Peduli Ghoutah, Anshorusyariah Jatim Gelar Aksi Serentak di Tiga Kota

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Jamaah Ansharusy Syariah wilayah Jawa Timur menggelar aksi solidaritas untuk Ghoutah Timur, Suriah serentak di tiga kota, Malang, Surabaya, dan Mojokerto kota pada Jumat (3/2/2018).

Aksi bertajuk ‘Peduli Umat Muslim Ghoutah’ ini diisi dengan orasi dan penggalangan dana untuk korban kekejaman rezim Syiah Bashar Assad dan sekutunya. Selain itu, mereka juga menggelar doa bersama. Seperti yang dilakukan aktivis Ansharusyariah di kota Mojokerto, mereka mengajak para pengguna jalan untuk berdoa bersama ketika sedang lampu merah.

“Ini adalah salah satu bentuk rasa kemanusiaan dan solidaritas serta kecintaan kami terhadap Ahlus Sunnah di Syam maka kami mengerahkan segala kemampuan memberikan intruksi kepada seluruh anggota Jama’ah Ansharusy Syariah di Wilayah Jawa Timur untuk turun memberikan edukasi dan membantu media untuk menginformasikan kepada umat islam bahwa hari ini ada saudara kita yang sengaja di bombardir dan di bunuh tanpa peduli anak-anak, orang tua dan wanita,” kata amir Ansharusyariah Jawa Timur, Ustadz Hamzah Baya di Surabaya, Jumat (2/3/2018).

Warga Ghouta: Sejak PBB Umumkan Gencatan Senjata, Belum ada Bantuan Kemanusian Hadir

Ia menambahkan, donasi yang terkumpul akan disalurkan langsung ke Suriah melalui lembaga kemanusiaan non pemerintah yang ditunjuk.
Aksi tersebut mendapatkan respon positif dari masyarakat Jawa Timur. Beberapa warga dan pengguna jalan menyatakan dukungannya terhadap aksi solidaritas ini.

“Semoga dengan seperti ini dapat menjaga Ukhuwah islamiyah diantara umat islam dimanapun berada,” kata Budi salah satu warga yang sedang melintas lampu merah perempatan Sooko, Mojokerto.

RBC Sinergi Foundation Buka Layanan Kesehatan untuk Korban Banjir Bandung Selatan

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Sudah beberapa hari ini wilayah Bandung dan sekitarnya diguyur hujan deras. Bahkan beberapa lokasi di kabupaten Bandung mulai terendam banjir hingga setinggi lebih dari 1 meter seperti di Kampung Citeureup, RW 02, Desa Kabupaten Bandung.

Semenjak hujan mengguyur daerah ini malam Jumat kemarin hingga sekarang, banjir setinggi 1 meter itu belum juga terlihat tanda-tanda akan surut.

Melihat persoalan tersebut, Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) Sinergi Foundation menggandeng alumni Pesantren Terapis Thibbun Nabawi (PTTN) berinisiatif untuk memberikan bantuan kesehatan, layanan terapi, dan membagikan 100 paket sembako kepada warga setempat.

“Selain sebagai bentuk syi’ar dari RBC, kami juga mengajak insan peduli agar aware terhadap saudara-saudara kita yang tengah diuji banjir melalui aksi sosial dan layanan kesehatan gratis,” kata RBC Funding Supervisor, Deri Husen Abdullah di Kampung Citeureup, RW 02, Desa Dayeuhkolot, Kec. Dayeuhkolot, Kab. Bandung, Rabu (28/02/2018).

Posko kesehatan yang hanya dibuka untuk hari ini (Rabu, 28/02/2018) dari jam 08.00 sampai 12.00 siang nanti, memanfaatkan 2 rumah warga untuk pemeriksaan kesehatan, pemberian obat, layanan terapi pijat, refleksi, dan totok.

“Sebagian besar warga yang datang mengeluhkan bermacam gangguan kesehatan, mulai dari gatal-gatal, batuk, flu, diare, sakit kepala, pegal-pegal, bahkan kedinginan,” tutur Koordinator Terapi PTTN, Rifqi Zein.

