Ansharusyariah: Dengan Ukhuwah Allah Akan Tunjukkan Izzah Kaum Muslimin

30 November 2017
Ansharusyariah: Dengan Ukhuwah Allah Akan Tunjukkan Izzah Kaum Muslimin
Amir Jamaah Ansharusy Syariah, Ustadz Muhammad Achwan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Acara Reuni Akbar alumni 212 akan digelar beberapa hari ke depan. Beberapa pihak kemudian masih mempertanyakan urgensi acara tersebut bagi Islam dan kaum muslimin. Tak sedikit juga yang mencium adanya kepentingan politik dalam acara tersebut.

Pimpinan Jamaah Ansharusy Syariah, Ustadz Muhammad Achwan mengatakan, acara reuni akbar alumni 212 sangat penting untuk digelar. Menurutnya, acara tersebut untuk menjaga rasa persatuan umat yang telah ditunjukkan umat Islam tahun lalu.

“Peristiwa satu tahun yang lalu sudah sangat luar biasa. Umat Islam bisa bersatu, menanggalkan identitas kelompoknya, meninggalkan egonya masing-masing, dan dengan itu Allah akan menunjukkan izzah kaum muslimin,” katanya saat diwawancarai Jurnalislam.com di Jakarta, Rabu (29/11/2017).

Baca juga: Jamaah Asharusyariah: Reuni 212 adalah Momentum Umat Kembalikan Kedaulatan

Ia menjelaskan, kemuliaan kaum muslimin hanya akan terlihat ketika umat mau bersatu. Oleh sebab itu, kata dia, berkumpulnya umat Islam dalam reuni akbar 212 adalah momen berharga yang patut dibanggakan.

“Maka acara ini sangat penting sekali, karena momen dimana umat Islam mau bersatu dan menanggalkan baju kelompoknya masing-masing dan mereka mau berkorban untuk itu, itu sangat mahal sekali harganya,” imbuhnya.

Ustadz Achwan melanjutkan, bersatunya umat Islam akan sangat diperhitungkan oleh mereka yang memusuhinya. Musuh-musuh Islam sangat takut ketika umat Islam bersatu. Ustadz Achwan mengutip firman Allah SWT dalam Al Qur’an surat Al Hasr (59) ayat 13-14.

“Sesungguhnya kamu dalam hati mereka lebih ditakuti daripada Allah. Yang demikian itu karena mereka adalah kaum yang tidak mengerti. Mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti.”

“Maka acara ini sangat penting sekali, bila perlu ini harus dilakukan setahun sekali, bahkan jika di daerah-daerah bisa itu akan sangat luar biasa,” terangnya.

Hanya untuk kepentingan Islam dan kaum muslimin

Terkait isu adanya kepentingan politik yang menunggangi acara tersebut,  Ustadz Achwan menasehatkan kepada para pemimpin umat khususnya panitia penyelenggara untuk meluruskan niat. Kekalahan umat Islam dalam perang Uhud disebabkan oleh kepentingan segelintir orang. Untuk itu ia menegaskan, kepentingan acara reuni 212 harus murni untuk kepentingan Islam dan kaum muslimin.

“Kepentingan lain itu hanya akan menyebabkan kekalahan bagi barisan kaum muslimin, seperti pada peristiwa perang uhud. Karena cepat atau lambat yang punya kepentingan akan ketahuan nanti,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ustadz Achwan mengatakan, urgensi acara reuni 212 juga untuk mengembalikan kedaulatan kaum muslimin di negeri ini. Ia menilai, Islam lah yang melahirkan semangat perlawanan melawan penjajahan hingga mengantarkan Indonesia pada kemerdekaannya.

“Oleh sebab itu, yang berhak memegang kedaulatan adalah kaum muslimin, itu yang sering dilupakan. Dan kami akan mendorong semangat itu kepada massa reuni 212 nanti,” tandasnya.