Iran dan AS Ajukan Proposal Baru untuk Akhiri Perang, Selat Hormuz Jadi Sorotan

MOSKOW (jurnalislam.com)— Iran dan Amerika Serikat dilaporkan kembali mengajukan proposal baru untuk mengakhiri perang. Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan kedua pihak akan menyelaraskan usulan tersebut melalui mediator guna mencari jalan keluar dari konflik.

Pernyataan itu disampaikan Pezeshkian saat bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Turkmenistan, Kamis (8/10/2026). Pertemuan berlangsung di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS) dan KTT lingkungan hidup Laut Kaspia.

Menurut laporan Kantor Berita Mahasiswa Iran (ISNA), Pezeshkian menegaskan bahwa Teheran tetap membuka jalur perundingan dengan Washington meskipun konflik masih berlangsung.

“Kami sedang melakukan perundingan, tetapi setiap kali kami berbicara dengan AS, mereka kembali menyerang. Meski demikian, kami tidak akan meninggalkan meja perundingan dan dialog,” kata Pezeshkian.

Ia mengatakan Iran telah mengajukan sejumlah proposal yang kemudian direvisi. Amerika Serikat juga disebut telah menyampaikan usulan baru sebagai bagian dari upaya mencari penyelesaian.

“Kami telah melakukan revisi terhadap proposal-proposal tersebut. Setelah semuanya rampung, kami akan duduk bersama melalui para mediator yang sudah ada untuk menyatukan usulan-usulan itu,” ujarnya.

Upaya diplomasi tersebut juga berkaitan dengan pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur strategis pelayaran energi dunia yang menjadi salah satu titik penting dalam konflik Iran dan AS.

Namun, belum ada rincian mengenai isi proposal terbaru kedua negara maupun jadwal perundingan lanjutan yang disepakati.

Pezeshkian menegaskan bahwa Iran menginginkan perang berakhir dengan tetap menghormati hak-hak rakyatnya sesuai hukum internasional.

Iran Apresiasi Dukungan Rusia

Dalam pertemuan dengan Putin, Pezeshkian menyampaikan apresiasi atas sikap Rusia terhadap persoalan kawasan dan berbagai pembahasan di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia menilai Moskow telah membantu menghadapi tindakan sepihak dalam hubungan internasional.

Pezeshkian berharap koordinasi Teheran dan Moskow dapat semakin erat, termasuk dalam menghadapi perkembangan konflik dan memperkuat kerja sama strategis kedua negara.

Kedua pemimpin juga membahas hubungan bilateral serta peluang memperluas kerja sama di sejumlah sektor, seperti energi, pertanian, transportasi, dan perdagangan.

Mereka menekankan pentingnya mempercepat penyelesaian proyek-proyek bersama dan memperluas kerja sama yang dinilai sejalan dengan kepentingan nasional masing-masing negara.

Putin sebelumnya menyatakan kesiapan Rusia mendukung upaya diplomatik untuk menyelesaikan konflik Iran-AS. Dalam pembicaraan telepon pada Rabu (7/10/2026), kedua pemimpin juga membahas perkembangan perundingan antara Teheran dan Washington.

Sebelumnya, Putin menggambarkan gencatan senjata antara AS dan Iran sebagai sesuatu yang “tidak stabil dan terlalu rapuh” serta menyatakan dukungan berkelanjutan bagi Teheran.

KTT CIS dan Laut Kaspia

Putin tiba di Turkmenistan untuk kunjungan dua hari guna menghadiri KTT CIS dan KTT lingkungan hidup Laut Kaspia yang berlangsung di kawasan wisata nasional Avaza.

KTT CIS membahas kerja sama antarnegara anggota serta perkembangan regional dan internasional. Sementara itu, KTT Laut Kaspia mempertemukan para pemimpin Azerbaijan, Iran, Kazakhstan, Rusia, dan Turkmenistan untuk membahas berbagai persoalan kawasan, termasuk lingkungan hidup.

Di tengah agenda tersebut, pembicaraan Iran-Rusia turut menyoroti perkembangan konflik Iran-AS dan peluang diplomasi untuk mengakhiri perang.

Meski Iran menyatakan kedua pihak telah mengajukan proposal baru, keberhasilan perundingan masih bergantung pada proses penyelarasan usulan dan kesepakatan yang dapat diterima oleh pihak-pihak terkait.