Rusia Mulai Tarik Mundur Pasukannya

JENEWA (Jurnalislam.com) – Utusan khusus PBB untuk Suriah menyatakan penarikan mundur pasukan Rusia dari negara yang dilanda perang tersebut sebagai "perkembangan yang signifikan", mengatakan hal itu menambah "momentum" atas pembicaraan yang sedang berlangsung di Jenewa, lansir Aljazeera Selasa (15/03/2016).

"Saya merasa bahwa ada perbedaan dalam pembicaraan ini," katanya ketika ditanya mengapa ia berpikir negosiasi di Jenewa akan berhasil.

Dia mengatakan keterlibatan beberapa negara, termasuk Amerika Serikat dan Rusia, dan "bersatunya Dewan Keamanan" juga membuatnya percaya bahwa saat ada "jalan berbatu" di depan, pembicaraan akan "menghasilkan momentum".

Namun, de Mistura mengatakan ada beberapa isu utama yang dapat menimbulkan hambatan untuk proses, termasuk pembebasan tahanan kelompok oposisi di penjara rezim Suriah, dan pengiriman bantuan kemanusiaan untuk warga Daraya di luar Damaskus.

Pada awal pertemuan, negosiator mengheningkan diri satu menit untuk korban perang, yang memasuki tahun kelima pada hari Selasa.

Bassma Kodmani, negosiator oposisi dan anggota Komite Tinggi Negosiasi (the High Negotiations Committee), juga menyebut sesi hari ini sebagai "pembicaraan yang konstruktif".

"Ada beberapa sukacita dan kebanggaan bagi awal kebebasan rakyat Suriah," kata Kodmani.

Tapi dia juga mengakui bahwa belum ada hasil untuk masalah pembebasan tahanan, yang katanya "tidak untuk negosiasi".

Dia mengatakan sedikitnya "eksekusi mati harian" 50 tahanan terus berlangsung di penjara-penjara yang berbeda di Suriah.

Gencatan senjata yang dibentuk oleh Moskow dan Washington ini disepakati oleh pasukan rezim Assad, kelompok oposisi moderat dan pendukung internasional mereka, namun tidak termasuk seluruh Afiliasi al Qaeda seperti Jabhah Nusrah dan sekutunya, serta kelompok IS.

Konflik Suriah telah menewaskan lebih dari 400.000 orang dan menelantarkan hampir setengah dari populasi 23 juta sejak dimulai pada Maret 2011.

Perang juga telah menyebabkan gelombang pengungsi di Eropa.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses