AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Uni Jihad Islam (IJU), yang secara terbuka menyatakan kesetiaan kepada Taliban dan juga berafiliasi dengan al-Qaeda, berpartisipasi dalam pengepungan kota Kunduz oleh Taliban, menurut pernyataan dan foto yang dirilis online, dalam pesan yang diposting di situs resmi IJU pada 1 Oktober, membantah laporan yang mengatakan bahwa Kunduz telah direbut kembali oleh pemerintah Afghanistan dan sekutu-sekutunya, lansir The Long War Journal, Sabtu (03/10/2015).
Serangkaian foto diterbitkan bersama dengan pernyataan itu. Gambar tersebut menunjukkan "rampasan" IJU, pejuangnya di pos pemeriksaan kota, dan kejadian lain setelah serangan. Selain itu, para tahanan yang dibebaskan setelah serangan sukses di kota Kunduz digambarkan sedang berjalan di jalanan.
"Daerah yang dibebaskan" ditampilkan dalam foto termasuk "Bandara di kawasan itu," serta sebuah distrik di pusat Kunduz, menurut IJU, bahwa laporan tentang Kunduz direbut kembali oleh "pasukan murtad" adalah "palsu dan tidak berdasar," menurut terjemahan yang diperoleh The Long War Journal. IJU mengatakan bahwa "mujahidin bebas bergerak di pusat" Kunduz dan "mendirikan kendali di sana."

Juru bicara Taliban, Zabiullah Mujahid, merilis pernyataan yang sama dengan IJU pada 1 Oktober. Mujahid mengatakan bahwa kota Kunduz tetap berada di bawah kendali Taliban dan sekutunya.
Dalam pernyataan sebelumnya yang diterbitkan pada 29 September, IJU mengatakan pejuang mereka tidak akan berhenti di Kunduz. IJU mengatakan bahwa "mujahidin" sedang bersiap untuk meluncurkan operasi terhadap daerah lain di Afghanistan utara, termasuk Mazar-e-Sharif di provinsi Balkh.
"Kami mengingatkan Anda bahwa kota Kunduz adalah satu-satunya kota di Provinsi Kunduz yang belum ditaklukkan oleh mujahidin," kata IJU pada 29 September, menurut terjemahan yang diperoleh The Long War Journal sebelum di taklukannya kota Kunduz.
"Mujahidin memiliki rencana untuk mengepung Mazar-e-Sharif dan area lain di provinsi Balkh setelah mereka "benar-benar menaklukkan" provinsi Kunduz, IJU meneruskan pernyataannya, mengatakan telah mencegat bala bantuan yang dikirim dari ibukota Kabul dan bahwa "gubernur boneka" Kunduz terlihat telah melarikan diri ke Tajikistan dengan helikopter.
Pada 20 Agustus, IJU merilis sebuah pernyataan mengumumkan janji setianya kepada Mullah Akhtar Mohammad Mansour, Amir baru Imarah Islam Afghanistan.
Deddy |TLWJ | Jurniscom