiap harinya.
Keuntungan dari wakaf produktif ini, katanya, akan disalurkan pada mauquf alaih. Lain hal dengan zakat yang aturan mustahik dan besaran zakatnya jelas, aturan dalam wakaf jauh lebih luwes dan fleksibel. Hanya tentu, katanya, penerima manfaat akan tetap didominasi oleh kaum pinggiran.
“Hasil usaha wakaf digunakan untuk membiayai program sosial seperti layanan kesehatan ibu gratis di Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC), Taman Wakaf Firdaus Memorial Park, hingga program pendidikan seperti Kuttab Al Fatih gratis di Cileunyi,” pungkasnya.
Asep menegaskan, Wakafpro Sinergi Foundation tak berhenti sampai di sana. Ikhtiar menuntaskan agenda-agenda umat itu semakin teguh digiatkan. Sinergi Foundation siap kembali menggelontorkan inovasi-inovasi wakaf, demi kemaslahatan yang lebih luas. Sejumlah rancangan program wakaf sedang disiapkan.
Siaran Pers
Ormas Islam Jember Desak Kepolisian Tindak Tegas Pelaku LGBT
JEMBER (Jurnalislam.com) – Sejumlah pimpinan ormas bersama puluhan laskar menyambangi Mapolres Jember pada Senin (12/2/2018). Kedatangan mereka untuk silaturahim sekaligus membahas maraknya Lesbin, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di tengah-tengah masyarakat.
“Ajang silaturahmi ini kami lakukan supaya lebih memahami permasalahan umat, termasuk mengenai LGBT yang semakin marak akhir ini, karena LGBT tidak sejalan dengan kultur masyarakat yang ada,” papar Ketua Tanfidzi FPI Jember Ustadz Faizin.
Ustadz Faizin mengatakan, pihakanya akan melakukan penolakan secara legal dan sistematis dengan menemui Forpimda.
Senada dengan itu, pimpinan Laskar Islam Jember (LIJ) UStadz Soleh berharap kepolisian dapat menindak tegas pelaku LGBT. Selain kerusakan moral, LGBT juga menjadi faktor terbesar penyakit kelamin termasuk HIV
“LGBT ini jelas dilarang oleh agama, selain itu juga menyebabkan penyakit menular seperti HIV AIDS. Kami membutukan tindak tegas dari kapolres. Kita juga bicara kepada masyarakat,” tutur Ustadz Soleh.
Sementara itu, pimpinan Jamaah Ansharusy Syariah Jember Ustadzmenjelaskan, sejak terangkatnya LGBT kelompok waria mulai menunjukkan keberadaanya.
“Kami juga menyampaikan keresahan dengan adanya isu ini, eksistensi waria di stasiun Jember mulai banyak lagi. Selain itu keberadaan miras sudah vulgar dijual di toko pinggir jalan, yang memungkinkan semua usia bisa membeli,” ungkapnya.
Kontributor : Samsul Fikri
DDII dan Laznas Bangun Sumur Bor untuk Warga Blitar
BLITAR (Jurnalislam.com) – Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia ( DDII) Jawa Timur dan Lembaga Zakat Nasional (LAZNAS) DDII menyelenggarakan program bakti sosial bertajuk “Sumur Bor kanggo (untuk, red) Sedulur” di Dusun Krajan Desa Sukorejo Kecamatan Wates Kabupaten Blitar, Ahad (11/2/2018).
Dipilihnya Dusun Krajan dikarenakan daerah ini termasuk sulit air, terutama jika musim kemarau tiba. Letaknya 6 km menuju pantai Jolosutro.
“Jika musim kemarau air bersih sulit kami dapat. Untuk membuat sumur harus mengebor hingga 50 m, bahkan ada yang lebih dari 100 meter,” kata ustadz Zain Abdul Azis, da’i DDII Jatim asal Tulungagung yang sudah menetap dan berkeluarga di desa Sukorejo sejak tahun 1991 ini.
Keberadaan sumur bor ini tentu saja sangat membahagiakan warga. Sunardi (42 th), misalnya, sangat berterima kasih dan bersyukur atas usaha DDII dan LAZNAS DDII menginisiasi program ini .
“Alhamdulilah, sumur ini sangat bermanfaat bukan hanya bagi kami yang muslim, tapi juga saudara-saudara di Sukorejo yang beragama lain,” ungkap Sunardi.
Memang, penduduk desa Sukorejo termasuk majemuk, yang terbanyak adalah Katolik, lalu Islam, dan Hindu. Tentang keberagaman ini, Ustadz Sudarno Hadi selaku Sekretaris DDII Jawa Timur yang terjun langsung ke desa Sukorejo menilainya sebagai suatu khazanah NKRI.
“Dengan sumur bor kanggo sedulur ini, kami berharap bisa bernilai manfaat bagi semua warga sebagai salah satu pengejawantahan Islam itu Rahmatan lil ‘alamiin,” ujar Sudarno.
Sementara itu, terkait dengan pendanaan pembuatan sumur itu sendiri, menurut Tom Mas’udi bagian Humas DDII Jatim, merupakan partisipasi dari para dermawan dan aghniya.
“Bilamana ada saudara-saudara kita yang berkenan mengulurkan amal jariyahnya melalui LAZNAS DDII, insya Allah kami siap menyalurkannya ke sasaran yang tepat,” kata Tom.
Selain kegiatan bakti sosial pembuatan sumur bor, sejak jumat (9 Pebruari) DDII Jatim bersinergi dengan DDII Pusat telah menerjunkan para pemuda pemudi Islam dalam program Madrasah Relawan Kemanusiaan (MRK) di tempat yang sama.
MRK adalah aktifitas sosial yang dicanangkan DDII Pusat dan disebar ke penjuru nusantara dengan social project seperti peduli bencana, marbot ranger, tebar mukena dan Al Qur’an, dsb.
Mahasiswa di Malang Gelar Aksi Menolak Perayaan Hari Valentin dan LGBT
MALANG (Jurnalislam.com) – Puluhan pemuda dan mahasiswa dari berbagai elemen menggelar aksi sosialisasi menolak Hari Valentin dan LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender) di Car Free Day Jalan Ijen Kota Malang, Ahad (11/2/2018).
Korlap aksi, Tegar Dovianda Putra mengatakan, Hari Valentin dan LGBT jika dibiarkan akan dapat merusak moral anak bangsa Indonesia.
“Indonesia adalah negara beradab, memiliki moral yang tinggi jangan sampai negara kita berubah menjadi negara liberal karena mendukung LGBT,” kata Tegar.
Sedangkan Hari Valentin, lanjutnya, kerap dijadikan ajang keromantisan oleh pasangan muda-mudi.
“Padahal mereka belum bersetatus suami istri. Maka jika dibiarkan lama-kelamaan akan hancur generasi muda kita,” tegasnya.
Formasalam mendesak pemerintah untuk bersikap menindaklanjuti kerusakan moral generasi muda yang diakibatkan oleh Hari Valentin dan LGBT.
“Melalui himbauan-himbauan serta pengawasan terhadap pemuda atau pelajar terutama malam hari valentin,” paparnya.
Aksi tersebut diikuti oleh beberapa organisasi pemuda dan mahasiswa antara lain GMTP (Gerakan Malang Tanpa Pacaran), FORMASALAM (Forum Gerakan Mahasiswa Islam), MPI (Mahasiswa Pecinta Islam), dan IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah).
DSKS Minta Dalang di Balik Penyerangan Para Ulama Ditelusuri
SOLO (Jurnalislam.com) – Menanggapi fenomena ‘orang gila’ menyerang para ulama, Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) Ustaz Muinudinillah Basri mengimbau umat Islam agar waspada dan senantiasa menjaga para ulamanya.
“Konsolidasi, jaga para sabilah, tingkatkan tawakal,” katanya kepada Jurnalislam.com usai acara Solo Quran Hour di Masjid Agung, Surakarta, Ahad, (11/2/2018).
Ustaz Muin, sapaannya, mengatakan, apa yang saat ini dialami para ulama terutama di Jawa Barat merupakan ujian dari Allah. Namun, katanya, ia mendesak umat Islam untuk menelusuri dalang di balik peristiwa tersebut.
“Itu cobaan untuk sabillah, namun harus tetap Istiqomah, dan ujian bagi kita, para pemuda untuk menjaga ustaz dan ulama kita, dan paham siapa di balik itu semua,” papar Ustaz Muin yang juga pimpinan ponpes Ibnu Abbas Klaten ini.
Lebih lanjut, ia berpesan kepada umat Islam untuk memilih pemimpin umat yang bisa menjadi panutan sekaligus memberikan rasa aman kepada rakyatnya.
“Jadi kita harus memilih pemimpin yang bisa melindungi rakyatnya, semuanya,” pungkasnya.
Solo Quran Hour: ‘Level Surgamu Tergantung Bacaan Al-Quranmu’
SOLO (Jurnalislam.com) – Pengasuh Pondok Pesantren Isy Karima, Karanganyar, Ustaz Syihabuddin mengajak umat Islam untuk kembali kepada Al-Quran, hal itu disampaikan dalam acara ‘Solo Quran Hour’ bertajuk ‘Merajut Ukhuwah Dalam Bingkai Al Quran’ di Masjid Agung, Surakarta, Ahad, (11/2/2018).
Menurutnya, setiap muslim harus menjadikan Al-Quran sebagai sumber pedoman hidup. Sebab, katanya, semua jawaban dari semua permasalahan di dunia dan akhirat telah disediakan Allah dalam Al-Quran.
“Semua solusinya di Al-Quran, masalah negara Al Quran, pertanian, kedokteran, rumah tangga, semua di Al Quran,
Al-Quran lah yang akan memberikan semua jawaban kepada kita, carilah solusi kepada Allah, larilah kepada Allah, insyaaAllah semua masalah selesai,” katanya dihadapan ribuan jamaah yang hadir.
“Hijrah kepada Al-Quran adalah sebuah keniscayaan, setiap manusia yang sudah mengucapkan syahadat, maka kita sudah baiat bahwa kita harus menyelesaikan Al-Quran 30 Juz,” sambungnya.
Lebih lanjut, Ustaz Syihabuddin mengatakan, bahwa semua yang ahli Al-Quran nanti dihari akhirat maka akan punya wasilah.
“Bacalah Al-Quran, karena level surgamu tergantung bacaan Al-Quran terakhir yang kau baca,” ujarnya.
Untuk itu, Ustaz Syihabuddin meminta umat Islam untuk selalu mencintai dan mengamalkan Al-Quran, sebab, Allah akan mengangkat seorang pemimpin dari kaum yang mencintai Al-Quran.
“Dan pada hari ini adalah tonggak sejarah di Surakarta, dan akan muncul pemimpin-pemimpin untuk bangsa ini,” paparnya.
“Ini awal kebangkitan umat dan awal kemenangan kaum muslimin,” pungkasnya.
MIUMI Tegaskan Pentingnya Tema Kepemimpinan Umat Islam
BANDAR LAMPUNG (Jurnalislam.com) – Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) menilai kepemimpinan merupakan tema penting umat Islam yang saat ini sangat perlu untuk diseriusi.
Ketua MIUMI DKI Jakarta KH. Fahmi Salim mengatakan, kondisi umat Islam yang sedang dalam keadaan memprihatinkan, lemah, dan terpecah belah baik di tingkat lokal maupun global pangkalnya adalah persoalan kepemimpinan.
Baca juga: Jubir Ansharusyariah: Umat Harus Memahami Konsep Kepemimpinan Islam
Ia menegaskan, tema kepemimpinan menjadi tema yang sentral dalam Islam. Sebagaimana saat nabi Muhammad wafat dimana kaum muslimin mendahulukan mengangkat dan membaiat khalifah sebelum nabi dikebumikan.
“Itulah pentingnya kepemimpinan dalam Islam,” ujarnya dalam Tabligh Akbar bertema ‘Pemimpin Kebangkitan Peradaban Islam’ di Masjid Ad-Dua, Bandar Lampung, Sabtu (10/02/2018) malam.
Fahmi Salim menjelaskan, bagaimana pelaksanaan syariat Islam sangat bergantung pada adanya kepemimpinan umat yang adil dan shalih.
“Kalau tidak, umat akan rusak dan lemah meskipun tunas Islam tetap hidup,” ungkapnya.
Dalam istilah fiqh, terangnya, kepemimpinan disebut dengan imamah, yang tujuannya adalah meneruskan dan menggantikan fungsi peran kenabian. Dimana wahyu dan sunnah sudah turun sempurna, sehingga perlu dilanjutkan dengan kepemimpinan.
“Fungsi kenabian dimaksud adalah dalam hal menjaga dan memelihara praktek penerapan syariat Islam di tengah umat,” pungkasnya.
Tabligh Akbar yang diikuti seribuan jama’ah tersebut turut dihadiri oleh Sekjen MIUMI Pusat KH. Bachtiar Nasir dan Ketua MIUMI Lampung Bukhori Abdul Shomad.
Reporter: Yahya G Nashrullah | Islamic News Agency
KH. Arifin Ilham: JITU Perbanyak Tahajud Agar Tulisan Semakin Tajam
SENTUL (Jurnalislam.com) – Jurnalis Islam Bersatu (JITU) menggelar rapat kerja (raker) di Majelis Azzikra, Sentul pada Ahad untuk merumuskan program organisasi.
Pemimpin Majelis Az-Zikra Ustadz KH. Arifin Ilham berpesan jika jurnalis muslim ingin karyanya berkualitas, maka harus membiasakan dirinya sholat tahajud dan membaca Al Quran.
“Wartawan itu solat tahajud. (Solat) subuhnya di masjid,” pesan KH. Arifin Ilham saat menjamu JITU di kediamannya.
Menurut KH. Arifin Ilham, ketika wartawan menghiasi dirinya dengan ibadah-ibadah mahdoh, maka tulisannya semakin tajam. Jika berdakwah, ucapannya pun juga didengar.
“Arifin melahirkan zikir itu dari tahajud, tulisan dari tahajud, dan surat terbuka dari tahajud,” KH. Arifin Ilham bercerita.
Dalam perbincangan usai sarapan pagi tersebut, KH. Arifin Ilham pun mengapresiasi karya-karya jurnalistik JITU dan meminta agar terus mengawal agenda keuamatan.
“Sekarang perang opini semakin kuat, kita harus terus bersatu,” KH. Arifin Ilham menekankan hubungan jurnalis muslim dengan ulama dan umat.
Untuk itu, KH Arifin Ilham mendorong JITU untuk terus melahirkan karya jurnalistik yang terbaik.
“Arifin masih inget ini, tulisan 411, 212 yang terkenal itu lahir dari JITU. Yang Habib (Riziq) dan Arifin menenangkan massa,” ujar KH. Arifin Ilham tersenyum.
KH. Arifin Ilham tak lupa berpesan jika kehidupan seorang muslim dihiasi amalan ibadah, rumah tangga akan bahagia.
“Makanya jangan minta sama isteri, tapi minta sama yang punya isteri,” ujar KH. Arifin Ilham sambil melepas tawa.
Hadir dalam obrolan pagi ini antara lain Pengurus Majelis Azzikra Faisal Salim dan Koordinator Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA) Ferry Nur. Obrolan dilakukan dengan penuh kehangatan usai mengikuti kajian subuh di Masjid Azzikra.
Reporter: Syah | Islamic News Agency
Bupati Bima Keluarkan Surat Edaran Larangan Perayaan Hari Valentin
