AILA: Hukum Indonesia Tak Bahas Kejahatan Homoseksual Menyasar Pria

AILA: Hukum Indonesia Tak Bahas Kejahatan Homoseksual Menyasar Pria

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Aliansi Cinta Keluarga (AILA) Indonesia menyatakan keprihatinan atas kasus kejahatan seksual Reynhard Sinaga yang mencoreng nama baik Indonesia di dunia Internasional.

Berkaca dari hal ini, AILA menilai perlunya payung hukum yang jelas soal kejahatan seksual dan LGBT.

“Dalam bidang penegakan hukum, Indonesia masih memiliki celah hukum dalam menyelesaikan kasus-kasus  kejahatan seksual seperti ini,” kata Ketua AILA Rita Soebagjo dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Rabu (8/1/2020).

Menurut AILA, Pasal 285 terkait perkosaan yang dikenal hukum Indonesia hanya dapat dijerat jika korbannya perempuan, dan pasal 292 terkait cabul sesama jenis yang hanya mengenai korban di bawah usia 18 tahun.

Hal tersebut adalah perluasan pasal 285 dan 292 yang dimohonkan ini telah ditolak oleh putusan hakim MK.

“Sehingga dapat dibayangkan jika kasus perkosaan yang dilakukan RS ini terjadi di wilayah hukum Indonesia, penegak hukum akan mengalami kesulitan dalam menjerat kejahatan seksual sesama jenis yang menyasar korban laki-laki,” katanya.

AILA Indonesia, kata Rita, ingin kembali mengingatkan hasil rapat dengar pendapat pemerintah dengan DPR pada tanggal 17 September 2016 , diantaranya yang menyatakan bahwa homoseksual merupakan masalah sosial.

Hal ini mengancam kehidupan beragama, ketahanan keluarga, kepribadian bangsa serta ancaman potensial terhadap sistem hukum perkawinan Indonesia.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X