WASHINGTON, (jurnalislam.com)— Amerika Serikat dan China sepakat membentuk forum dialog khusus untuk membahas risiko dan manfaat teknologi super intelligence setelah pertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping di Washington.
Kesepakatan tersebut menjadi salah satu hasil pertemuan tiga hari Trump dan Xi dalam kunjungan kenegaraan Xi ke Amerika Serikat. Gedung Putih menyebut kedua negara akan membentuk U.S.-China Super Intelligence (SI) Dialogue, dengan pertemuan berikutnya ditargetkan berlangsung sebelum November 2026.
Selain forum dialog, Washington dan Beijing juga menyepakati pembentukan saluran komunikasi bilateral untuk menangani insiden yang berkaitan dengan teknologi super intelligence. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga komunikasi di tengah persaingan teknologi antara kedua negara.
Trump menyambut hasil pertemuannya dengan Xi secara positif. Ia menyebut pembicaraan tersebut menghasilkan “kemajuan besar” dan menggambarkan pertemuannya dengan pemimpin China itu sebagai sesuatu yang “luar biasa”.
“Negara kita sedang menang,” kata Trump kepada wartawan di atas helikopter Marine One.
Trump juga mengatakan tiga hari terakhir merupakan periode yang sangat luar biasa dan menyebut “banyak hal baik sedang terjadi” setelah pertemuannya dengan Xi.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin sepakat membangun hubungan AS-China yang disebut sebagai hubungan konstruktif berlandaskan “stabilitas strategis”, dengan prinsip saling menghormati, keadilan, dan timbal balik.
Bahas Iran hingga Pengendalian Senjata
Trump dan Xi juga membahas sejumlah persoalan internasional, termasuk Rusia, Korea Utara, dan Iran. Keduanya sepakat bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
Kedua negara juga menyatakan tidak ada negara maupun lembaga yang boleh memberlakukan pungutan terhadap jalur perairan internasional.
Trump turut mendorong pembicaraan pengendalian senjata yang melibatkan Amerika Serikat, Rusia, dan China.
Di sisi lain, hubungan AS-China masih menghadapi sejumlah persoalan yang belum terselesaikan, termasuk perdagangan, Taiwan, teknologi kecerdasan buatan, dan hubungan China dengan Iran. Sejumlah laporan mengenai hasil pertemuan juga mencatat bahwa pertemuan tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan, tetapi belum menyelesaikan seluruh perbedaan strategis kedua negara.
Pertemuan Trump dan Xi berlangsung selama tiga hari dalam kunjungan kenegaraan Xi ke Washington. Kedua pemimpin juga dijadwalkan memiliki kesempatan bertemu kembali dalam rangkaian agenda internasional berikutnya.