WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Pejabat militer AS dan penasihat pemerintahan Donald Trump telah menyusun sebuah proposal untuk meningkatkan jumlah tentara di Afghanistan, menurut beberapa laporan media di Amerika Serikat.
Rekomendasi yang dilaporkan tersebut muncul setelah sebuah tinjauan luas yang diduga dilakukan oleh Pentagon, Departemen Luar Negeri, badan intelijen dan lembaga pemerintah lainnya.
Sumber resmi yang dikutip secara anonim oleh media AS mengatakan bahwa kenaikan tersebut akan berkisar antara 3.000 sampai 5.000 tentara, termasuk pasukan Operasi Khusus.
Tujuan langkah tersebut adalah untuk memecahkan kebuntuan militer di Afghanistan dalam memerangi Taliban – yang telah memperoleh kemenangan beruntun dalam beberapa bulan terakhir, New York Times melaporkan pada hari Selasa (9/5/2017), lansir Aljazeera.
Presiden Donald Trump akan menerima sebuah pendekatan baru yang diusulkan untuk perang dalam waktu sepekan, Theresa Whelan, seorang pejabat kebijakan Pentagon, mengatakan kepada senator AS pekan lalu saat hearing.
Patty Culhane dari Al Jazeera, melaporkan dari Washington, DC, menggambarkan kebocoran ke media AS tersebut sebagai “Washington klasik”.
“Militer AS ingin mengirim 3.000 hingga 5.000 tentara lagi ke Afghanistan, presiden hampir membuat keputusan – dan tiba-tiba berakhir di semua surat kabar, dengan berbagai cara mencoba mengurung Trump,” dia berkata.
“Mereka melakukan hal yang persis sama dengan mantan Presiden Barack Obama saat membahas Afghanistan.”