Para Pejabat Pemerintah Turki Kutuk Keputusan Pengadilan Mesir

ANKARA (Jurnalislam.com) – Politisi Turki Senior mengecam keputusan pengadilan Mesir yang menjatuhkan hukuman mati pada Presiden Mesir pertama yang terpilih, Muhammad Mursi.

Wakil perdana menteri, anggota kabinet, dan kelompok-kelompok non-pemerintah menyatakan kemarahan atas semua keputusan terhadap Mursi dalam tuduhan keterlibatan pembobolan penjara massal selama revolusi Mesir 2011 dan spionase.

Wakil Perdana Menteri Turki Numan Kurtulmus pada hari Ahad (17/05/2015) mengatakan bahwa keputusan tersebut secara efektif membatalkan hak warga Mesir untuk memilih pemerintahan mereka sendiri, karena Mursi adalah presiden pertama dalam sejarah Mesir yang terpilih secara demokratis sebelum digulingkan pada Juli 2013 oleh kudeta militer yang dipimpin Presiden saat ini, Abdul Fattah al-Sisi.

Wakil Perdana Menteri Turki Bulent Arinc pada hari Ahad berdoa untuk Mursi dan pendukungnya, meminta Tuhan untuk membantu mereka, sementara Menteri Energi Turki Taner Yildiz dan Kementerian Pertahanan Turki Ismet Yilmaz juga mengatakan bahwa mereka percaya keputusan tersebut tidak akan dilaksanakan.

Menteri Kesehatan Turki Mehmet Muezzinoglu, mengatakan pada hari Ahad: "Putusan ini adalah sebuah pemahaman yang didukung oleh perencana kudeta dan kelompok fasis yang  berada di belakangnya. Setiap manusia yang benar-benar manusia akan berdiri untuk mengutuk hal ini," kata Muezzinoglu.

"Negara Barat mengatakan, 'kami menentang hukuman mati,' tetapi mereka hanya menonton, sambil mendukung mereka yang menempatkan orang-orang dalam hukuman mati."

Menteri Pemuda Turki Cagatay Kilic juga mengatakan pada hari Ahad: "Keputusan ini bencana, itu adalah titik hitam untuk masa depan Mesir. Kami berharap situasi ini diperbaiki secepat mungkin.."

Warga Turki turun ke jalan pada hari Ahad di Turki. Ratusan orang di Istanbul keluar untuk memprotes keputusan tersebut. Demonstrasi dipimpin oleh organisasi non-pemerintah Turki, termasuk Asosiasi Kebebasan Pemikiran dan Hak Pendidikan, atau Ozgur-Der dan Yayasan Bantuan Kemanusiaan (IHH).

Demonstrasi juga dilaporkan terjadi di Adiyaman, Adana, Kastamonu, Kocaeli, Izmir, Van, Antalya, Isparta, dan Bingol.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses