Perang Yaman: Operasi Militer Koalisi Arab Berakhir

YAMAN (Jurnalislam.com) – Seorang juru bicara koalisi militer yang dipimpin Saudi mengatakan bahwa operasi tempur besar di Yaman akan segera berakhir, setahun setelah dimulainya intervensi aliansi, Aljazeera melaporkan Kamis (17/03/2016).

Brigadir Jenderal Ahmed al-Asiri mengatakan kepada kantor berita AP pada hari Kamis bahwa koalisi akan mengatur rencana "jangka panjang" untuk membawa stabilitas ke negara itu.

Dia menambahkan bahwa aliansi akan terus memberikan dukungan udara untuk pasukan Yaman dalam memerangi pemberontak Syiah Houthi di darat.

Serangan udara dan darat selama setahun dimaksudkan untuk mengusir para pemberontak Syiah, yang merebut ibukota, Sanaa, pada tahun 2014 dan masih mengontrolnya hingga saat ini.

Pengumuman al-Asiri tersebut muncul hanya beberapa hari setelah pasukan yang setia kepada Presiden Yaman yang didukung Saudi, Abed Rabbo Mansour Hadi, mengaku telah merebut kembali pintu masuk ke kota Taiz di barat.

Para pemberontak Houthi yang didukung Republik Syiah Iran menguasai Taiz hampir setahun yang lalu.

Al-Asiri mengatakan koalisi sedang menyelidiki laporan pembunuhan massal di Yaman utara setelah dua serangan udara yang dipimpin Arab menekan pasar pada hari Selasa.

Kantor berita negara yang dikuasai Houthi, SABA, mengatakan sedikitnya 65 orang tewas dan 55 lainnya luka-luka.

Juru bicara Sekjen PBB Ban Ki-Moon, Stephane Dujarric, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan terbaru tersebut menggarisbawahi perlunya semua pihak untuk menghormati hukum hak asasi manusia di tengah pertempuran.

"Serangan terhadap penduduk sipil dan obyek sipil, termasuk pasar, sangat dilarang," katanya.

Pertempuran itu telah menewaskan lebih dari 6.200 warga sipil dan megakibatkan jutaan pengungsi.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses