Ucapan ‘Terima Kasih Jokowi’ di Badan Pesawat Garuda Dinilai Berlebihan

Ucapan ‘Terima Kasih Jokowi’ di Badan Pesawat Garuda Dinilai Berlebihan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Stiker bertulis ucapan terima kasih kepada Presiden Jokowi di badan pesawat Garuda Indonesia yang akan memberangkatkan jamaah haji ke Tanah Suci, menuai polemik dan menjadi sorotan masyarakat. Terlebih, hal itu tidak pernah dilakukan di era presiden-presiden sebelumnya.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera, menilai ungkapan terima kasih ke Jokowi di pesawat itu sebagai sesuatu yang berlebihan.

Menurut dia, sesuatu yang dilakukan secara berlebihan akan menuai pandangan negatif dari masyarakat dan menjadikan citra maskapai pelat merah itu semakin rusak pasca insiden tertolaknya laporan keuangan mereka, beberapa waktu lalu.

“Sesuatu yang berlebihan itu buruk. Apalagi berlebihan dalam memuji,” kata Mardani kepada Jurnalislam.com saat dihubungi di Jakarta, Selasa (09/07/2019).

Mardani pun lantas mempertanyakan apakah maskapai Garuda baru pertama ini mendapat kepercayaan memberangkatkan haji, sampai-sampai membuat “ritual” ucapan terima kasih dan pecahkan kendi semacam launching rute baru.

Menurut dia, pemberangkatan ribuan jamaah haji bukan hanya kerja maskapai penerbangan dan presiden, tetapi juga seluruh pihak, termasuk Pemerintah Arab Saudi yang memberikan tambahan kuota haji kepada masyarakat Indonesia.

“Prosesi pemberangkatan jamaah haji hasil kerja banyak pihak, bukan hanya segelintir orang,” tuturnya.

Mardani justru mengaku risih jika keberangkatan jamaah haji dikapitalisasi untuk menutupi laporan kinerja maskapai Garuda yang semakin menurun.

Meskipun hal itu telah diklarifikasi oleh pihak manajemen Garuda, namun kemunculan stiker ucapan terima kasih ke presiden tetap layak menjadi sorotan publik.

“Saya khawatir ini politisasi rendahan. Semoga Pak Jokowi tidak terjebak,” ujarnya.

Maskapai Garuda Indonesia memberikan penjelasan terkait ucapan terima kasih ke Jokowi di badan pesawat mereka.

Menurut mereka, langkah itu hanya untuk kepentingan pelepasan penerbangan perdana calon jamaah haji 2019 yang semula dijadwalkan dilakukan oleh Presiden Joko Widodo.

Namun, lanjut dia, karena sesuatu hal dan jadwal yang berubah, presiden tidak jadi melepas jamaah calon haji Kloter (Kelompok Terbang) 1 Solo, Jawa Tengah, akhir pekan lalu.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X