HEBRON (jurnalislam.com)— Perayaan Sukkot di sejumlah wilayah Palestina diikuti pembatasan aktivitas warga Palestina oleh otoritas Israel. Di Hebron, akses jamaah Muslim ke Masjid Ibrahimi ditutup selama tiga hari, sementara sejumlah aktivitas warga Palestina di Kota Tua Yerusalem juga dibatasi.
Penutupan Masjid Ibrahimi berlangsung sejak Senin hingga Rabu, 28–30 September 2026. Menurut laporan WAFA, otoritas Israel menyebut hari raya Yahudi sebagai alasan penutupan tersebut. Pasukan Israel juga memperketat penjagaan serta menutup pos pemeriksaan dan gerbang elektronik menuju masjid.
Direktur Masjid Ibrahimi, Mu’taz Abu Sneineh, mengecam kebijakan tersebut. Ia menyebut penutupan dilakukan untuk mengamankan kegiatan perayaan Sukkot oleh pemukim Israel dan menilai kebijakan itu menghambat akses umat Islam ke tempat ibadah.
Sejumlah pasar di Kota Tua Hebron juga dilaporkan terdampak pembatasan. Pasukan Israel meningkatkan kehadiran di berbagai akses menuju kawasan masjid untuk mengamankan kegiatan perayaan Sukkot.
Pembatasan serupa dilaporkan terjadi di Kota Tua Yerusalem. Menurut The New Arab, puluhan pemilik toko, kafe, dan restoran Palestina di kawasan Pasar al-Qattanin diperintahkan menutup usaha mereka selama sebagian besar perayaan Sukkot.
Sekitar 200 warga Palestina yang tinggal di sepanjang rute ibadah yang direncanakan juga disebut diperintahkan tetap berada di dalam rumah selama kegiatan berlangsung. Laporan tersebut menyebut durasi pembatasan kali ini lebih panjang dibandingkan sejumlah kebijakan serupa sebelumnya.
Association for Civil Rights in Israel (ACRI) mempertanyakan dasar hukum pembatasan tersebut. Menurut organisasi tersebut, pemberitahuan kepada sebagian pemilik usaha disampaikan melalui telepon dan tidak disertai perintah tertulis.
ACRI berpendapat otoritas dapat mengatur rute kegiatan keagamaan, memperpendek jalurnya, atau menambah personel keamanan tanpa harus menerapkan pembatasan luas terhadap aktivitas warga Palestina.
Aktivitas Keagamaan di Al-Aqsa
Sementara itu, aktivitas keagamaan Yahudi di kompleks Masjid Al-Aqsa juga meningkat selama periode Sukkot.
Menurut laporan Anadolu, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir memasuki kompleks tersebut pada 28 September bersama kelompok warga Israel dengan pengamanan polisi. Departemen Wakaf Islam Yerusalem melaporkan lebih dari 1.200 warga Israel memasuki kompleks tersebut pada hari itu.
Sukkot merupakan salah satu hari raya penting dalam kalender Yahudi. Pada 2026, perayaan tersebut berlangsung hingga 2 Oktober dan menjadi bagian dari rangkaian hari raya Yahudi yang berlanjut hingga Simchat Torah pada 3 Oktober.
Penutupan Masjid Ibrahimi selama hari raya Yahudi bukan pertama kali terjadi pada 2026. WAFA juga melaporkan penutupan serupa pada Agustus dan September yang dikaitkan dengan pengamanan perayaan hari raya Yahudi.
Rangkaian pembatasan tersebut kembali menempatkan persoalan akses tempat ibadah dan aktivitas warga Palestina di Hebron serta Yerusalem sebagai isu yang mendapat perhatian selama perayaan hari raya Yahudi.