Perguruan Muslim Tapak Siaga Solo Lakukan Ujian Kenaikan Tingkat

SOLO (Jurnalislam.com) – Perguruan Beladiri Muslim ‘Tapak Siaga’ melangsungkan ujian kenaikan tingkat terhadap para anggotanya di lapangan Banyuanyar, Solo, Ahad (25/3/2018). Para anggota yang datang dari berbagai daerah itu, harus mengikuti sejumlah tes dari para pelatih untuk dapat naik tingkat.

“Ada beberapa tes yang harus dilalui para anggota, dalam aksi ini, kita juga ingin menjadikan Tapak Siaga sebagai sarana dakwah kepada para pemuda agar menjadi pribadi yang sehat, kuat dan siap menjaga negara tercinta kita ini,” kata Ketua Umum Tapak Siaga Nur Seno Puji Atmoko kepada Jurnalislam.com di sela-sela acara.

Sementara itu, Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Banyuanyar Ali Rubiyanto yang juga hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi dengan hadirnya Tapak Siaga, menurutnya, tapak siaga adalah wadah yang positif untuk para pemuda yang ada di Solo dan sekitarnya.

“Secara umum untuk melatih generasi muda, yang namanya olahraga dimana ada badan yang sehat disitu ada jiwa yang kuat,” katanya.

Lebih lanjut, Ali mengatakan bahwa selama ini Tapak Siaga juga sudah ikut membantu tugas aparat kepolisian dalam menjaga keamanan di wilayah Banyuanyar dan sekitarnya.

“Sebetulnya kita sudah sering kordinasi dengan ketuanya, dengan adanya ini beberapa kali melakukan amar Ma’ruf Nahi Mungkar selalu berkordinasi dengan kita untuk melaksanakan itu,” ungkapnya.

Tak lupa, Ali berpesan kepada para anggota Beladiri Muslim Tapak Siaga untuk mengunakan ilmu yang didapatkannya untuk hal hal yang positif dan bisa membantu masyarakat sekitar.

“Kita berpesan kepada anak didiknya kalau sudah lepas dari berlatih jangan digunakan untuk hal hal yang jelek, untuk menjaga diri dan membantu masyarakat yang membutuhkan,” tandasnya.

Kajian Akbar FUIK Kendal: “Jaga Ukhuwah Walau Beda Harakah”

KENDAL (Jurnalislam.com) – Forum Umat Islam Kendal (FUIK) bekerja sama dengan Jamaah Anshorusy Syariah menggelar kajian bertajuk ‘Menjaga Ukhuwah Walau Beda Harokah’ di Masjid Ulul Albaad Karanganom, Weleri, Kendal, Sabtu, (24/03/2018) malam. Kajian diisi oleh Pimpinan Ponpes An-Nahl Magelang Ustaz Fuad Al Hazimi.

Kajian yang dihadiri umat Islam dari berbagai ormas Islam di Kendal dan sekitarnya tersebut diharapkan akan menjadi sarana ukhuwah dalam menghadapi tantangan dakwah kedepan.

“Tujuan diadakan kajian ini adalah untuk menggalang dan mempererat ukhuwah diantara ormas islam yang ada di Kendal. Dan Insyallah kajian ini akan kami adakan rutin 1 bulan sekali,” kata Ketua Jamaah Ansharusy Syariah Kendal Ustaz Didik Rismanto

Sementara itu, dalam pemaparannya Ustaz Fuad berpesan kepada umat Islam untuk dapat memaksimalkan dakwah Islam dan menghindari fanatisme berlebihan terhadap kelompok tertentu.

“Beramalah kalian untuk Islam dalam berbagai jamaah, tetapi jangan sekali-kali kalian menyembah kelompok- kelompok selain menyembah Allah,” paparnya.

Lebih lanjut, Ustaz Fuad menjelaskan beberapa ciri-ciri pemimpin dalam Islam. “Pertama harus mencintai kaum muslim, kedua memperjuangkan Islam dan tidak menjadikan orang – orang Islam didzalimi dengan kebijakannya mengkriminalisasi ulama, dan anti yang Islam,” katanya

Untuk itu, Ustaz Fuad mengatakan ada beberapa syarat untuk menjadi pemimpin dalam Islam. “Taat Pada Allah dan Rasulnya, serta paham Agama Islam dan taat pada Ulama,” tandasnya.

Tak lupa ustaz Fuad menghimbau kepada umat Islam untuk selalu taat kepada komando ulama dan menghindari persilisihan di antara kaum muslimin.

Kontributor : Anom

Muhammadiyah: Indonesia Akan Tetap Utuh Selama Masih Beriman

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir meyakini Indonesia akan tetap eksis dan utuh pada tahun 2030 selama masih beriman dan bertakwa.

“Indonesia tetap utuh. Karena Indonesia bangsa beriman. Selama beriman dan bertakwa. Indonesia masih tetap ada dan dijaga oleh Allah,” katanya di Gedung PBNU, Jakpus beberapa waktu lalu.

Senada itu, Ketua PBNU Said Aqil Siradj menegaskan Indonesia akan selamanya ada. “Syarat bangsa yang beriman itu bermoral dan berbudaya seperti Indonesia,” tutur Said.

Sebelumnya, dalam sebuah potongan video yang diunggah oleh akun Facebook resmi Partai Gerindra, Prabowo tampak berapi-api saat berpidato. Ia mengatakan sudah ada kajian di negara-negara lain yang menyatakan Indonesia akan bubar pada 2030.

Prabowo menilai hal itu bisa terjadi lantaran elite Indonesia saat ini tidak peduli meskipun 80 persen tanah di Indonesia dikuasai oleh 1 persen rakyat. Begitu pun saat sebagian besar kekayaan Indonesia diambil di luar negeri.

Reporter: Gio

Larang Shalat Jumat, TPM Laporkan Lapas Pasir Putih ke Komnas HAM

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Tim Pengacara Muslim (TPM) mendatangi Komnas HAM untuk melaporkan pelanggaran hak asasi yang dialami 18 narapidana Lembaga Pemasyarakatan Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap.

Pelanggaran tersebut diantaranya pelarangan melaksanakan shalat berjamaah dan Jumatan.

“Ada delapan belas Narapidana yang diisolasi mulai Januari kemarin, menurut kami ini adalah bentuk pelanggaran HAM, karena selain tidak ada cahaya matahari sama sekali dalam sebulan kurungan isolasi, juga tidak diperbolehkan sholat Jumat apalagi sholat lima waktu secara berjamaah,” ungkap Michdan di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Kamis (22/3/2018).

Michdan menambahkan, pelanggaran lain berupa pembatasan kunjungan terhadap napi, yang telah diberlakukan di Nusakambangan sejak Desember 2017 lalu. Pihak pengunjung napi tersebut tidak boleh membawakan makanan dari luar.

“Seorang napi mempunyai hak-hak yang manusiawi. Memang dia dalam posisi sebagai narapidana yang hak-haknya dibatasi tapi jangan membatasi hak-hak yang mendasar yang dilindungi secara hukum seperti shalat, pelayanan kesehatan, terkena sinar matahari, makanan dan dibesuk oleh keluarga. Hal tersebut harus dipenuhi dan ini mereka gak dapatkan,” tegasnya.

TPM berharap laporan ini supaya direspon cepat agar para narapidana kembali mendapatkan hak-haknya.

Lapas Pasir Putih, Nusakambangan selama ini dikenal sebagai salah satu Lapas dengan pengamanan maksimum (Super Maximum Security). Pengamanan super maksimal itu termasuk ditujukan bagi sejumlah narapidana kasus terorisme.

Reporter: Gio

BMH Jatim Salurkan Bantuan Paket Sembako untuk Lansia dan Dhuafa

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Perwakilan Jawa Timur kembali menyalurkan bantuan paket sembako kepada warga lanjut usia (lansia) dan dhuafa di Makam Rangkah, Tambaksari, Surabaya. Sebanyak 60 paket sembako disalurkan kepada 63 Kepala Keluarga (KK), pada Rabu (21/3).

Pendistribusian bantuan disalurkan secara langsung kepada warga dengan disaksikan tokoh warga setempat yang diwakili Ketua Rukun Warga (RW) Makam Rangkah.

Paket sembako yang disalurkan tersebut berisi berbagai macam-macam: ada minyak goreng, gula, beras dan kebutuhan pokok lainnya.

