Responsive image
Responsive image
Responsive image

Warga Tirtoyoso Manahan Surakarta Tolak Pembangunan Gereja Victori Efata

Warga Tirtoyoso Manahan Surakarta Tolak Pembangunan Gereja Victori Efata

SOLO (Jurnalislam.com)- Warga Tirtoyoso, Manahan, Surakarta menyerahkan surat penolakan terkait rencana pembangunan Gereja Victori Efata (GFI EFATA) di Tirtoyoso RT 03 RW 13 Manahan, Banjarsari, Surakarta kepada Pemkot Surakarta pada jum’at, (6/8/2021).

Perwakilan warga Tirtoyoso Prabowo yang didampingi Humas Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) Endro Sudarsono menyerahkan surat penolakan tersebut di Balikota Surakarta dan diterima oleh Badan Kesatuan Bangsa, Politik (Kesbangpol) Rudi.

Penolakan pendirian GFI EFATA tersebut menurut warga dikarenakan dari awal pihak pengurus Gereja sudah membohongi warga setempat, datang kerumah rumah warga atau dor to dor untuk meminta tanda tangan dan fotocopy KTP se isi rumah yang bertempat tinggal. Dengan alasan untuk persyaratan IMB mendirikan rumah tinggal keluarga.

“Sebelumnya pengurus Gereja tidak pernah mengadakan penemuan warga di Bale pertemuan warga RT 03 RW 13 Tirtoyoso Manahan,” kata Humas LUIS Endro Sudarsono saat membacakan surat penolakan dari warga Titoyoso tersebut.

Dalam surat penolakan tersebut, menurut Endro juga dikarenakan tidak adanya transparansi atau keterbukaan kalau Ketua RT 03 dan Ketua Rw 13 sudah memberikan tanda tangan untuk perijinan IMB Gereja.

“Selama ini warga merasa dibohongi dan warga menolak adanya pembangunan Gereja Victori Indonesia EFATA di kampung Tirtoyoso RT 03 RW 13, Manahan,” ungkapnya.

Endro melanjutkan, menurut keterangan dari warga Rumah lbadah lama statusnya rumah kontrakan bukan milik Gereja dan jemaahnya mayoritas dari luar.

Selain itu, tempat parkir yang tidak memenuhi syarat atu tidak Iayak jalan akses masuk atau jalan warga sempit.

“Lokasinya sangat berdekatan dengan rumah rumah warga dan Masjid serta mayoritas warga Tirtoyoso RT 03 RW 13 hampir 96% mayoritas Muslim,” pungkasnya.

Surat penolakan tersebut juga disertai tanda tangan mayoritas warga yang menolak berdirinya GFI EFATA. Selain diberikan ke Pemkot Surakarta, warga juga mengirimkan surat penolakan berdirinya GFI EFATA tersebut kepada ketua FKUIB Surakarta.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close X