Waketum PP Persis: Pendekatan Terhadap Terduga Teroris Harus Lebih Humanis

SERANG (Jurnalislam.com) – Menanggapi gelombang desakan pembubaran Densus 88 dari umat Islam, Wakil ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Islam (Persis) Dr Jeje Zaenudin mengatakan, kalau pun tidak dibubarkan Densus 88 harus melakukan perubahan dalam kinerjanya.

“Kalau pun tidak dibubarkan, maka pendekatannya harus dirubah, pola pendekatan, pola kerjanya, dan prosedurnya,” katanya kepada Jurnalislam di Masjid At Taubah Jalan Raya Jakarta, Serang, Banten, Sabtu (26/3/2016).

Pihaknya juga mendukung adanya Revisi Undang-undang Terorisme, namun dengan syarat harus dibarengi dengan peningkatan profesionalisme kinerja Densus 88, “Khususnya dalam menjaga marwah (harga diri) dari orang baru terduga itu,” ujar ustadz Jeje.

Tidak adanya proses rehabilitasi terhadap seseorang yang menjadi korban salah tangkap Densus 88 bahkan adanya indikasi upaya menutup-nutupi menunjukkan ‘pasukan elit’ itu sangat tidak professional.

“Sekarang orang yang salah tangkap saja tidak ada proses rehabilitasinya kan, tidak mengakui kesalahannya lalu mengemukakan permintaan maafnya secara terbuka. Bahkan ada upaya untuk menutup-nutupi seperti kasus Siyono ini, keluarganya disuap, keluarganya disuruh tanda tangan paksa, ini kan jelas adalah tindakan-tindakan yang betul-betul tidak professional,” tegasnya.

Pada prinsipnya, lanjut ustadz Jeje, pihaknya sepakat dengan pembubaran Densus 88, tapi yang lebih rasional menurutnya adalah adanya perubahan dalam penanganan terorisme melalui pendekatan yang lebih humanis.

“Pak Tito Karnavian berjanji akan melakukan pendekatan persuasif terhadap orang-orang yang tertuduh teroris, yang kedua pendekatan rehabilitatif, yaitu diperbaiki pola pikirnya kalau memang dia (terduga teroris-red) salah dalam berfikir, diajak berdiskusi. Jadi pendekatan yang lebih humanis, bukan represif,” tukasnya.

Reporter: Muhammad Fajar | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.