Ustadz Felix Siauw: Pemerintah Ingin Mengontrol Islam

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kementerian Agama telah merilis 200 nama mubaligh terekomendasi yang bisa mengisi berbagai kegiatan keagamaan baik di masjid, mushalah, atau kantor sekalipun. Kemenag mengaku, rekomandasi ini dibuat sebagai respon dari pertanyaan masyarakat.

Namun, dalam rincian nama-nama tersebut, tidak ada nama mubaligh kondang yang selama ini dikenal dekat dengan umat seperti Ustadz Abdul Somad, Ustadz Adi Hidayat, atau Ustadz Felix Siauw, dan lainnya.

Menanggapi hal tersebut, mubaligh kondang Ustadz Felix Siauw menilai, ada narasi dibalik diterbitkannya daftar mubaligh rekomendasi Kemenag tersebut. Ia menyebut, pemerintah melalui Kemenag ingin mengontrol agama Islam

“Yang saya soroti adalah bukan daftarnya, saya melihat ada narasi apa dibalik ini semua. Polanya sama sebenernya. Pasca kasus terorisme yang kita semua sudah sepakat menolak kebiadabannya itu, ada satu hal yang ingin diambil, yaitu kontrol terhadap agama Islam,” kata dia dalam sebuah video yang diunggah di channel Youtube pribadinya @FelixSiauw, Sabtu (19/5/2018).

Ustadz Felix menjelaskan, pasca kasus-kasus terorisme pemerintah berkesimpulan bahwa pemicu terorisme adalah radikalisme agama yang disampaikan oleh para penceramah. Oleh sebab itu, lanjutnya, para penceramah ini harus dikendalikan.

“Salah satu tujuan deradikalisasi dan deislamisasi adalah mengontrol sender-sender (penceramah-red). Jadi ketika mereka sudah tidak bisa melakukan apa-apa lagi, mendeskreditkan sender sudah tidak bisa ya sudah, potong aksesnya. Alasanya apa? Karena orang-orang ini dikatakan memicu radikalisme,” jelas Ustadz Felix.

Terkait tidak ada nama dirinya di dalam daftar tersebut, Ustadz Felix mengaku tidak terkejut dengan hal itu.

“Saya tidak kaget dan saya juga tidak ngarep ada di daftar itu. Karena dari dulu kita dakwah umat juga tidak melihat pada daftar tadi. Jadi ketika daftar itu dikeluarkan umat mungkin berpikira who care, siapa yang peduli dengan itu,” tukasnya.

Bagikan