Aroma Melati Melekat di Tangan Suratmi

KLATEN (Jurnalislam.com) – Pagi ini, Selasa (5/4/2016) sekitar pukul 08.00 Suratmi bersama keluarga berziarah ke makam Siyono.

Suratmi dan kelima anaknya bersama kakak dan orangtua Siyono terlihat khusyu mendoakan sang suami yang pergi mendahului mereka.

Sepulang dari makam, Suratmi dan anggota keluarga yang lainnya mencium bau melati yang melekat di tangannya. 

"Wangi sekali, padahal tangan saya dan ibu saya gak pegang apa-apa. Sampai rumah tadi masih wangi," tuturnya kepada Jurnalislam, Selasa (5/4/2016).

Ziarah yang pertama kalinya itu, dilakukan Suratmi untuk menjelaskan kepada anak-anaknya tentang kematian ayah mereka.

"Abah ne endi mi? Di sawah?" (Abah kemana mi? Di sawah ya?). Mendengar pertanyaan itu dari anak saya, rasanya teriris-iris," tutur Suratmi berkaca-kaca.

Atas dasar itu Suratmi mengajak anak-anaknya berziarah ke makam Siyono untuk menjelaskan bahwa ayah mereka telah berada di sisi Allah.

"Saya bilang ke mereka, Abah sudah tidur dibawah situ, Abah sudah disayang Allah sekarang," ujarnya mencoba tegar.

Almarhum Siyono dimakamkan pertama kali pada hari Jumat (13/3/2016). Kemudian digali kembali untuk diotopsi pada Ahad (3/4/2016). 20 hari lamanya jenazah Siyono di dalam kuburan, namun jenazahnya masih utuh dan tidak berbau.

Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam‎

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.