KAIRO (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 16 orang, termasuk 13 polisi, terluka dalam ledakan bom di dekat sebuah fasilitas pelatihan polisi di Delta Nil, sebelah utara ibukota Kairo, menurut pejabat.
Kementerian Dalam Negeri Mesir mengatakan pada hari Sabtu (1/4/2017) bahwa alat peledak tersebut tersembunyi di sepeda motor yang diparkir di dekat pusat pelatihan di kota Tanta, lansir Aljazeera.
Korban yang terluka dipindahkan ke rumah sakit terdekat setelah ledakan bersamaan dengan aparat keamanan menyisir tempat kejadian.
Dua korban berada dalam kondisi kritis, menurut kementerian kesehatan.
Sebuah kelompok baru yang menyebut dirinya Liwaa al-Thawra, atau Brigade Revolusi, mengaku bertanggung jawab atas pemboman dalam sebuah pernyataan yang diposting di media sosial.
“Sebuah pusat pelatihan untuk anggota polisi telah ditargetkan di provinsi Gharbia dengan perangkat yang sangat eksplosif … pejuang kami mundur dengan aman setelah menyelesaikan misi,” kata pernyataan kelompok itu tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Serangan juga terjadi di Kairo dan kota-kota lainnya.