
WASHINGTON (Jurnalislam.com) – AS mengirim pesawat tempur Kamis (18/08/2016) untuk melindungi pasukan operasi khusus Amerika dan sekutunya dari serangan udara rezim Assad di dekat kota Hassakeh, timur laut Suriah, Pentagon mengatakan Jumat (19/08/2016), lansir Al Arabiya News Channel.
Kapten Angkatan Laut Jeff Davis mengatakan AS telah meningkatkan patroli tempur udara di daerah itu dan telah memperingatkan Suriah bahwa Amerika akan mempertahankan pasukan koalisi. Ia juga mengatakan ia percaya bahwa ini adalah pertama kalinya AS bergegas mengirim pesawat dalam menanggapi insiden yang melibatkan pemboman jet tempur rezim Suriah ke pasukan sekutunya. (baca juga: Serangan Udara Rezim Assad untuk Pertama kalinya Gempur Posisi Milisi Kurdi-YPG)
Dia mengatakan pasukan komando AS sedang melakukan pelatihan daerah dan mengarahkan Pasukan Demokratik Suriah. “Serangan tidak berdampak langsung kepada pasukan kami. Jaraknya dekat. Cukup dekat hingga mengejutkan,” katanya.
AS awalnya menghubungi Rusia, dan Moskow membantah bertanggung jawab atas pemboman. AS menyampaikan peringatan ke Suriah melalui Rusia karena Rusia bersekutu dengan Assad dalam perang sipil di negara itu.
AS mengatakan akan melakukan apa pun yang dibutuhkan untuk melindungi pasukan koalisi, Davis menambahkan, “Rezim Suriah disarankan untuk tidak melakukan hal-hal yang akan menempatkan mereka pada risiko.”
Pesawat AS tiba saat dua jet Suriah pergi, Davis mengatakan, sehingga AS tidak memiliki kontak radio dengan mereka. Upaya pasukan Kurdi di darat untuk menghubungi jet Suriah tidak berhasil, katanya.
Patroli tempur udara tambahan AS akan memantau situasi dan memberikan bantuan kepada pasukan koalisi jika diperlukan, tapi tidak melanggar segala jenis zona larangan terbang, kata Davis.
Barack Obama telah menyetujui penempatan hingga 300 pasukan operasi khusus AS di Suriah untuk membantu Pasukan Demokratik Suriah.
Milisi Kurdi Suriah telah merebut beberapa posisi pasukan assad di kota Hassakeh yang terbagi, kata seorang pejabat Kurdi pada hari Jumat, memperluas kendali mereka di salah satu pertempuran terberat antara kelompok Kurdi dan Nushairiyah Assad.
Jet angkatan udara rezim digunakan pertama kali pekan ini terhadap pasukan Kurdi yang merupakan sekutu penting Amerika Serikat dalam memerangi kelompok Islamic State (IS).
Milisi YPG Kurdi, afiliasi ektremis PKK di Suriah, memegang sejumlah wilayah luas Suriah utara, di mana sekutu politiknya telah menyiapkan sebuah pemerintahan otonom sejak perang Suriah dimulai pada 2011. Rezim masih memiliki pijakan di kota-kota Hassakeh dan Qamishli.
Pasukan Kurdi, yang sudah memegang sebagian besar kota Hassakeh, telah mengambil alih bangunan yang dikuasai pasukan Assad termasuk perguruan tinggi ekonomi, kata Naser Haji Mansour, seorang pejabat Kurdi di aliansi Pasukan Demokratik Suriah yang berafiliasi dengan YPG.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (The Syrian Observatory for Human Rights), yang melaporkan perang menggunakan jaringan aktivis, mengatakan pasukan Kurdi telah memperoleh wilayah di bagian selatan kota.
Milisi Kurdi berupaya untuk mengembangkan otonomi mereka di Suriah utara menjadi sistem pemerintahan federal – rencana yang ditentang oleh Bashar al-Assad.
Rami Abdulrahman, direktur Observatorium, mengatakan pertempuran dimulai setelah milisi pro-rezim menahan pemuda Kurdi, yang diikuti pergerakan pasukan Kurdi yang didukung AS ke daerah yang dikuasai pemerintah Syiah Nushairiyah Assad.
Ini adalah letusan pertempuran besar kedua antara YPG dan rezim Suriah tahun ini. Pada bulan April, kedua sisi berperang beberapa hari dalam pertempuran mematikan di Qamishli, utara kota Hassakeh di perbatasan Turki. Daerah ini sebagian besar juga dikuasai YPG.
Observatory mengatakan sedikitnya 13 orang, termasuk anak-anak dan perempuan, telah tewas akibat penyerangan oleh tentara pada daerah Hassakeh yang dikendalikan Kurdi.
Pertempuran di Hassakeh terjadi akibat pasukan Kurdi mencoba mengambil alih kota, yang mendorong militer Assad membalas dengan menargetkan kelompok-kelompok bersenjata, kata militer Assad dalam sebuah pernyataan, Jumat.
Balasan Angkatan Darat dan setiap serangan lanjutan juga akan dibalas, kata pernyataan itu setelah hari kedua bentrokan dan serangan udara rezim Suriah terhadap milisi YPG Kurdi di Hassakeh.
Deddy | Alarabiya | Jurnalislam