YAMAN (Jurnalislam.com) – Pembicaraan damai Yaman di Swiss berakhir pada hari Ahad (20/12/2015) tanpa kesepakatan untuk mengakhiri perang sipil dan intervensi asing yang telah berlangsung sembilan bulan tetapi faksi yang bertikai akan melanjutkan negosiasi pada 14 Januari, sumber delegasi pemerintah mengatakan kepada Reuters, Ahad.
"Putaran pertama diskusi Yaman berakhir dengan kesepakatan untuk dilanjutkan kembali di Ethiopia pada tanggal 14 Januari," kata sumber itu kepada Reuters.
Sebelumnya, PBB mengatakan pembicaraan damai antara pihak yang bertikai di Yaman telah berakhir di tengah pertempuran baru yang berlangsung sengit di negeri ini.
Kantor PBB di Jenewa mengatakan utusan khusus untuk Yaman, Ismail Ould Cheikh Ahmed, akan mengadakan konferensi pers hari Ahad. Pembicaraan perdamaian antara pejuang pro-pemerintah dan pemberontak Syiah Houthi mulai Selasa (15/12/2015) di desa Swiss Macolin.
Pertempuran sengit dan serangan udara oleh koalisi yang dipimpin Arab menargetkan Yaman utara, Sabtu, saat dua partai utama dalam konflik di negara itu terus melanggar gencatan senjata.
Bentrokan di Provinsi Hajjah dekat perbatasan Saudi antara unit milisi-sekutu dan pasukan Yaman pro-pemerintah telah menewaskan lebih dari 75 orang selama tiga hari terakhir, menurut pejabat keamanan Yaman dan saksi.
Pertempuran Yaman berlangsung antara pihak pemerintah yang diakui secara internasional dan didukung koalisi pimpinan Saudi serta AS, melawan pemberontak Syiah Houthi, yang bersekutu dengan mantan presiden dan didukung oleh Iran.
Menurut angka PBB, perang di Yaman telah menewaskan sedikitnya 5.884 orang sejak Maret, ketika pertempuran meningkat saat koalisi yang dipimpin Arab mulai meluncurkan serangan udara yang menargetkan pasukan Syiah Houthi.
Deddy | Reuters | Jurnalislam