“Saya mewakili warga Makam Rangkah mengucapkan banyak terima kasih telah membantu warga kami. Semoga kebaikan para donatur dan keluarga besar BMH mendapatkan keberkahan dari Allah Swt,” ujar Husin selaku Ketua RW dengan penuh semangat.

Selain itu, Abdan Syakura selaku Manager Program BMH Jatim menambahkan,

“Bantuan paket sembako ini merupakan amanah dari para donatur BMH untuk disalurkan kepada yang berhak. BMH akan selalu terdepan dalam menebar kepedulian kepada yang membutuhkan,”ungkap Abdan.

Selain memberikan bantuan paket sembako, BMH juga turut membina warga Makam Rangkah, mulai dari pendidikan agama untuk anak-anak dengan mendirikan TPQ di tempat tersebut. (Mustofa/Humas BMH Jawa Timur)

Siaran Pers

Islam dan Martabat Perempuan

Oleh : Muhammad Arsyad Arifi (Anggota AMM Mororejo)

Pada beberapa waktu yang lalu kita memperingati hari perempuan se-dunia yakni pada tanggal 8 Maret 2018. Hal ini berakar pada demonstrasi besar-besaran yang dilakukan oleh para perempuan di Postgard. Demonstrasi ini memicu revolusi di Uni Soviet dalam pengakuan hak asasi perempuan.

Hal ini bermula pada tradisi Kristen yang sangat merendahkan wanita. Pendiri Kristen St. PauIus menganggap bahwasannya perempuan adalah sumber dosa dan merupakan makhluk kelas dua di dunia ini. Tertulian (150 M), seorang bapak gereja pertama mengatakan bahwasannya wanitalah yang membukakan pintu bagi masuknya godaan setan dan membimbing kaum pria ke pohon terlarang untuk melanggar hukum tuhan dan membuat laki-laki menjadi jahat serta menjadi bayangan tuhan.

Akhirnya mereka mengadakan pemberontakan besar-besaran. Sehingga muncullah tokoh-tokoh seperti Mary Wollstonecraft, Elizabeth Candy Stanton, Susan B. Anthony yang menuntut kesamaan hak terhadap laki-laki. Pada awalnya hal ini merupakan tren positif, akan tetapi semakin lama pergerakannya semakin ekstrim dan cenderung kebablasan. Pada tahun 1970 mereka mengatakan bahwasannya perempuan adalah makhluk yang berdiri bebas menetukan peran hidupnya sendiri tanpa mempedulikan peran alami mereka menjadi seorang ibu.

Yang sangat menyedihkan adalah kaum Muslim banyak yang mengimpor paham ini secara salah kaprah. Sehingga muncul tokoh seperti Amina Wadud, yang menganggap tugas mengurus anak dan tugas rumah tangga adalah tugas yang hina dan tidak bermakna. Mereka berusaha menafsirkan ulang al-Qur’an yang memuat syari’at sekehendak mereka. Seperti, Fatima Mernissi mengatakan bahwasannya jilbab adalah simbol penindasan terhadap kaum perempuan dan tak ada sedikitpun manfaat dari berjilbab.Selain itu, wanita berhak menjadi Khatib jum’at, mengimami laki-laki, dan semua aturan seperti hak waris, aqiqah, dan sebagainya mereka ubah. Muhammad Syahrur menyatakan bahwa aurat perempuan sejatinya hanya dada dan daerah sekitar kemaluan selain itu bukan aurat, dan tentunya “bebas diobral”. Semua ini berangkat dari pendapat Nasr Hamid Abu Zayd yang mengatakan al-Qur’an adalah produk sejarah (buatan manusia) bukan kalam Allah.

Paham ini bahkan sudah sampai di depan mata kita,dan diajarkan pada kurikulum pendidikan dasar dan menengah, yakni pada buku “Isu-Isu Gender dalam Kurikulum Pendidikan Dasar dan Menengah” yang diterbitkan oleh Pusat Studi Wanita UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 2004. Pada sampul belakang buku ini saja ditulis, “Sudah menjadi keprihatinan bersama bahwa kedudukan kaum perempuan dalam sejarah peradaban dunia, secara umum ,dan peradaban Islam secara khusus, telah dan sedang mengalami penindasan. Mereka tertindas oleh rezim laki-laki: sebuah rezim yang memproduksi pandangan praktik patriarkhisme dunia hingga saat ini. Rezim ini masih terus bertahan hingga kini lataran ia seakan-akan didukung oleh ayat-ayat suci. Sebab itu, sebuah pembacaan yang mampu mendobrak kemapanan rezim laki-laki ini merupakan kebutuhan yang sangat mendesak saat ini untuk dilakukan.”

Islam sebagai agama rahmatan lil alamin tentunya memiliki andil besar dalam pembebasan hak-hak perempuan. Para kaum ini salah kaprah dalam memandang sejarah. Islam pada sejarahnya tidak pernah menindas kaum perempuan, yang dilakukan justru sebaliknya. Akan tetapi karena silaunya mereka dengan peradaban barat membuat sikap asal comot ini terjadi. Sikap inilah yang dikatakan oleh Ibnu Khaldun (1332-1406M) dalam Muqaddimah, sebagai pecundang, karena pecundang akan selalu meniru pihak yang mengalahkannya, baik dalam slogan, cara berpakaian, cara beragama, gaya hidup serta adat istiadatnya.

Adapun pembebasan hak-hak perempuan dalam Islam setidaknya sebagai berikut,

  1. Menyetarakan Derajat Kemanusiaan

Dalam Bible Kristen dinyatakan, ”Derajatnya dibawah laki-laki dan harus tunduk seperti tunduknya manusia kepada Tuhan.” (Efesus 5: 22)bahkan dalam surat lain yakni, (Sirakh 42:14) dikatakan bahwasannya, “Kejahatan laki-laki lebih baik daripada kebajikan perempuan, dan perempuanlah yang mendatangkan malu dan nista.” Hal ini jelas meletakkan derajat perempuan lebih rendah daripada laki-laki. Sedangkan dalam al-Qur’an termaktub “Siapa yang beramal shalih dari kalangan pria dan wanita dan dia beriman, maka pasti Kami akan memberinya kehidupan yang baik dan akan Kami berikan balasan dengan sebaik-baiknya apa yang mereka amalkan.” (QS. An Nahl: 97) Penyebutan secara beriringan inilah yang mengandung makna kesamaan derajat.Ayat ini juga didukung oleh (QS. Al-Hujurat: 13) yang berbunyi, “Sesungguhnya yang paling mulia di hadirat Allah adalah yang paling bertakwa.”Jadi laki-laki bukanlah manusia yang memiliki derajat lebih tinggi dari perempuan.

  1. Mengembalikan Hak-Hak Kemanusiaan
  • Hak Berbicara dan Memberi Kesaksian

Perempuan harus tuutup mulut di gereja, tidak ada hak untuk bersuara dan bertanya dalam suatu jemaat. Jika ingin bertanya tentang sesuatu yang belum dipahami, dia harus bertanya pada suaminya di rumah sebab tidak sopan bagi perempuan untuk berbicara dalam pertemuan jemaat” (I Korintus 14: 34-35).

Dalam sejarah agama Kristen, perempuan tidak dianggap keberadaannya di muka bumi ini. Maka dari itu suara dan pendapat perempuan di depan umum tak di gubris bahkan dilarang, walaupun Mary Wolstonecraft memperjuangkannya di Eropa mulai tahun 1972, akan tetapi pengaruhnya belum meluas hingga di Inggris tahun 1832 suaranya tidak diakui apalagi dalam berpolitik dan hukum. Hal inilah yang berusaha di ubah dalam Islam. Islam mengangkat wanita di ruang publik, mengangkat martabat wanita. “Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari laki-laki diantaramu, jika tidak ada dua lelaki maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari para saksi yang kamu ridhai, supaya jika seseorang lupa, yang lain mengingatkannya.(QS. Al-Baqarah: 282)

  • Mendapat Warisan

Bible Kristen menyatakan, “Anak perempuan tidak mendapatkan waris, kesuali jika tidak ada pewaris lagi dari laki-laki.” (Bilangan 27:8) dan “Seorang isteri tidak punya hak waris dari suaminya” (Bilangan 27: 8-11) Kristen memperlakukan tidak adil perempuan. Adapun Islam,Bagi laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu bapak dan kerabatnya, dan bagi wanita ada hak bagian pula dari harta peninggalan ibu bapaknya dan kerabatnya, baik sedikit maupun banyak menurut bagian yang telah ditetapkan.” (QS. An-Nisa: 7).Bahkan adakalanya perempuan saja mendapat hak waris sedangkan laki-laki tidak.

3.Mengembalikan Sisi Kemanusiaan Perempuan

  • Mengharamkan Diwariskannya Isteri dari Bapak

Pada tradisi Yunani dan Romawi kuno, wanita diperlakukan seperti barang, ketika suami meninggal isteri diwariskan seperti barang lainnya kepada anaknya. Sang anak boleh “menikmati”ibunya sendiri. Akan tetapi ketika Islam datang hal ini dilarang,“Wahai orang-orang yang beriman tidak halal kalian mewarisi wanita dengan jalan paksa.” (QS. An Nisa: 19)

  • Melarang Istibdza’ (Menyuruh laki-laki lain untuk menggauli isteri)

Jika istri dari salah seorang lelaki di antara mereka selesai haid kemudian telah bersuci maka lelaki termulia serta paling bagus nasab dan tata kramanya di antara mereka boleh menggauli wanita tersebut. Alangkah buruknya hal ini, tradinisi Arab Jahiliyyah menyebut hal ini Istibdza’ dalam agama Hindu hal ini disebut Niyoga. Islam mengharamkan perbuatan nista ini, hal ini disebut sebagai zina muhson yang pelakunya dirajam (dilempari batu hingga mati).

  • Melarang Penguburan Bayi Perempuan Hidup-Hidup

Pada tradisi Arab jahiliyah bayi perempuan adalah aib, “Dan bila salah seorang dari mereka diberitakan dengan (kelahiran) anak wanita, berubah kecewalah wajahnya dan dia dalam keadaan marah. Dia berusaha menyembunyikan dari masyarakatnya apa yang diberitakan kepadanya. Apakah dia biarkan hidup dalam keadaan hina atau dia kubur. Alangkah jahatnya apa yang mereka hukumi.” (QS. An Nahl: 58-59). Islam melaknat hal ini. Wallahua’lambishawab.

MUI Minta Umat Islam Papua Tidak Terprovokasi Ancaman PGGJ

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Kerukunan Umat Beragama, KH Yusnar Yusuf menyayangkan tuntutan Persekutuan Gereja-gereja di Kabupaten Jayapura (PGGJ) terkait pembangunan Masjid Al-Aqsha yang melebar dari pokok permasalahan. Yusnar juga menyebut tuntutan tersebut disertai ancaman.

Melalui surat edaran, PGGJ menuntut pembangunan menara masjid harus dibongkar karena menara masjid tidak boleh lebih tinggi dari bangunan gereja di sekitarnya. PGGJ juga menuntut umat Islam tidak boleh melakukan dakwah, larangan berjilbab, pengeras suara masjid harus diarahkan ke dalam masjid dan lain sebagainya.

Menag Berharap Masalah Masjid di Papua Selesai Lewat Musyawarah

“Nah ancaman yang dilakukan oleh PGGJ inilah yang memicu perbedaan pendapat yang bisa menjadi preseden buruk,” katanya kepada wartawan di Kantor MUI, Selasa (20/3/2018).

Padahal, lanjutnya, umat Islam selalu menjaga kondusifitas umat beragama lainnya yang hidup di daerah yang mayoritas muslim. “Disini tidak terjadi toleransi, tapi intoleransi,” ujarnya.

Kendati demikian, Yusnar meminta umat Islam di Jayapura dan Papua tidak terprovokasi.

Bidang Kerukunan Umat Beragama MUI juga menginformasikan, pada Senin (19/3/2018) digelar rapat dengan semua stakeholder dan unsur masyarakat yang ada di Jayapura. Dari pertemuan tersebut dibentuk tim kerja untuk menyelesaikan masalah terkait tuntutan PGGJ pada umat Islam. Artinya, saat terjadi musyawarah pada 19 Maret 2018 tidak ada solusi sehingga dibentuk tim kerja untuk menyelesaikan masalah.

“Kita mengharapkan ini tidak terjadi konflik, kita minta supaya terjadi kedamaian,” pungkasnya.

Reporter: Gio

Diundang Konferensi Internasional, MUI Perjuangkan Kemerdekaan Palestina

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri, Muhyiddin Junaidi sebagai delegasi Indonesia menyatakan akan memperjuangkan kemerdekaan Palestina dalam Konferensi Internasional yang digelar tanggal 11-13 April di Ramallah, Palestina.

“Lima delegasi Indonesia sepakat akan membantu Palestina dengan all out,” katanya kepada wartawan di kantornya, Selasa (20/3/2018).

Muhyiddin menjelaskan dalam konferensi internasional nanti akan menyampaikan beberapa usulan. Diantaranya tidak lagi mendengarkan Amerika sebagai peace negotiator.

“Karena Amerika sudah tidak bersikap netral, dengan berpihak kepada Israel,” pungkasnya.

Kelima delegasi yang diundang untuk menghadiri konferensi internasional ke-9 di Ramallah pada 11-13 April 2018 adalah Muhyiddin Junaidi mewakili MUI, Din Syamsudin mewakili Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antar Agama dan Peradaban (UKP-DKAAP), Wakil Menteri Luar Negeri dan beberapa tokoh yang lain.

ReporterL Gio

Syaikh Yusuf Estes Telah Tiba di Indonesia

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Dai asal Amerika Serikat Syaikh Yusuf Estes akhirnya tiba di Indonesia. Syaikh Yusuf Estes sendiri terbang langsung dari Los Angeles kemudian singgah di Incheon Korea Selatan dan transit di Singapura baru melanjutkan perjalanannya ke Indonesia.

Menempuh perjalanan selama lebih kurang 24 jam menggunakan Singapore Airlines, sosok dai terkemuka asal AS ini mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta tepat pukul 7 pagi WIB dan langsung disambut oleh ketua Sahabat Dakwah Internasional (SDI), ustadz Bukhari Wahid dan pembina SDI bapak Haji Sahir.

Dari bandara, Syaikh Yusuf Estes langsung dibawa menuju hotel di kawasan Sudirman untuk melepas lelah setelah sekian lama berada di dalam pesawat.

Agenda resmi Syaikh Yusuf Estes di Indonesia sendiri baru dimulai pada hari Ahad besok (18/3/2018) yaitu mengisi ceramah subuh di masjid Darussalam Kota Wisata, Cibubur dan dilanjutkan ceramah zhuhur di masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat.

Selain melakukan safari dakwah di beberapa kota yang ada di Indonesia, Syaikh Yusuf Estes juga akan melakukan beberapa pertemuan dengan berbagai pihak di Indonesia seperti ulama dan pejabat pemerintah.

Ada komentar menarik dari Syaikh Yusuf Estes setibanya di Indonesia. Hal itu disampaikannya langsung kepada ketua SDI, ustadz Bukhari Wahid.

“Dia bilang ke kita, wah servisnya kelas keluarga kerajaan,” ungkap Syaikh Yusuf Estes kepada ustadz Bukhari Wahid. Sepertinya Syaikh Yusuf Estes sangat terkesan dengan sambutan dan pelayanan yang diberikan pihak panitia kepada beliau.

Kedatangan Syaikh Yusuf Estes ke Indonesia difasilitasi oleh Sahabat Dakwah Internasional (SDI) yang sebelumnya juga sukses menghadirkan Dr. Zakir Naik (DZN) dan Mufti Kerajaan Perlis Malaysia, Dr. Mohd Asri Zainul Arifin (Dr. Maza).

Profil singkat Syaikh Yusuf Estes

Syaikh Yusuf Estes dibesarkan dari keluarga penganut agama Kristen yang sangat taat, dia mendapat pendidikan di Texas, sukses dalam berbisnis musik, memiliki toko, acara TV dan menggunakan bakatnya untuk menjadi seorang penginjil, sambil melakukan beberapa khotbah dari Alkitab.

Ada peristiwa menarik yang dia alami, yang peristiwa ini akhirnya merubah total hidupnya. Pada tahun 1991 dia berusaha mempengaruhi seorang Muslim dari Mesir untuk berpindah agama, namun justru akhirnya dia menemukan fakta sebenarnya tentang Islam sejati dan kemudian menjadikan dirinya seorang Muslim.