Melalui bakti sosial ini, Rifqi berharap dapat memberikan maslahat lebih besar lagi. “Ke depan, kami berharap dapat memberikan bantuan lebih banyak lagi kepada masyarakat yang tengah mengalami kesulitan.” tandasnya.

Siaran Pers

Ustadz Abu Dirawat di RSCM, Keluarga : Padahal Izinnya Sudah Keluar Sejak Nopember Tahun Lalu

SOLO (Jurnalislam.com) – Dengan penjagaan ketat dari Densus 88, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta pada Kamis (1/3/2018) untuk mendapat perawatan.

Putra bungsu Ustadz Abu, Abdul Rachim Ba’asyir menjelaskan, pengajuan pemeriksaan kesehatan diajukan pihak keluarga pada Oktober tahun lalu dan disetujui satu bulan kemudian.

“Tapi baru bulan Februari ini bisa terlaksana karena waktu BNPT dan Densus beralasan masih sibuk,” kata pria yang karib disapa Ustadz Iim kepada Jurnalislam.com di Solo, Kamis (1/3/2018).

Padahal, kata dia, pihak dokter meminta pemeriksaan kesehatan Ustadz Abu dilakukan satu bulan sekali. “Ini terkait kondisi kaki beliau dan faktor umur juga, jadi penanganannya gak bisa sehari dua hari, makanya harus sering kontrol, tapi ya prosesnya itu susah,” ujarnya.

Berdasarkan hasil diagnosa tim medis Lapas Gunung Sindur dan RS Cipto Mangunkusumo, Baasyir menderita CVI Bilateral atau disebut kelainan pembuluh darah vena berkelanjutan yang menyebabkan pembengkakan pada kedua kakinya.

“Kalau pembengkakannya itu sudah mulai sekitar dua tahunan, tapi mulai parahnya itu setahunan lah,” ujar Ustadz Iim.

Ia menuturkan, ini adalah kali keempat Ustadz Abu mendapat perawatan di Rumah Sakit. Pihak keluarga dibantu tim dokter dari Mer-C untuk memantau kondisi kesehatan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir.

Presiden Joko Widodo menyetujui pemindahan perawatan kesehatan Ustadz Abu ke Rumah Sakit dengan pertimbangan kemanusiaan.

“Ini kan sisi kemanusiaan yang saya kita juga untuk semua. Kalau ada yang sakit, tentu saja kepedulian kita untuk membawanya ke rumah sakit untuk disembuhkan,” kata Jokowi di Istana Negara, Kamis (1/3/2018).

Pernyataan Sikap JITU Terkait Pembajakan Website dan Fitnah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Jurnalis Islam Bersatu (JITU) dengan ini mengumumkan bahwa telah terjadi pembajakan yang dilakukan orang-orang tidak bertanggungjawab terhadap website JITU serta akun whatsapp dan facebook Ketua JITU periode 2015-2018 Agus Abdullah.

Akun tersebut dibajak dan tiba-tiba melakukan chatting tanpa sepengetahuan yang bersangkutan.

Sebelumnya, yang bersangkutan sudah menceritakan keanehanannya kepada kami karena nomor akun whatsappnya tiba-tiba diganti dengan nomor lain.

Dan pada hari ini kita mengetahui bahwa ada foto-foto yang dibuat sedemikian rupa oleh pihak-pihak tidak bertanggungjawab yang memfitnah JITU dibiayai oleh pihak tertentu.

Oleh karena itu, JITU menyatakan sikap:

1. JITU memandang ada upaya-upaya sistematis untuk menjatuhkan nama baik JITU sebagai organisasi jurnalis Muslim yang selama ini berupaya konsisten mengawal isu-isu keumatan.

2. JITU tidak berafiliasi dan terlibat dukung mendukung kepada partai manapun, apalagi menerima dana. JITU bahkan dalam kode etiknya melarang anggota untuk mengambil amplop (imbalan) dalam peliputan.

3. Tuduhan ini makin terlihat dusta dengan menyebut JITU didirikan pada tahun 2018 dengan disponsori dan didanai pihak tertentu. Padahal JITU berdiri pada 2012. Maka tuduhan ini adalah fitnah nyata terhadap JITU yang selama ini berusaha menjaga kredibilitas sebagai organisasi jurnalis Muslim.

4. Kami mengharapkan umat Islam tidak terpancing karena hal itu jelas sebagai upaya mendeskreditkan JITU sebagai sebuah organisasi jurnalis muslim dan bentuk adu domba sesama anak bangsa.

5. Terakhir, kami mengharapkan doa dari para ulama dan kaum Muslimin agar kami bisa istiqomah mengawal isu-isu yang berkaitan dengan Islam dan kaum Muslim, serta mampu menjaga marwah serta izzah sebagai seorang jurnalis Muslim yang profesional.

Jakarta, 24 Februari 2018

Ttd.
Ketua Umum JITU
Pizaro

Komunitas Keluarga Kita Gelar Wisuda Mukhoyam Qur’an, Dihadiri Muzammil Hasballah

TANGERANG (Jurnalislam.com) – Komunitas Keluarga Kita menggelar Wisuda Mukhoyam Qur’an di Gedung Serba Guna, Pemda Tangeran, Ahad (25/2/2018).

Acara dimulai pukul 09.30 diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Agenda Mukhoyam Qur’an ini didukung oleh Lembaga Tahfidh Qur’an Ibadurrahman Curug, Kabupaten Tangerang.

Turut hadir pula Drs. H. Amat, M.Si selaku perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Tangerang sebagai pemberi sambutan dan membuka acara secara resmi.

Beliau menyampaikan beberapa pesan singkat yang mana diharapkan ke depan akan banyak Hafizh maupun Hafizhah yang akan menerangi bumi Kabupaten Tangerang.

Acara semakin meriah karena ada sesi hiburan dari tim Marawis SMAN 1 Kabupaten Tangerang. Masuk ke sesi inti Wisuda, sebanyak 16 santriwati melakukan muraja’ah surat An-Naba dan Al-Balad. Setelah itu diumumkan 3 penghafal terbaik. Suasana haru pun tersebar saat prosesi wisuda ini berlangsung.

Hadir pula Ust. Ibah Surahman selaku CEO dari LTQ tersebut. Beliau menyerukan pesan kebaikan agar hendaknya setiap kita mau memperbaiki bacaan, menghafal, maupun mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an.

Masuk ke sesi ke dua setelah rehat dan hiburan kedua dari Mutia and Brother. Acara dilanjutkan dengan sesi talkshow inspiratif bersama Muzammil Hasballah (Qur’an Reciter).

Acara yang dihadiri oleh 800 peserta ini antusias menyimak nasihat dan inspirasi dari bintang tamu. Salah satu nasihat dan pengingat dari Arsitek jebolan ITB ini mengingatkan bahwa, saat ini Ummat Islam di Indonesia sedang dijauhkan dengan Al-Qur’an.

Banyak paham-paham di luar konteks ke Islaman yang akhirnya menjadikan para pemuda dan pemudianya jauh dari Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah pedoman, di dalamnya terdapat banyak sekali hikmah dan sumber ketenangan yang seharusnya menjadi pegangan semua orang.

Muzammil juga bercerita saat dahulu ia menghafal Al-Qur’an, cara awal yang harus dilakukan agar kemudian kita tertarik untuk menghafalkannya adalah mengumpulkan rasa ingin tahu terhadap kandungan dan Al-Qur’an.

Selama acara berlangsung, para peserta juga dikejutkan dengan berbagai doorprize dari para sponsor. Acara diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Muzammil Hasballah.

Siaran Pers

20 Sahabat Hijrah Tasikmalaya Ikuti Aksi Hapus Tato Gratis

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Komunitas Sahabat Hijrah Tasikmalaya (Sahati Community) bekerjasama dengan Komunitas Dakwah dan Sosial (KODAS) Bandung menyelenggarakan program hapus tato gratis di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Ahad (25/2/2018).

Kegiatan perdana tersebut diikuti oleh 20 peserta yang lolos seleksi gelombang pertama. Para peserta tersebut harus memenuhi beberapa persyaratan diantaranya, niat ikhlas berhijrah, membawa surat keterangan sehat dan hasil cek laboratorium bebas HIV/Hepatitis dan diabetes, menghafal surat Arrahman, serta siap mengikuti pembinaan.

“Ya kami, ini program pertama kami dari Sahati Community untuk membantu sahabat-sahabat kita yang mau hijrah tapi kebetulan bertato,” kata Ketua Sahati Community Dian Zaidan Aribana.

Dian menjelaskan, pendaftar program hapus tato ini membludak hingga mencapai 150 lebih dan terus bertambah. Untuk itu, pihaknya bersama KODAS berencana untuk membuka lagi pendaftaran untuk gelombang selanjutnya.

“Insya Alloh, harapannya kami akan membuka layanan ini sebulan sekali karena banyaknya pendaftar. Sampe sekarang juga masih banyak yang daftar,” paparnya.

Sementara itu, aktivis KODAS, Rifki Saeful Rohman, menjelaskan, kendati gratis, program hapus tato tetap menjungjung prosedur standar, seperti harus ada keterangan bebas HIV dan lainnya.

“Kalau harus hafal surat Ar Rahman, itu karena kita ingin melihat keseriusan peserta dalam berhijrah,” ujarnya.

 

Wakil Rektor UNS Kagum Kecerdasan 50 Wisudawan Huffadz Al-Mukmin Ngruki

SUKOHARJO (Jurnalislam.com) – Tabligh Akbar ‘Keajaiban Hafidz Qur’an dan Wisuda 50 Huffadz Qur’an’ Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, pada Ahad, (25/2/2018). dihadiri wakil direktur akedemik UNS Prof. Drs. Sutarno dan ahli pendidikan Islam dan bahasa arab dan Sudan Asy Syaikh DR Mohamed Al- Tayeb.

Ustaz Ibnu Abu Hanifah selaku mudir mahad dalam sambutannya mengatakan, bahwa Al-Qur’an adalah kitab suci yang akan selalu dijaga kemurniaannya hingga hari kiamat nanti. Selain itu, isi kandungan Al-Qur’an akan selalu membuat hati setiap manusia tenang dan mendapatkan sumber petunjuk hidup.

“Dulu kita hanya mengenal imam Syafi’i yang umur masih anak anak hafal Al-Quran, tapi sekarang di Indonesia banyak anak-anak pun yang sudah hafal Al-Quran, karena Allah sendiri yang menjaganya,” katanya dihadapan ribuan santri.

“Berapa banyak orang yang tidak bisa membaca dan paham arti dalam Al-Qur’an namun menangis ketika mendengar bacaan Al-Qur’an, ini baru nadanya saja,” imbuhnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua yayasan Al Mukmin Ustaz Wahyudin menjelaskan, bahwa para santri yang hafal Al-Qur’an lebih cerdas dan baik akhlaknya daripada santri yang lainnya.

“Santri yang hafidz akhlaknya lebih baik daripada yang lain, waktu yang digunakan adalah bernilai tinggi daripada yang lain dan pastinya lebih cerdas daripasa yang lain,” paparnya.

Sementara itu, wakil rektor bidang akademik UNS Prof Sutarno mengaku kagum dengan kecerdasan orang yang hafal Al-Qur’an, terbukti, katanya, mahasiswa UNS yang hafal Al-Qur’an mempunyai nilai IPK yang tinggi.

“Untuk kuliah dari uns dari 1000 poin sudah dapat 200 poin dulu kalau yang hufadz di semua jurusan, dan sekitar 700 poin insyaAllah sudah lulus, jadi mencari 500 poin lagi itu saya yakin pasti bisa,” ujarnya.

