Responsive image

50 Warga Palestina Diterjang Peluru Tajam Zionis pada Aksi Jumat

50 Warga Palestina Diterjang Peluru Tajam Zionis pada Aksi Jumat

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Sudah lebih dari empat bulan, warga Palestina di Jalur Gaza telah melakukan protes di sepanjang pagar pembatas Israel menuntut hak mereka untuk kembali ke rumah dan tanah keluarga mereka sejak diusir 70 tahun yang lalu.

Pawai Besar The Great March of Return mencapai puncak pada 15 Mei untuk menandai Nakba atau Bencana menurut warga Palestina sebagai – sebuah referensi untuk penghilangan paksa 750.000 warga Palestina dari rumah dan desa mereka guna membersihkan jalan bagi pendirian Israel pada tahun 1948.

Sejak itu demonstrasi massa setiap hari Jumat terus berlanjut.

Sejak protes dimulai pada 30 Maret, pasukan penjajah Israel telah menewaskan sedikitnya 166 warga Palestina di daerah kantong yang terkepung dan melukai lebih dari 18.000 orang, menurut pejabat kesehatan di Gaza.

Baca juga: Sejak Protes Akhir Maret, 135 Warga Palestina Tewas, 15.000 Terluka dan 370 Kritis

Pada hari Jumat (24/8/2018), pasukan zionis kembali menembakkan peluru tajam dan gas air mata ke arah demonstran di dekat pagar pembatas Israel, melukai sedikitnya 189 warga Palestina, menurut pejabat kesehatan di Gaza.

Dari mereka yang terluka, 50 orang terkena peluru tajam, lapor kantor berita Palestina, Wafa,

“Kami melihat banyak gas air mata ditembakkan … [dan] sepertinya amunisi hidup juga,” kata Charles Stratford dari Al Jazeera, melaporkan dari lokasi protes.

Sekitar, 5.000 orang menghadiri demonstrasi hari Jumat, yang merupakan unjuk rasa Jumat yang ke-22.

“Ada lebih sedikit orang di sini pekan ini dibanding yang telah kita lihat dalam beberapa pekan terakhir,” kata Stratford.

Baca juga:  Palestina Larang Warganya Partisipasi dalam Jajak Pendapat Pemilihan Kota Israel

“Beberapa orang berpikir bahwa salah satu alasan mengapa protes itu [dihadiri lebih sedikit orang] pekan ini adalah karena kami mengharapkan kelanjutan dari pembicaraan yang dimediasi oleh Mesir di Kairo, antara Hamas dan Israel.

“Israel menyangkal bahwa percakapan langsung sedang terjadi … tetapi kita tahu Mesir sangat tertarik dan bekerja sangat keras untuk membuat kedua belah pihak menyetujui gencatan senjata yang bertahan lama,” tambahnya.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X