Langsung ke konten

Jurnal Islam

Kamis, 19 Rabi'ul Akhir 1448 / 01 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik
Internasional

Militer Myanmar dan Aung San Suu Kyii Dihantam Kecaman Dunia

Militer Myanmar dan Aung San Suu Kyii Dihantam Kecaman Dunia
Arie Ristyan
5 September 2017, 07:28

MYANMAR (Jurnalislam.com) – Pasukan Myanmar dan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi menghadapi kecaman internasional atas penderitaan kaum minoritas Rohingya baru-baru ini, lansir Aljazeera, Senin (4/9/2017).

Hampir 90.000 orang Rohingya telah membanjiri Bangladesh dalam 10 hari terakhir menyusul meningkatnya pertempuran antara pejuang Muslim Rohingya dan militer Budha Myanmar di negara bagian Rakhine barat yang dilanda konflik.

Muslim Rohingya selama ini telah dipaksa untuk hidup di bawah penindasan, pembatasan apartheid untuk bergerak dan memiliki kewarganegaraan.

Ini Laporan PBB atas Situasi yang Semakin Memburuk bagi Muslim Rohingya

Gelombang kekerasan, yang pertama dimulai Oktober lalu ketika sebuah kelompok pejuang kecil Rohingya menyerang pos-pos perbatasan, merupakan yang terburuk yang pernah dialami etnis Rakhine selama bertahun-tahun, dimana PBB dalam tanggapannya mengatakan bahwa tentara Myanmar mungkin telah melakukan pembersihan kaum Muslim Rohingya.

Aung San Suu Kyi, mantan tahanan politik penguasa militer Myanmar, mendapat tekanan yang meningkat atas ketidakpeduliannya untuk berbicara melawan perlakuan terhadap Rohingya atau menghukum militer.

Dia tidak berkomentar sejak pertempuran terakhir terjadi pada 25 Agustus.

Malala Yousafzai, peraih Nobel perdamaian Pakistan, menyuarakan penghukumannya atas masalah ini dalam sebuah pernyataan di Twitter.

“Setiap kali saya melihat berita tersebut, hati saya hancur menyaksikan penderitaan Muslim Rohingya di Myanmar,” Yousafzai mengatakan.

“Selama beberapa tahun terakhir saya telah berulang kali mengutuk perlakuan tragis dan memalukan ini. Saya masih menunggui peraih Nobel Aung San Suu Kyi melakukan hal yang sama,” tambahnya.

Menteri Luar Negeri Malaysia Anifah Aman juga mempertanyakan kebungkaman Aung San Suu Kyi.

“Sejujurnya, saya tidak puas dengan Aung San Suu Kyi,” kata Anifah kepada kantor berita AFP.

“(Sebelumnya) dia membela prinsip-prinsip hak asasi manusia. Sekarang sepertinya dia tidak melakukan apa-apa.”

Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Senin bahwa dia mendesak para pemimpin dunia untuk berbuat lebih banyak dalam membantu Muslim Rohingya, yang menghadapi apa yang dia gambarkannya sebagai “genosida”.

“Anda melihat situasi dimana Myanmar dan Muslim berada,” kata Erdogan di Istanbul, saat menghadiri pemakaman seorang tentara Turki. “Anda melihat bagaimana desa-desa dibakar … Kemanusiaan tetap diam terhadap pembantaian di Myanmar”.

Dia mengatakan Turki akan mengangkat isu tersebut di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York akhir bulan ini.

Krisis yang berkembang mengancam hubungan diplomatik Myanmar, terutama dengan negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim di Asia Tenggara seperti Malaysia dan Indonesia dimana ada kemarahan publik yang mendalam atas perlakuan terhadap Rohingya.

Maladewa mengumumkan pada hari Senin bahwa pihaknya memutuskan semua hubungan dagang dengan negara tersebut “sampai pemerintah Myanmar mengambil tindakan untuk mencegah kekejaman dilakukan terhadap Muslim Rohingya”, kata kementerian luar negeri dalam sebuah pernyataan.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi bertemu dengan Aung San Suu Kyi, serta kepala militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing di Naypyidaw, pada hari Senin dalam upaya untuk menekan pemerintah berbuat lebih banyak demi meringankan krisis.

Ini Hasil Pertemuan Menlu Retno Marsudi Dengan Aung San Suu Kyi

Ratusan orang berdemonstrasi di depan kedutaan Myanmar pada hari Senin, di mana polisi bersenjata dikerahkan dan aksi tersebut dikepung kawat berduri di belakang.

Pakistan juga menyatakan “penderitaan mendalam” atas kekerasan yang terus berlanjut terhadap minoritas Rohingya di Myanmar.

Menteri Luar Negeri Khawaja Muhammad Asif pada hari Senin menyerukan “tindakan efektif untuk mencegah terulangnya kekerasan semacam itu” terhadap minoritas Muslim.

Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif menambahkan dalam sebuah tweet baru-baru ini: “Kebungkaman global atas terus berlanjutnya kekerasan terhadap Muslim #Rohingya. Tindakan Internasional penting untuk mencegah pembersihan etnis lebih lanjut – PBB harus bangkit.”

Sejak pertempuran terakhir pecah, cabang al-Qaeda di Yaman telah menyerukan serangan balasan terhadap Myanmar sementara Taliban Afghanistan mendesak umat Islam untuk “menggunakan kemampuan mereka dalam membantu umat Islam Myanmar yang tertindas”.

Ribuan orang juga berkumpul di wilayah Chechnya, Rusia, Senin, untuk sebuah demonstrasi yang dipentaskan secara resmi mengenai situasi orang Rohingya.

Tags Muslim myanmar muslim rohingya myanmar

Berita Terkait

Wajib Halal Oktober 2026: Perlindungan Konsumen dan Ujian Kesiapan Ekosistem UMKM
Artikel

Wajib Halal Oktober 2026: Perlindungan Konsumen dan Ujian Kesiapan Ekosistem UMKM

24 September 2026
Air Mata Palestina, Air Mata Kita
Nasional

Air Mata Palestina, Air Mata Kita

23 Oktober 2023
Betulkah Gabung Board of Peace Merupakan Tindakan Realistis?
Artikel

Betulkah Gabung Board of Peace Merupakan Tindakan Realistis?

5 Februari 2026
Akhiri Perang Saudara di Sudan dengan Tegaknya Institusi Islam
Artikel

Akhiri Perang Saudara di Sudan dengan Tegaknya Institusi Islam

6 November 2025
Sinergi Ayah-Ibu di Ujung Tanding: Mampukah Menahan Laju Kekerasan Keluarga?
Artikel

Sinergi Ayah-Ibu di Ujung Tanding: Mampukah Menahan Laju Kekerasan Keluarga?

9 Desember 2025
Mayoritas Negara di Majelis Umum PBB Dukung Gencatan Senjata di Gaza
Berita

Mayoritas Negara di Majelis Umum PBB Dukung Gencatan Senjata di Gaza

14 Desember 2023

Terpopuler

Berita

  1. MUI: Wajib Halal 18 Oktober 2026 Merupakan Pemenuhan Hak Masyarakat
  2. Kasus Dugaan Child Grooming di ICM, MUI Dorong Perlindungan Korban dan Penegakan Hukum
  3. BPJPH Perluas Jejaring Halal Global, Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas

Artikel

Sorry. No data so far.

Berita

  1. Boikot Israel: Membaca Basis Data PBB, Daftar BDS, dan Nama-Nama yang Beredar di Indonesia
  2. Gus Lilur Ungkap Dugaan Rp480 Miliar Dana Korupsi Mengalir ke Muktamar NU
  3. Indonesia Walk Out saat Netanyahu Berpidato, Palestina Menunggu Langkah Berikutnya
  4. Gus Lilur Sebut Rp180 Miliar Dikaitkan dengan Nusron Wahid dalam Dugaan Aliran Dana Muktamar NU

Artikel

  1. Sekolah Gratis Mulai 2027, Bagaimana Madrasah dan Pesantren Swasta?
  2. Ayah yang “Hilang” di Rumah Sendiri: Membaca Fatherless Indonesia di 2026
  3. IGIC 2026: Diplomasi Agama dan Ujian Setelah Podium

Berita

  1. Menembus Jarak, MeDAN dan Aliansi Muslim Bali Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT
  2. FORSITAMA Cemani Gelar Pelatihan Digital Marketing, Bekali 138 Remaja Masjid Hadapi Era Digital
  3. Ma’had Baitul Hikmah Sukoharjo Cetak 221 Alumni, Kembangkan Pendidikan Berbasis Al-Qur’an dan Sains
  4. Perkuat Sinergi Pendidikan dan Dakwah, Al Mukmin Ngruki Silaturahmi ke PP Muhammadiyah

Artikel

  1. Bias Konfirmasi: Ketika Kita Sulit Melihat Kesalahan Sendiri
  2. Ketika Anak Bertemu Dunia yang Tidak Selalu Aman
  3. Ditjen Pesantren Sudah Berdiri, Kini Ummat Menunggu Buktinya

Opini

Adab Bekerja dalam Islam: Hak dan Kewajiban Pekerja serta Pemberi Kerja

Adab Bekerja dalam Islam: Hak dan Kewajiban Pekerja serta Pemberi Kerja

29 Sep 2026 18:18:15
Boikot, Antara Mimbar dan Meja Menlu

Boikot, Antara Mimbar dan Meja Menlu

29 Sep 2026 05:00:51
Pidato Sugiono di PBB: Palestina dan Ujian Multilateralisme yang Belum Usai

Pidato Sugiono di PBB: Palestina dan Ujian Multilateralisme yang Belum Usai

28 Sep 2026 18:37:20
Jaminan Kesehatan Tanpa Pungutan Biaya, Potret Negara Sebagai Pelayan Rakyat

Jaminan Kesehatan Tanpa Pungutan Biaya, Potret Negara Sebagai Pelayan Rakyat

28 Sep 2026 13:23:19

Internasional

Eisenkot Kritik Keamanan Dalam Negeri Israel, Soroti Kejahatan Terorganisasi di Negev

Eisenkot Kritik Keamanan Dalam Negeri Israel, Soroti Kejahatan Terorganisasi di Negev

30 Sep 2026 08:10:29
AS-China Bentuk Dialog Super Intelligence Usai Pertemuan Trump-Xi

AS-China Bentuk Dialog Super Intelligence Usai Pertemuan Trump-Xi

29 Sep 2026 04:50:08
Dua Tentara Israel Tewas, Penggunaan Drone Serang di Gaza Dihentikan Sementara

Dua Tentara Israel Tewas, Penggunaan Drone Serang di Gaza Dihentikan Sementara

27 Sep 2026 05:00:51
Indonesia Walk Out saat Netanyahu Berpidato, Palestina Menunggu Langkah Berikutnya

Indonesia Walk Out saat Netanyahu Berpidato, Palestina Menunggu Langkah Berikutnya

25 Sep 2026 21:02:51

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

[INFOGRAFIK] Jakarta Understanding 2026: Tujuh Komitmen Imam Besar Dunia dari Jakarta
[INFOGRAFIK] Partai Kepala Daerah Juara Korupsi di Era Jokowi: Golkar Disusul PDIP
[INFOGRAFIS] CIRI-CIRI WANITA SHALIHAH
[INFOGRAFIS] Satu Tahun Terakhir, Teroris OPM Semakin Sadis

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED