Pentagon Siapkan Opsi Serangan Tiga Hari ke Iran, Trump Tunda Operasi hingga Usai Pemilu

WASHINGTON (jurnalislam.com)— Pentagon dilaporkan telah menyiapkan sejumlah opsi operasi militer intensif selama tiga hari terhadap Iran. Namun, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Washington tidak akan melancarkan serangan sebelum pemilihan paruh waktu AS pada 3 November 2026.

Laporan The New York Times pada Kamis (8/10/2026), yang mengutip sejumlah pejabat AS, menyebut rencana tersebut mencakup serangan terhadap persenjataan rudal dan drone Iran, fasilitas energi, serta sejumlah instalasi militer.

Opsi operasi itu dibahas oleh para pejabat senior keamanan nasional AS dalam pertemuan di Camp David pada Jumat pekan sebelumnya. Pembahasan tersebut dipimpin Wakil Presiden JD Vance.

Menurut sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah operasi militer singkat tetapi intensif selama sekitar tiga hari. Meski demikian, rencana itu masih berupa opsi dan belum menjadi keputusan final untuk melancarkan serangan.

Target potensial yang dibahas meliputi persenjataan rudal dan drone Iran, fasilitas energi, serta pos komando dan markas besar Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Secara terpisah, Axios melaporkan bahwa Pentagon telah menginstruksikan Komando Pusat AS (CENTCOM) untuk menyelesaikan persiapan menghadapi kemungkinan dimulainya kembali operasi tempur berskala besar terhadap Iran.

Menurut laporan tersebut, instruksi itu tidak menetapkan tanggal serangan. Trump juga belum mengambil keputusan akhir mengenai pelaksanaan operasi militer tersebut.

Axios menyebut kemungkinan operasi lanjutan dapat mencakup serangan berskala besar terhadap fasilitas energi, infrastruktur, dan target nuklir Iran.

Trump Sebut Pembicaraan dengan Iran Produktif

Di tengah persiapan militer tersebut, Trump pada Kamis menyatakan bahwa AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan paruh waktu pada 3 November. Ia juga menyinggung perkembangan jalur diplomasi antara Washington dan Teheran.

Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump mengatakan kedua negara sedang melakukan “pembicaraan yang produktif”.

Pernyataan tersebut muncul ketika pemerintah AS dilaporkan tetap meminta militernya mempersiapkan berbagai kemungkinan, meskipun belum memutuskan untuk kembali melancarkan operasi tempur besar-besaran.

The New York Times juga melaporkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir Trump berulang kali menolak sejumlah usulan untuk melanjutkan operasi militer skala besar terhadap Iran, meskipun Pentagon tetap diminta menyiapkan opsi baru.

Laporan itu menyebut tiga kapal induk AS diperkirakan berada di kawasan Timur Tengah dalam beberapa pekan mendatang sebagai bagian dari pengerahan kekuatan militer.

Dengan demikian, persiapan militer dan pernyataan mengenai penundaan serangan berlangsung secara bersamaan. Hingga berdasarkan laporan yang dikutip tersebut, belum ada keputusan final mengenai waktu maupun pelaksanaan operasi baru terhadap Iran.