ANKARA (Jurnalislam.com) – Partai Pekerja Kurdistan (PKK) telah terlibat dalam lebih dari 2.000 tindak kekerasan di Turki pada tahun 2015, sumber-sumber keamanan mengatakan, Anadolu Agency melaporkan, Sabtu (25/07/2015).
Militan PKK telah melakukan 2.099 tindakan kekerasan di Turki sejak awal tahun 2015, statistik otoritas keamanan menunjukkan.
Tindakan ini termasuk serangan bersenjata terhadap polisi dan warga sipil, serangan dengan batu dan senjata, serangan bom, serta pembajakan atau penculikan, menurut statistik polisi.
Militan telah menyebabkan sedikitnya 31 kendaraan terbakar selama minggu terakhir, saat terjadi pembunuhan polisi di tenggara Turki di provinsi Sanliurfa, Diyarbakir dan Kilis.
Pada hari Rabu, dua petugas polisi ditemukan ditembak mati di rumah bersama mereka di distrik Ceylanpinar Sanliurfa. PKK mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Sehari kemudian, polisi lain tewas dalam serangan senjata di Diyarbakir.
Dan pada hari Jumat, petugas polisi lainnya diculik saat menuju Mus dari Mardin bersama dengan keluarganya di Diyarbakir-Bingol Highway, kata polisi.
Militan PKK juga dilaporkan menyabotase jalan dan kendaraan di berbagai tempat di tenggara Turki.
Pemerintah Turki meluncurkan sebuah inisiatif di awal 2013, yang dikenal sebagai "proses solusi", untuk mengakhiri konflik puluhan tahun dengan PKK, yang telah merenggut nyawa lebih dari 40.000 orang selama lebih dari 40 tahun.
Polisi telah menangkap 320 orang yang diduga memiliki hubungan dengan kelompok-kelompok perlawanan di 22 provinsi Turki pada hari Jumat dan Sabtu pagi.
Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom