Purnawirawan Jenderal Anton Tabah Dukung Parade Tauhid

SOLO (Jurnalislam.com) – Anggota Komisi Hukum MUI Pusat Brigjen pol (purn) Anton Tabah memberikan dukungan untuk acara parade Tauhid yang rencananya akan digelar pada Sabtu (16/5/2015) di Kota Surakarta.

"Saya mendukung parade ini," katanya dalam forum silaturahmi antar elemen muslim yang di selenggarakan pengurus MTA Pusat di Solo, di Gedung MTA Pusat Mangkunegaran, Solo, Ahad 10 Mei 2015, dalam rilis LUIS kepada jurnalislam.com, pada Selasa (12/5/2015).

Dalam kesempatan itu, Anton juga diminta oleh Ustadz Ahmad Sukina untuk menyampaikan tausyiah dihadapan ribuan jamaah Jihad Pagi ( Mengaji Ahad Pagi). Di depan ribuan jamaah MTA, Anton Tabah mendukung dan menghimbau kepada umat Islam Solo Raya bahkan DIY untuk mengikuti parade Tauhid Menyambut Ramadhan 1436 H yang akan berlangsung Sabtu 16 Mei 2015 pukul 07.00 dengan rute masjid kota Barat hingga Bundaran Gladag.

“Pemurtadan harus dilawan,”katanya. 

Data yang dimiliki Anton Tabah bahwa umat Islam di Indonesia sekarang ini hanya tinggal kurang lebih 75%. Pertumbuhan tempat ibadah non Muslim jauh lebih pesat jika dibanding dengan pertumbuhan masjid-masjid umat Islam. 

“Ada distorsi terhadap ayat Islam sebagai Rahmatul lil alamin,” imbuhnya.

Anton Tabah juga menjabat sebagai Dewan pakar KAHMI, Dewan Pakar ICMI, Dewan Pembina Jurnalis Muslim Indonesia dan bulan April didaulat sebagai  Ketua Penanggulangan Penodaaan Agama.

Hadir dalam Forum ini adalah Ustadz Ahmad Sukina (Ketua Umum MTA), Prof. Dr. Zaenal Arifin Adnan, dr; Sp. Pd; AR-FINASIM (Ketua MUI Solo) , Dr. Muinnudinillah Basri, MA (Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta/DSKS)  KH. Wahyudin (Direktur Ponpes Al Mukmin Ngruki), Edi Lukito, SH (Ketua LUIS), Basyuno (Ketua FUI Klaten) dan beberapa tokoh Muslim di Sukoharjo dan Wonogiri.

 

Zarqawi | Jurniscom

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.