Ahad, 30 Rajab 1447 / 18 Januari 2026
Search for:
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik

Pekan ini Pangeran Arab Tour ke Amerika Serikat, Begini Kata Pengamat Timur Tengah

20 Mar 2018 10:35:02
Pekan ini Pangeran Arab Tour ke Amerika Serikat, Begini Kata Pengamat Timur Tengah

RIYADH (Jurnalislam.com) – Semua mata akan tertuju pada Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman pekan ini, saat dia melakukan kunjungan pertamanya ke Amerika Serikat setelah mengkonsolidasikan pengaruhnya di kerajaan Teluk.

Pemimpin Saudi, yang biasa disebut MBS, akan bertemu dengan pemimpin politik dan bisnis di Washington, New York, Silicon Valley dan tempat lain, dalam tur dua pekan di seluruh negeri.

Dia diharapkan bertemu Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa (20/3/2018), dan mengadakan pertemuan lain dengan para pemimpin bisnis di industri teknologi, saat putra mahkota itu mengamati investasi AS untuk mendukung rencana diversifikasi ekonomi Saudi.

Raja Salman Dukung Palestina Sedangkan Anaknya Pangeran Salman Dukung Donald Trump

Namun tujuan utama dari kunjungan itu adalah memperbaiki citra Arab Saudi di benak publik AS, kata Nader Hashemi, direktur Pusat Studi Timur Tengah di Sekolah Studi Internasional Josef Korbel Universitas Denver.

“Arab Saudi tahu bahwa itu memiliki masalah dalam hal citra (tampilan),” kata Hashemi kepada Al Jazeera.

 Mohammed bin Salman
Mohammed bin Salman

Dia mengatakan bahwa sebagian besar masalah itu didasarkan pada pandangan “bahwa Arab Saudi adalah salah satu negara di Timur Tengah yang mempromosikan interpretasi Islam yang sangat konservatif dan otoriter.”

Untuk mengatasinya, bin Salman mencoba menampilkan (mencitrakan) dirinya “sebagai angin segar, seorang reformis (pembaharu) … sebagai pembebas perempuan (pencetus emansipasi wanita), sebagai seseorang yang pro-reformasi [dan] sebagai seseorang yang membawa Arab Saudi ke arah yang berbeda (moderat),” kata Hashemi.

“Arab Saudi dan firma hubungan masyarakat dan sekutunya di Amerika Serikat telah menghabiskan banyak uang untuk mencoba menghadirkan pangeran mahkota Saudi yang baru sebagai bentuk pemimpin politik yang berbeda.”

Putra mahkota menggunakan strategi hubungan masyarakat yang sama dalam kunjungan tiga hari ke Inggris, di mana ia bertemu dengan pejabat senior Inggris, termasuk Perdana Menteri Theresa May, serta berbagai pemimpin bisnis dan pertahanan.

Pemerintah Saudi juga meluncurkan kampanye hubungan masyarakat sebelum kunjungan tersebut, memasang iklan di surat kabar Inggris dan di papan reklame sebagai pencitraan.

Pangeran Arab Saudi Diserukan Ditangkap dalam Kunjungannya di Inggris

Dorongan media juga sedang berlangsung di AS, di mana program CBS News, 60 Minutes, menayangkan wawancara eksklusif dengan bin Salman pada 18 Maret, malam sebelum kunjungannya ke Washington secara resmi dimulai.

Tapi seperti di Inggris, kunjungan pangeran mahkota tersebut juga diperkirakan akan dipenuhi oleh pemrotes, dengan demonstrasi yang direncanakan di kota-kota seperti Boston dan Washington DC.

Bagikan

BERITA TERKAIT:

  • Tiga Pekan Jelang Kemwil, JSIT Indonesia Wilayah…
  • Ketika Kata-Kata Menjadi Doa, Harapan dan Bukti…
  • AS Tarik Personel dari Timur Tengah, Israel Disebut…
  • PBB Nyatakan Gaza Dilanda Bencana Kelaparan, Pertama…
  • Ketua MPR Buka Munas II Alumni Timur Tengah, Dorong…
  • Setelah Serikat Buruh Norwegia Dukung Boikot Israel,…
  • Trump Beri Waktu Dua Pekan, AS Akan Gabung Perang…
  • Pengamat: Israel Ingin Mencaplok Suriah Lewat Dalih…
  • Aksi Bela Palestina, Ketua Umum PP Lidmi Sebut…
  • Bunker Nuklir Iran Terlalu Kuat, Bom Amerika Jadi…
  • Kapal Induk Amerika Lewati Perairan Indonesia, TNI:…
  • BMI: Inggris Harus Bertanggung Jawab atas Deklarasi…
Dukung Kami
Kategori : Internasional

Tags : arab saudi AS Pangeran Arab

Dukung Kami

Opini

Kapitalisme Frontier Kehutanan Bukti Kegagalan Negara dalam Tata Kelola

Kapitalisme Frontier Kehutanan Bukti Kegagalan Negara dalam Tata Kelola

16 Jan 2026 05:33:57
Bencana Belum Usai, Kepada Siapa Rakyat Berharap

Bencana Belum Usai, Kepada Siapa Rakyat Berharap

29 Des 2025 22:51:05
Kemandirian dan Martabat Bangsa

Kemandirian dan Martabat Bangsa

19 Des 2025 14:45:39
Generasi di Tengah Puing: Potret Kegagalan Negara Pasca Bencana?

Generasi di Tengah Puing: Potret Kegagalan Negara Pasca Bencana?

19 Des 2025 14:43:09

Internasional

Internet Dikunci, Ekonomi Rontok dan Ribuan Nyawa Melayang di Iran

Internet Dikunci, Ekonomi Rontok dan Ribuan Nyawa Melayang di Iran

17 Jan 2026 08:05:22
Iran Mulai Meniru Korea Utara: Internet Dikunci, Rakyat Diputus dari Dunia Luar

Iran Mulai Meniru Korea Utara: Internet Dikunci, Rakyat Diputus dari Dunia Luar

17 Jan 2026 08:04:07
AS Tegaskan Semua Opsi Terbuka untuk Hentikan “Pembantaian” di Iran, Teheran Balik Tuduh Washington Dalangi Kerusuhan

AS Tegaskan Semua Opsi Terbuka untuk Hentikan “Pembantaian” di Iran, Teheran Balik Tuduh Washington Dalangi Kerusuhan

17 Jan 2026 08:01:41
Diancam AS dengan Tindakan Tegas, Iran Batalkan Eksekusi 800 Pengunjuk Rasa

Diancam AS dengan Tindakan Tegas, Iran Batalkan Eksekusi 800 Pengunjuk Rasa

17 Jan 2026 08:00:03

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

 
 
 
 

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED