YAMAN (Jurnalislam.com) – Pemberontak Syiah Houthi di Yaman mengatakan bahwa mereka menargetkan sebuah kapal militer milik Uni Emirat Arab, bagian dari koalisi pimpinan-Saudi yang memerangi Syiah Houthi di negara tersebut.
Kapal tersebut, yang membawa peralatan militer, tiba di pelabuhan Mocha Yaman dari pelabuhan Assab Eritrea saat diserang, kata pejabat Houthi pada hari Sabtu (29/7/2017), Aljazeera melaporkan.
Badan Pers Saudi (The Saudi Press Agency), mengutip sebuah pernyataan oleh koalisi tersebut, mengatakan bahwa milisi Syiah Houthi menggunakan kapal penuh bahan peledak, yang menabrak dermaga dekat dengan sekelompok kapal di Mocha.
Ditambahkan bahwa tidak ada korban jiwa atau kerusakan substansial.
Kapal UEA adalah kapal ketiga milik koalisi yang menjadi sasaran di lepas pantai barat Yaman sejak awal 2017, menurut kantor berita AP.
Juga pada hari Sabtu, pejabat Yaman mengatakan bahwa pasukan yang setia kepada Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi mengambil alih kendali penuh atas sebuah pangkalan militer utama, yang dikenal sebagai Khalid Ibn al-Walid, dekat pantai barat Yaman.
Bentrokan yang berkecamuk di pangkalan antara pasukan yang setia kepada Hadi dan Houthi, yang mengendalikannya lebih dari dua tahun, telah membunuh puluhan orang di kedua belah pihak.
Kemudian pada hari Sabtu, pejabat Yaman lainnya mengatakan bahwa 13 pasukan Hadi tewas setelah pemberontak Syiah Houthi menyerang sebuah lokasi militer di selatan kota Taiz, di pantai barat daya.
Mereka mengatakan bahwa lima orang milisi Houthi terbunuh dalam bentrokan tersebut dan memperkirakan jumlah korban tewas di antara pasukan Hadi akan meningkat.
Koalisi yang dipimpin oleh Saudi, yang mendukung pemerintahan Hadi yang diakui secara internasional, telah melakukan operasi udara sejak Maret 2015, berusaha untuk mengusir pemberontak Syiah Houthi, yang merebut ibukota Sanaa dan daerah lainnya pada tahun 2014.
Koalisi tersebut, yang sebagian besar merupakan negara-negara Arab, bertujuan memulihkan kembali kekuasaan Hadi.