YAMAN (Jurnalislam.com) – Tentara nasional Yaman dan komite Perlawanan Rakyat pro-pemerintah mengklaim telah menguasai sejumlah lokasi strategis di Sirwah di Gubernuran Marib, seorang juru bicara Al Arabiya News Channel melaporkan pada hari Rabu (07/09/2016).
Abdullah al-Shandqi, juru bicara komite Perlawanan Rakyat, mengatakan sekitar 35 pemberontak dari milisi Syiah Houthi dan pasukan yang setia kepada presiden terguling Ali Abdullah Saleh yang didukung Republik Syiah Iran telah tewas menyusul bentrokan di daerah.
Komite Perlawanan Rakyat adalah kelompok bersenjata yang dibentuk di beberapa provinsi Yaman selama Perang Sipil Yaman dan setelah kudeta Syiah Houthi untuk menggulingkan pemerintah Presiden Abd Rabbuh Mansur Al-Hadi yang diakui internasional pada bulan September tahun 2014.
Houthi mengendalikan ibukota, Sanaa sebagai hasil dari upaya kudeta tersebut
Didukung oleh koalisi yang dipimpin Saudi, tentara Yaman bersama-sama dengan komite mencoba untuk membebaskan Sirwah sepenuhnya untuk dapat memasuki area Khawlan, yang dianggap sebagai salah satu pintu masuk ke Sana’a.
Maarib terletak 120 km di sebelah timur Sanaa.
Sementara itu, sumber Houthi mengatakan utusan PBB untuk Yaman Ismail Ould Cheikh Ahmed tidak membawa agenda baru selama pertemuannya dengan perwakilan milisi di Muscat ibukota Oman. Media yang berafiliasi dengan Houthi juga menuduh utusan PBB bersikap bias dan mendukung pemerintah.
Delegasi Houthi tiba di Muscat setelah mereka menghentikan tur kunjungan regional mereka ke Irak pekan lalu.