AS dan Rusia Bersaing Unjuk Kekuatan Udara di Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com)Suriah Qamishli Airbase, yang terletak sekitar 70 kilometer dari Pangkalan Udara Rimelan AS, kini dikuasai Kurdi di timur laut Suriah (yang saat ini sedang dibangun), telah disiapkan untuk menampung militer Rusia, yang menurut pengamat, akan memungkinkan Rusia memantau Rimelan dan Turki di dekat pangkalan udara Incirlik, Anadolu Agency melaporkan Sabtu (30/01/2016).

Menurut sumber keamanan yang berbicara dengan syarat anonim, Rusia saat ini sedang dalam proses perluasan Qamishli Airbase, yang terletak hanya 3 kilometer dari provinsi Mardin Turki.

Qamishli Airbase, yang telah digunakan oleh rezim Assad Suriah sebagai markas intelijen dan militer sejak pertengahan 2013, dilaporkan melayani pesawat kargo Suriah dan Iran sekaligus juga digunakan untuk membawa pasukan Syiah Hizbullah ke negara itu.

Awal bulan ini, 100 tentara Rusia diterbangkan ke pangkalan udara oleh pesawat Suriah, menurut komite koordinasi lokal Suriah. (Komite koordinasi lokal adalah kelompok lokal yang mengatur dan melaporkan kegiatan anti-rezim.)

Pengamat mengatakan penyebaran pasukan militer baru oleh Rusia akan memungkinkan rezim Assad – yang merupakan sekutu Moskow – untuk meningkatkan kehadirannya di Qamishli, yang merupakan kabupaten terbesar di timur laut provinsi Al-Hasakah, Suriah.

Saat ini, 25 persen dari Qamishli dikendalikan rezim, sementara banyak dari sisanya dikuasai oleh pasukan PYD Kurdi.

Penyebaran pasukan Rusia baru di Qamishli juga akan memungkinkan rezim Syiah Assad untuk lebih berkoordinasi dengan dukungan militer dan logistik dari Syiah Irak dan Syiah Iran.

Sebelum meluncurkan serangan udara di Suriah pada 30 September tahun lalu, Rusia juga telah meningkatkan penyebaran militer ke Pangkalan Udara Hmeymim di Suriah barat.

AS juga memiliki pangkalan udara di provinsi Al-Hasakah Suriah (selain Turki Incirlik Airbase).

Militer AS juga baru saja selesai persiapan untuk membangun sebuah pangkalan udara baru di wilayah Al-Hasakah, wilayah yang dikendalikan PYD.

Pangkalan Udara Abu-Hajar di Rimelan baru-baru ini diperluas oleh AS sehingga dapat digunakan sebagai "pusat penghubung canggih" antara AS dan PYD untuk operasi menghadapi mujahidin  yang sedang berlangsung.

Awal bulan ini, markas tersebut diperbesar untuk mengakomodasi helikopter, namun belum dilengkapi untuk mengakomodasi pesawat tempur.

Menurut koresponden Anadolu Agency yang mengunjungi situs tersebut, militer AS telah membangun bangunan untuk pelatihan dan logistik dekat Rimelan Airbase, sementara pangkalan udara kedua sekarang sedang dibangun di sebuah desa di dekatnya.

Rimelan diserahkan ke PYD pada 2014 di bawah persyaratan perjanjian antara PYD dan rezim Assad.

Sejak awal tahun lalu, PYD dengan dukungan AS, menguasai beberapa posisi strategis di Suriah utara.

Pangkalan Udara Rimelan yang dibangun AS akan terancam oleh ekspansi Rusia dari Pangkalan Udara Qamishli, di mana – di samping pesawat tempur – Rusia diharapkan untuk menyebarkan baterai rudal air-to-ground.

Menurut sumber-sumber keamanan yang bersikeras mempertahankan anonimitas, Rusia juga baru-baru ini mendirikan sebuah sistem rudal SA-5 di Kuweires Airbase, yang terletak 35 kilometer di utara Aleppo.

Apakah Rusia mendirikan sistem rudal SA-5 – yang mampu meluncurkan rudal pada kisaran 300 kilometer – di Qamishli, dimana pangkalan udara AS Rimelan dan Incirlik berada dalam jangkauan, sumber-sumber keamanan mengatakan.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses