Sedikitnya 12 Tentara Afghanistan Tewas dalam Serangan Insider

Sedikitnya 12 Tentara Afghanistan Tewas dalam Serangan Insider

KUNDUZ (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 12 tentara Nasional Afghanistan (ANA) tewas di sebuah pos pemeriksaan dalam serangan imarah Islam Afghanistan (Taliban) yang difasilitasi oleh dua rekan korban di provinsi Kunduz utara, Aljazeera melaporkan Selasa (27/09/2016).

Mahmood Denmark, juru bicara gubernur Kunduz, mengatakan pada hari Selasa dua tentara membantu mujahidin memasuki pangkalan dan kemudian bergabung dengan mereka menyerang rekan-rekan mereka saat mereka tidur.

Insiden itu terjadi di pinggiran kota Kunduz hanya beberapa saat setelah tengah malam pada hari Senin, Aziz Kamawal, seorang komandan polisi lokal senior, mengatakan kepada kantor berita AFP.

“Dua tentara melarikan diri setelah membunuh 12 rekan mereka yang sedang tidur di daerah Zazhil Khoman di Kunduz,” kata Kamawal.

Denmark mengatakan perburuan sedang dilakukan untuk tentara yang “penyusup” tersebut.

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Dia mengatakan para mujahidin Taliban menyerbu pos pemeriksaan, menewaskan semua tentara dan merebut senjata dan amunisi mereka.

Pos itu adalah salah satu di antara banyak pos yang membentuk sebuah cincin pelindung di sekitar kota Kunduz, yang berhasil dikuasai oleh Taliban tahun lalu – pertama kalinya Taliban merebut ibukota provinsi sejak kehilangan kekuasaan pada tahun 2001 setelah invasi pimpinan AS.

Dalam beberapa bulan terakhir, Taliban telah meningkatkan serangan di seluruh negeri terhadap pasukan keamanan Afghanistan.

Serangan insider melanda pasukan Afghanistan dan internasional (NATO) di dalam negeri, menjatuhkan moral dan menyebabkan ketidakpercayaan dalam jajaran keamanan.

Pihak berwenang memperkirakan sekitar 5.000 polisi dan tentara Afghanistan tewas pada 2015 – dengan tambahan 15.000 lainnya terluka.

NATO, yang membantu untuk melatih dan memfasilitasi pasukan Afghanistan, memperingatkan angka suram tersebut diperkirakan akan meningkat tahun ini.

Bagikan
Close X