“Karena para hufadz itu pasti cerdas dan bisa menghafal 30 juz itu luar biasa, kita menjalankan selama 5 tahun itu para hufadz itu rata ratanya Pk nya diatas 3,0,” tandasnya.

Almumtaz Gelar Mabit Akbar dan Deklarasi GISS di Masjid Agung Kota Tasikmalaya

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Aliansi Aktivis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (Almumtaz) menggelar Mabit Akbar Persaudaraan 212 di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Sabtu – Ahad (24-25/2/2018). Dalam acara bertema ‘Mengokohkan Persatuan Umat Menyongsong Kebangkitan Islam’ itu juga dideklarasikan Gerakan Indonesia Shalat Subuh (GISS).

Mabit yang diikuti oleh ratusan jamaah itu diisi dengan kajian umum oleh Juru Bicara Jamaah Ansharusy Syariah Ustadz Abdul Rachim Ba’asyir dan KH Nonop Hanafi selaku pimpinan Longmarch Ciamis-Jakarta pada Aksi Bela Islam 212 yang juga pimpinan pondok pesantren Miftahul Huda II Ciamis.

Dalam paparannya, Ustadz Abdul Rachim menekankan jamaah untuk menjaga ukhuwah Islamiyah dengan saling mengenal, saling memahami, saling menjaga, saling menolong, dan saling membela.

“Inilah cara untuk merawat ukhuwah,” kata pria yang karib disapa Ustadz Iim ini.

Sementara itu KH. Nonop Hanafi menjelaskan dua tantangan umat dalam menjaga ukhuwah Islamiyah.

Yang pertama, kata dia, adanya orang munafik yang selalu membenci umat Islam. Kedua, orang kafir yang memerangi umat islam”

“Itulah yang menjadi tantangan kita saat ini, karena musuh-musuh Islam tidak akan senang apabila umat Islam bersatu. Karena tahu apabila umat Islam bersatu kekuatan Islam tidak terkalahkan,” papar Kyai Nonop.

Kegiatan mabit juga diisi Qiyamulail berjamaah yang diimami Ustadz Arif Ar-rafi’i, sholat shubuh berjamaah sekaligus deklarasi Gerakan Indonesia Shalat Shubuh (GISS) di Tasikmalaya oleh koordinator GISS Pusat KH Muhammad Al-Khaththath.

Menjelang pagi, acara dilanjutkan dengan long march mengitari pusat kota Tasikmalaya dan kegiatan hapus tato gratis dari Komunitas Sahabat Hijrah Tasikmalaya (SAHATI) yang bekerjasama dengan Komunitas Dakwah dan Sosial (KODAS) Bandung.

Hadiri Aksi 242, Tito Intruksikan Polri Harus Bergandengan dengan Persis

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Kapolri Jendral Tito Karnavian hadir dalam acara Silaturahmi Akbar 242 Keluarga Besar Persatuan Islam (Persis) di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Bandung, pada Sabtu (24/2/2018). Hadir juga Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto dan Pangdam III/Siliwangi Mayjen Doni Monardo.

Tito Karnavian menghadiri Silaturahmi Akbar itu dengan seragam lengkap dan mengalungkan syal putih di lehernya. Di depan puluhan ribu jemaah Persis, Tito sempat menerima pengalungan syal Persis berwarna hijau. Syal itu dikenakannya, setelah melepas Syal putih yang dipakainya.

Di depan massa yang hadir, Tito menyampaikan rasa bangga bisa menghadiri pertemuan terbesar organisasi itu.

“Saya bersyukur bisa berkumpul bersama segenap keluarga besar Persis saat ini, sekaligus merasa bangga karena ini pertemuan besar Persis yang dulu didirikan oleh orang Palembang KH Muhammad Zamzam,” tutur Tito yang juga berasal dari Palembang.

Organisasi Persis dibentuk pada 12 September 1923 oleh KH Muhammad Zamzam dan Muhammad Yunus.

Tito mengatakan Persis mempunyai peranan penting dalam pergerakan Indonesia, menegakan kemerdekaan dan mengisi kemerdekaan terutama lewat kegiatan pendidikan sekaligus dakwah untuk menyebarkan Islam di Indonesia.

“Pada kesempatan baik ini saya mengajak Bapak Ibu sekalian mari kita bergandengan tangan untuk mengisi kemerdekaan yang telah Bapak Ibu dan pendiri bangsa ini didirikan,” ujar dia.

Kapolri menegaskan bahwa dirinya dan jajaran Polisi siap bekerja sama dengan Jamiyyah Persatuan Islam dimanapun berada. Kehadiran Kapolri itu dinilai sangat baik dan pro terhadap perjuangan Persatuan Islam.

“Saya menginstruksikan kepada seluruh jajaran kepolisian agar bergandengan tangan, bersilaturahmi dengan jajaran Persatuan Islam, dimanapun berada,” ucapnya.

Tito berharap melalui silaturahmi ini tercipta keutuhan dalam kerangka kesatuan Republik Indonesia, tidak seperti Uni Soviet dan Yugoslavia yang telah terpecah belah atau menjadi kisruh seperti Irak dan Suriah.

Reporter: Kiki Firmansyah

Silaturahim Akbar 242 Persis Diikuti Puluhan Ribu Massa

Keluarga besar Persis Menggelar Aksi Silaturahmi akbar 242 di Monumen Perjuangan
BANDUNG (Jurnalislam.com) – Ribuan jamaah keluarga besar Persatuan Islam (Persis) dari seluruh Indonesia menggelar aksi damai Silaturahmi Akbar di Monumen Perjuangan, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Sabtu (24/2/2018).

Mereka berbondong-bondong datang sejak pagi hari memadati setiap sudut lapangan Monumen Perjuangan Mulai dari Anak-anak, remaja hingga orang tua tampak berbaur. Mereka tetap antusias mengikuti silaturahmi akbar ini meski teriknya matahari membakar kulit.

Silaturahmi Akbar keluarga besar Persis di Monumen Perjuangan Jawa barat dibuka dengan lantunan bacaan Ayat suci Al-Quran, menyanyikan lagu indonesia raya, dan lagu Mars Persis. Setelah itu dilanjutkan dengan pencak silat, teatrikal puisi, musik marching band dan lain-lain.

Ketua pelaksana silaturahmi keluarga besar Persis Ihsan Setiadi latief mengatakan, “Yang sudah terdaftar ada 56.000 peserta dan itu yang baru terdaftar,”

Ihsan menambahkan, kegiatan tersebut bertujuan untuk mensolidkan jamaah Persis. Kemudian menjalin kebersamaan dengan ormas-ormas lain untuk merapatkan barisan kembali.

Sejumlah orasi dari berbagai utusan wilayah dan kader muda Persis menyoroti soal keresahan akibat teror pada ulama. Di kesempatan itu juga, dibacakan ikrar Brigade Persis yang menyatakan akan mengawal para ulama. Sebagian menyatakan acara itu sebagai ajang unjuk gigi bahwa ormas Persis bukan ormas yang kecil.

“Kami tunjukan bahwa Persis itu besar,” kata salah satu orator.

Beberapa dari para jamaah Persis pun terlihat membawa atribut sejumlah spanduk menggambarkan Almarhum Komandan Brigade Persis Prawoto sebagai bentuk penghormatan.

Sementara itu, dalam orasinya Ketua Umum (PP) Persis KH. Ustad Aceng Zakaria mengatakan, tujuan acara ini untuk menjalin silaturahim secara langsung seluruh elemen jamiyah Persis.

“Mungkin banyak yang bertanya ada apa pimpinan besar Persis menginisiasi Sialturahmi Akbar. Saya tegaskan tujuan ini memfasilitasi terjalinnya Silaturahim langsung secara fisikal dan kolosal antara seluruh elemen Jamiyah Persis khususnya Jabar dan utusan daerah,” tuturnya.

Kyai Aceng juga berharap acara ini dapat memperkuat tali silaturahmi dan meningkatkan soliditas dakwah.

Reporter: Kiki Firmansyah