ANKARA (Jurnalislam.com) – Turki terus berusaha untuk membebaskan kota Al-Bab di Suriah utara yang dikuasai kelompok Islamic State (IS) dan PKK/PYD dari perbatasannya dalam menjaga keamanan perbatasan dan keselamatan pengungsi Suriah, Anadolu Agency melaporkan, Sabtu (24/12/2016).
Terletak 30 kilometer dari perbatasan Turki, Al-Bab (dalam bahasa Arab berarti pintu) digunakan sebagi rumah bagi sekitar 64.000 orang – terutama muslim Arab – sebelum letusan perang Suriah pada tahun 2011.
Kota ini terkenal sebagai salah satu pusat perdagangan aktif di Suriah dan memiliki lokasi khusus dan strategis karena terletak pada banyak jalan yang menghubungkan kota-kota Latakia, Aleppo, Raqqa, al-Hasakah dan Mosul Irak.
Militer Turki mendukung pejuang oposisi Pasukan Pembebasan Suriah (the Free Syrian Army-FSA) untuk membebaskan Al-Bab dari IS. Al-Bab adalah sebuah kota yang strategis bagi IS. Sabtu kemarin adalah hari ke-123 sejak kota itu dikepung untuk dibebaskan.
Operasi ini adalah bagian dari Operasi Perisai Efrat (Euphrates Shield) yang dipimpin Turki, yang dimulai pada akhir Agustus dengan tujuan meningkatkan keamanan, mendukung pasukan koalisi, dan menghilangkan ancaman teror di sepanjang perbatasan Turki.
Sekitar 840 kilometer persegi antara kota Azaz dan Jarabulus Suriah telah dibersihkan dari kelompok IS sejak operasi itu diluncurkan pada bulan Agustus.
Pembersihan kota akan menjaga pasukan IS berada dalam jarak 30-35 kilometer dari perbatasan Turki dan akan membantu menciptakan daerah aman bagi para pengungsi Suriah.
Operasi ini juga dimaksudkan untuk menjaga kota dari pasukan rezim Syiah Assad dan ekstremis PKK/PYD, yang berusaha untuk menciptakan sebuah “negara” di Suriah utara.
Kegagalan PKK/PYD merebut kota Al-Bab berarti bahwa hal itu tidak akan dapat terhubung kota Manbij di tepi barat dari Sungai Efrat dengan kota Afrin dekat perbatasan Turki.
Pada 13 November, pasukan FSA yang didukung Turki berhasil menguasai posisi dua kilometer dari Al-Bab.
Dan pada 9 Desember, FSA mulai maju di pusat kota, tapi mereka bertempur dengan perlawanan sengit saat pasukan IS menggunakan bom mobil dan jebakan untuk menghalangi pergerakan FSA ke kota.