SURAKARTA (jurnalislam.com)— Sejumlah warga Kelurahan Banyuanyar, Kota Surakarta, menggelar aksi penyampaian aspirasi terkait rencana pendirian sebuah gereja di kawasan permukiman RT 04 RW 07, Senin (31/8/2026).
Aksi yang berlangsung sekitar pukul 12.30 WIB tersebut merupakan bentuk tindak lanjut atas keberatan warga yang disebut telah berlangsung selama sekitar tiga bulan terakhir.
Perwakilan warga, Muhammad Saerozi, M.Pd., mengatakan penyampaian aspirasi ke kantor Kelurahan Banyuanyar dilakukan setelah warga sebelumnya menempuh sejumlah jalur komunikasi dan menyampaikan keberatan kepada beberapa instansi.
Menurut Saerozi, warga telah menyampaikan aspirasi tersebut kepada Kesbangpol, DPRD, dan Kementerian Agama. Kantor kelurahan kemudian menjadi lokasi penyampaian aspirasi karena dinilai memiliki posisi yang dekat dengan masyarakat di wilayah tersebut.
Di sisi lain, proses pemenuhan persyaratan pendirian rumah ibadah oleh pihak panitia pembangunan masih berlangsung. Berdasarkan informasi yang disampaikan warga, panitia tengah mengupayakan pemenuhan persyaratan dukungan warga sekitar, sementara jumlah calon jemaah yang disebut akan menggunakan rumah ibadah tersebut diklaim telah memenuhi ketentuan yang diperlukan.
Panitia juga disebut telah berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan instansi terkait dalam proses pemenuhan persyaratan serta verifikasi lapangan.
Sementara itu, warga menyampaikan adanya perbedaan sikap di tengah masyarakat terkait rencana pembangunan tersebut. Berdasarkan data yang dihimpun warga, mereka mengklaim lebih dari 85 persen penduduk setempat menyatakan keberatan terhadap rencana pembangunan. Sekitar 5 persen disebut mendukung, sedangkan 10 persen lainnya memilih bersikap netral.
Melalui aksi tersebut, warga meminta Pemerintah Kelurahan Banyuanyar memperhatikan aspirasi masyarakat serta mengambil langkah untuk memfasilitasi penyelesaian polemik secara dialogis.
Warga berharap proses penyelesaian persoalan tersebut dapat dilakukan dengan memperhatikan aturan yang berlaku sekaligus menjaga kondusivitas dan kerukunan masyarakat di wilayah Banyuanyar.