WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Zona penyangga yang dibangun Turki di sepanjang perbatasan “sangat membantu” dalam memerangi Islamic State (IS) di dalam wilayah Suriah, juru bicara koalisi mengatakan pada hari Kamis (08/09/2016), lansir Anadolu Agency.
“IS kehilangan kebebasan untuk bergerak di daerah ini sehingga sangat mempengaruhi kemampuan IS untuk memperkuat pejuang mereka di Suriah dan Irak,” Kolonel Angkatan Udara John Dorrian mengatakan kepada wartawan melalui video conference dari Baghdad.
Langkah Turki untuk membangun sabuk keamanan di Suriah utara, bersama dengan serangan udara koalisi “membuat kondisi siap untuk pembebasan Raqqa, kota yang dipertimbangkan IS sebagai ibukota mereka,” kata Dorrian.
Kolonel menyebutkan komentar komandan baru pasukan koalisi pimpinan AS pada hari sebelumnya, Letnan Jenderal Stephen Townsend, yang mengatakan serangan Raqqa ditunda dengan adanya perselisihan antara Turki dan AS karena dukungan Pentagon untuk milisi YPG yang merupakan sayap militer PYD-PKK.
Ia menghindar untuk mengatakan sampai sejauh mana perselisihan yang ada antara kedua negara hingga menghentikan operasi untuk merebut kembali Raqqa yang ia yakini ada sekitar 1.000 pasukan IS.
Turki menolak klaim bahwa ada koordinasi antara militer Turki dan AS, karena Ankara menunjuk kelompok PYD dukungan AS afiliasi PKK di Suriah sebagai organisasi teroris.
Menteri Pertahanan Turki, Fikri Isik,mengatakan kepada wartawan di London bahwa ia mengatakan kepada Amerika, Ash Carter, bahwa operasi Raqqa harus melibatkan operasi darat Turki.
Menteri juga mengatakan kepada Carter bahwa Turki tidak bisa menerima jika PYD-PKK memperoleh wilayah di sekitar Raqqa dengan memanfaatkan keikutsertaannya dalam serangan itu.