AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Sedikitnya lima orang tewas akibat ledakan bom di tempat parkir gedung kementerian keadilan Afghanistan di Kabul, menurut beberapa pejabat.
Kantor berita Reuters melaporkan mengutip Sediq Sediqqi, juru bicara kementerian dalam negeri, bahwa lima orang tewas dan beberapa lainnya luka-luka dalam ledakan hari Selasa (19/05/2015).
Itu adalah serangan besar kelima di ibukota Afghanistan dalam waktu lebih dari dua minggu.
Mohammad Ismail Kawoosi, juru bicara kementerian kesehatan, mengatakan "43 orang yang terluka telah dibawa ke rumah sakit Kabul … dan jumlah korban bertambah setiap menit".
Ledakan itu terjadi hanya beberapa jam setelah pengadilan Afghanistan menghukum 11 petugas polisi hukuman satu tahun penjara atas peran mereka dalam pembunuhan massal seorang wanita di Kabul pada bulan Maret.
Delapan perwira lainnya dibebaskan oleh pengadilan.
Awal bulan ini empat orang dijatuhi hukuman mati dengan digantung karena membunuh wanita yang dikenal hanya bernama Farkhunda.
Jaksa menuduh bahwa Farkhunda, 27 tahun, dipukuli sampai mati dalam serangan berdasarkan tuduhan palsu bahwa dia telah membakar Quran, kitab suci umat Islam.
Pembunuhan Farkhunda mengagetkan banyak warga Afghanistan, meskipun beberapa tokoh masyarakat dan agama mengatakan tindakan itu dapat dibenarkan jika dia benar-benar sudah merusak al Quran.
Penyelidikan presiden kemudian menemukan bahwa ia tidak melakukan perusakan al Quran.
Keadaan terakhir dirinya tertangkap kamera ponsel milik para saksi dan orang-orang dalam kelompok yang menyerang dirinya.
Video penyerangan itu beredar luas di media sosial.
Deddy | Aljazeera | Reuters | Jurniscom