Terungkap, Hasil Autopsi Belum Digunakan Penyelidik dalam Kasus Siyono

Terungkap, Hasil Autopsi Belum Digunakan Penyelidik dalam Kasus Siyono

KLATEN (Jurnalislam.com)- Pasca ditolaknya pra peradilan kasus kematian Siyono, kordinator Tim Pembela Kemanusiaan (TPK) Dr. Trisno Raharjo mengatakan ada perbedaan perihal sebab kematian Siyono dari pihak kepolisian dan dari hasil otopsi Komnas HAM.

“Perbedaan dari Kepolisian itu menggunakan CT Scan dan bisa mengetahui penyebab kematian.

Tapi sudah dikatakan oleh ahli yang diajukan di praperadilan,” katanya kepada Jurniscom usai sidang putusan di PN Klaten, Selasa, (26/3/2019).

“Jadi kami mengajukan di praperadilan ahli menyatakan bahwa kematian itu harus autopsi tidak bisa tanpa dilakukannya autopsi. Karena harus membuka atau mebedah bukan melalui sindik Scan,” imbuhnya.

CT Scan itu hanya membantu saja, katanya, sehingga sudah dapat dipastikan kematian Siyono.

Padahal, dulu Komnas HAM sudah melakukan penyelidikan dengan autopsi.

“Yaitu pertama autopsi itu belum pernah dilakukan kecuali oleh komnas HAM,” katanya,

Yang kedua , tambahnya, kematian itu akibat benda tumpul yang ada di rongga dada dan tidak ditemukannya perlawanan.

“Jadi Siyono tidak melakukan perlawanan,” ungkapnya.

Poin-poin tadi, tambahnya, harus dilanjutkan dengan dilakukannya penyelidikan secara mendalam oleh penyelidik.

“Saat ini kami sudah memperhatikan bukti T 1 sampai dengan T33 yang diajukan oleh termohon itu tidak pernah menyinggung autopsi,” sambung Trisno.

Belum disinggungnya hasil otopsi, dianggap Dr Trisno penyidik belum mengangani kasus yang berjalan 3 tahun tersebut pada pokok permasalahan yang sesungguhnya.

“Penyelidik wajib menggunakan hasil autopsi komnas HAM itu disampaikan oleh tiga ahli dalam sidang praperadilan dalam tiga ahli yang menyampaikan ada dokter Gatot, Arif setiawan dan Profossor Edi,” ujarnya.

“Yang disampaikan justru oleh termohon yang menyatakan melakukan autopsi itu harus membuka dan autopsi itu sudah dilakukan nah autopsi ini yang harus dilakukan dasar oleh penyelidik,” tandasnya.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X