Maraknya Spanduk Tanpa Identitas soal Larangan Berpolitik Membuat Pengurus Masjid di Solo Resah

Maraknya Spanduk Tanpa Identitas soal Larangan Berpolitik Membuat Pengurus Masjid di Solo Resah

SOLO (jurnalislam.com)- Maraknya pemasangan spanduk tentang himbauan larangan berpolitik dan kampanye di masjid di wilayah Soloraya membuat resah pihak takmir dan jamaah masjid setempat.

 

Pasalnya, spanduk yang terpasang di Masjid Al Bakri Mojosongo, Solo, Masjid Baiturahman Banaran, Sumoharjo dan di sejumlah masjid lainnya tersebut dipasang tanpa penanggung jawab yang jelas.

 

Menanggapi hal tersebut, ketua Tim Advokasi Reaksi Cepat (TARC) Dr Muhammad Taufik menilai hal tersebut sebagai sebuah teror kepada takmir dan jamaah Masjid.

 

“Ada teror secara psikologi bagi khatib maupun jamaah masjid, seolah-olah Masjid adalah tempat yang tidak netral dan pro pasangan calon tertentu di dalam pemilihan umum,” katanya saat menggelar jumpa pers di Roemah Djoeang Laweyan, Solo, rabu, (6/3/2019).

 

“Bahwa melihat kenyataan di atas, patut diduga pelakunya berniat jahat, karena hal tersebut merupakan suatu perbuatan untuk mengadu domba dan memfitnah, hal ini tentu menjadi kewajiban bagi Kepolisian untuk menangkap dan menertibkan pelakunya,” imbuhnya.

 

Taufik juga mengatakan bahwa pihaknya telah menanyakan kepada pihak Bawaslu Surakarta dan Sukoharjo terkait pencantuman logo Bawaslu dalam spanduk tersebut.

 

“Hasil koordinasi dengan Bawaslu Kota Surakarta dan Bawaslu Kabupaten Sukoharjo bahwa MMT yang terpasang di Masjid bukan dari Bawaslu, walau di Sukoharjo ada tulisan Bawaslu,” ujarnya.

 

Untuk itu, ia meminta aparat dapat bersikap tegas dan menangkap pelaku yang sudah membuat keresahan di kalangan umat Islam, pasalnya, spanduk tersebut hanya ditemukan di dekat Masjid.

 

“Spanduk tersebut dikhususkan untuk tempat umat Islam saja, belum ditemukan di Gereja, Pura, Wihara dan Klenteng, jelas ini merupakan sikap yang mencerminkan sentiment, tendensius, dan diskriminasi,” tandasnya.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses