Seruan Buka Kembali Kasus KM50 Setelah Satgasus Polri Terindikasi Terlibat Kasus Sambo

Seruan Buka Kembali Kasus KM50 Setelah Satgasus Polri Terindikasi Terlibat Kasus Sambo

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Polri didesak untuk membuka kembali kasus tewasnya 6 anggota laskar FPI yang dikenal dengan kasus Km 50. Alasannya, ada sejumlah indikasi adanya dugaan keterlibatan Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Merah Putih dalam peristiwa tersebut.

Sekretaris Majelis Syuro PA 212 Ustadz Slamet Ma’arif mengatakan, dengan adanya sejumlah indikasi Satgassus terlibat dalam peristiwa KM 50 maka Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo harus segera bekerja untuk menindaklanjuti indikasi tersebut secara serius dan mengungkapkan kepada publik.

“DPR sebagai wakil rakyat juga harus wajib membuat tim pencari fakta atas indikasi keterlibatan Satgassus dalam peristiwa KM 50 ” ujar Ustadz Slamet Ma’arif kepada Harian Terbit, Minggu (23/10/2022).

Sebelumnya pemerhati Politik dan Kebangsaan, M. Rizal Fadillah mengatakan, ada sejumlah indikasi keterlibatan Satgassus peristiwa Km 50 Diantaranya, 30 personal Propam Mabes Polri pada kasus Km 50 bertugas melakukan “operasi khusus” dimulai penguntitan hingga pengamanan personal.

Keberhasilan dalam “membebaskan” dua anggota Satgassus Fikri Ramadhan dan Yusmin Ohorella di PN Jakarta Selatan hingga Mahkamah Agung (MA) menjadi bukti suksesnya operasi khusus Satgassus di Km 50. “Ferdy Sambo sebagai Kadiv Propam yang merangkap Kepala Satgassus adalah pemain di atas kamuflase khas mafia,” kata Rizal, Minggu (23/10/2022).

Indikasi lainnya, pimpinan operasi KM 50 adalah AKBP Handik Zusen Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya. Tim Sambo kasus Duren Tiga ini ikut menjadi bagian perekayasa kasus. Ia diduga sebagai “komandan” dari semua agenda di KM 50 termasuk selebrasi melingkar dengan yel kemenangan Handik Zusen ditahan di Mako Brimob.

“Adanya instansi lain dalam keterangan Polisi kepada Komnas HAM saat ditanya atau diperiksa mengindikasikan dua kemungkinan keterlibatan yaitu Institusi BIN yang telah terbongkar melakukan Operasi Delima atau Satgassus “organ khusus” yang tidak ada dalam struktur baku Polri. Demikian juga dengan mobil Land Cruiser hitam yang diduga “milik” Fredy Sambo. Beredar foto anggota Satgassus Bripka Matius Marey di sebelah Land Cruiser hitam,” papar Rizal.

Sumber: harian terbit

Bagikan