Ternyata Iran dan AS akan Turut Campur dalam Konferensi Astana

Ternyata Iran dan AS akan Turut Campur dalam Konferensi Astana

ANKARA (Jurnalislam.com) – Perwakilan dari rezim Suriah dan delegasi oposisi akan bertemu pada hari Senin (23/01/2017) untuk memperkuat gencatan senjata yang rapuh dan mengakhiri kebuntuan enam tahun di negara itu, Anadolu Agency melaporkan, Jumat (20/01/2017)

Pembicaraan damai akan diselenggarakan di ibukota Kazakhstan, Astana, yang akan dihadiri delegasi dari Iran dan AS bersama negara-negara penjamin Turki dan Rusia.

Sekitar 50 perwakilan dari sisi oposisi – termasuk penasihat dan anggota negosiasi – diharapkan untuk mengambil tempat duduk mereka di meja perundingan.

Muhammad Alloush, anggota faksi Jaysh al-Islam (Tentara Islam), ada di antara mereka yang akan mewakili delegasi oposisi.

Berbicara kepada Anadolu Agency dalam sebuah wawancara pada hari Kamis (19/01/2017), Alloush mengatakan: “Tujuan terbesar kami adalah untuk segera menghentikan pertumpahan darah.”

Delegasi oposisi akan berangkat ke Astana hari Sabtu.

Duta Besar Suriah untuk PBB, Bashar al-Jaafari memimpin sisi rezim Assad sementara delegasi Turki akan dipimpin oleh Wakil dari Kementerian Luar Negeri, Sedat Onal.

Organisasi Intelijen Nasional Turki dan pejabat Staf Umum juga akan hadir dalam pembicaraan.

Utusan Khusus Rusia di Suriah, Alexander Lavrentiev dan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Mikhail Bogdanov adalah tokoh dari sisi Rusia.

Utusan Khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura juga diharapkan menuju ke Astana bersama delegasi.

Pelepasan tawanan yang ditahan oleh rezim Bashar al-Assad, pertukaran tawanan dan memberikan bantuan kemanusiaan ke daerah yang dikendalikan rezim adalah permasalahan yang akan diajukan selama pembicaraan mendatang.

Proses Jenewa yang dipimpin PBB, yang bertujuan untuk mengakhiri perang Suriah, menyerukan pembentukan pemerintah sementara – yang terdiri dari wakil rezim dan oposisi – sampai pemerintah baru dapat dipilih dalam pemilihan umum.

Pembicaraan antara negosiator pemerintah dan oposisi Suriah dijadwalkan akan dimulai pada 23 Januari di ibukota Kazakhstan.

Menyusul kesepakatan gencatan senjata bulan lalu, yang ditengahi oleh Turki dan Rusia, pertemuan Astana tejadi sebagai bagian dari upaya kedua negara untuk menemukan solusi politik bagi konflik enam tahun Suriah.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Syiah Nushairiyah Assad menumpas pengunjuk rasa dengan keganasan militer tak terduga.

Sejak itu, ratusan ribu orang diyakini telah tewas dan jutaan lainnya mengungsi akibat konflik.

Bagikan