Ahad, 30 Rajab 1447 / 18 Januari 2026
Search for:
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik

Akhirnya AS Akui Militer Myanmar Lakukan Pembantaian atas Warga Muslim Rohingya

23 Nov 2017 07:08:34
Akhirnya AS Akui Militer Myanmar Lakukan Pembantaian atas Warga Muslim Rohingya

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Amerika Serikat untuk pertama kalinya menyebut tindakan militer Myanmar terhadap warga Muslim Rohingya sebagai “pembantaian etnis”, dengan mengatakan sedang mempertimbangkan sanksi khusus terhadap mereka yang bertanggung jawab.

Komentar tersebut dibuat pada hari Rabu (22/11/2017) oleh Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson, yang mengunjungi Myanmar pekan lalu, di mana sebuah tindakan keras militer yang sengit telah mengirim lebih dari setengah juta Muslim Rohingya melarikan diri ke Bangladesh sejak Agustus.

“Pelanggaran oleh beberapa orang di antara militer Birma ini, juga pasukan keamanan, dan warga setempat telah menyebabkan penderitaan yang luar biasa dan memaksa ratusan ribu pria, wanita, dan anak-anak untuk meninggalkan rumah mereka di Burma demi mencari perlindungan di Bangladesh,” kata Tillerson dalam sebuah pernyataan, menggunakan nama lain Myanmar (Burma).

Senator AS: Ribuan Anak Dibantai dan Ribuan Wanita Diperkosa di Rohingya, Donald Trump Bisu

Kimberly Halkett dari Al Jazeera, yang melaporkan dari Washington, DC, mengatakan bahwa penggunaan istilah “pembersihan etnis” oleh Tillerson “muncul dengan konsekuensi hukum, dan juga menempatkan AS pada sisi moralitas yang benar” menurut pandangan banyak pihak.

Perserikatan Bangsa-Bangsa juga menggambarkan tindakan militer Budha Myanmar terhadap minoritas Muslim Rohingya yang teraniaya sebagai sebuah buku teks mengenai “pembersihan etnis.”

Tentara Myanmar memulai tindakan kekerasannya melawan Rohingya pada akhir Agustus, menyusul serangkaian perlawanan yang dituduh dilakukan Arakan Rohingya Salvation Army terhadap pos militer Myanmar di negara bagian Rakhine.

Deplu AS Tolak Pembantaian Muslim Rohingya sebagai Pembersihan Etnis, Ini Alasannya

Pengungsi Rohingya yang melarikan diri melaporkan pasukan Myanmar membalas dengan sebuah operasi pembakaran, pemerkosaan, penyiksaan dan pembunuhan dalam upaya memaksa mereka keluar dari Myanmar. Laporan ini didukung oleh kelompok hak asasi manusia yang memantau situasi.

“Mereka yang bertanggung jawab atas kekejaman ini harus dimintai pertanggungjawabannya,” kata Tillerson tentang kekerasan tersebut.

Legislator AS mengajukan sanksi khusus dan pembatasan perjalanan terhadap pejabat militer pada awal November.

Bagikan

BERITA TERKAIT:

  • Tiga Perempat Anggota PBB Akui atau Siap Akui Negara…
  • Anies Baswedan: Jangan Jadi Penonton Atas Tragedi…
  • Intelijen AS: Pengacara Militer Israel Akui Ada…
  • Kelompok Bersenjata Penentang Hamas Akui Koordinasi…
  • Pemerintah Lakukan Penilaian Atas 11 Calon Lembaga…
  • Pasukan Israel Lakukan Operasi Militer Darat di…
  • PBNU Undang Akademisi Pro-Zionis, Gus Yahya Akhirnya…
  • Seabad NU, Warga NU Diharap Mampu Lakukan Amar…
  • 411 Warga Palestina Tewas Sejak Gencatan Senjata,…
  • Lawan Pembantaian di Palestina, 1 Juta Massa Bela…
  • AS Tegaskan Semua Opsi Terbuka untuk Hentikan…
  • Respons Kegaduhan, Ayam Goreng Widuran Akui Produk…
Dukung Kami
Kategori : Internasional

Tags : AS Muslim myanmar muslim rohingya myanmar

Dukung Kami

Opini

Kapitalisme Frontier Kehutanan Bukti Kegagalan Negara dalam Tata Kelola

Kapitalisme Frontier Kehutanan Bukti Kegagalan Negara dalam Tata Kelola

16 Jan 2026 05:33:57
Bencana Belum Usai, Kepada Siapa Rakyat Berharap

Bencana Belum Usai, Kepada Siapa Rakyat Berharap

29 Des 2025 22:51:05
Kemandirian dan Martabat Bangsa

Kemandirian dan Martabat Bangsa

19 Des 2025 14:45:39
Generasi di Tengah Puing: Potret Kegagalan Negara Pasca Bencana?

Generasi di Tengah Puing: Potret Kegagalan Negara Pasca Bencana?

19 Des 2025 14:43:09

Internasional

Internet Dikunci, Ekonomi Rontok dan Ribuan Nyawa Melayang di Iran

Internet Dikunci, Ekonomi Rontok dan Ribuan Nyawa Melayang di Iran

17 Jan 2026 08:05:22
Iran Mulai Meniru Korea Utara: Internet Dikunci, Rakyat Diputus dari Dunia Luar

Iran Mulai Meniru Korea Utara: Internet Dikunci, Rakyat Diputus dari Dunia Luar

17 Jan 2026 08:04:07
AS Tegaskan Semua Opsi Terbuka untuk Hentikan “Pembantaian” di Iran, Teheran Balik Tuduh Washington Dalangi Kerusuhan

AS Tegaskan Semua Opsi Terbuka untuk Hentikan “Pembantaian” di Iran, Teheran Balik Tuduh Washington Dalangi Kerusuhan

17 Jan 2026 08:01:41
Diancam AS dengan Tindakan Tegas, Iran Batalkan Eksekusi 800 Pengunjuk Rasa

Diancam AS dengan Tindakan Tegas, Iran Batalkan Eksekusi 800 Pengunjuk Rasa

17 Jan 2026 08:00:03

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

 
 
 
 

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED