Perundingan Jenewa: Rezim Suriah Bersedia Bahas Transisi Pemerintah

Perundingan Jenewa: Rezim Suriah Bersedia Bahas Transisi Pemerintah

JENEWA (Jurnalislam.com) – Oposisi Suriah di perundingan perdamaian Jenewa IV mengatakan pada hari Rabu (01/02/2017), mereka telah diberitahu oleh mediator PBB Staffan de Mistura bahwa delegasi rezim telah sepakat untuk membahas masalah transisi politik.

“Kami mendengar hal yang positif dari de Mistura. Setelah didesak Rusia, ada penerimaan untuk mengatasi masalah … transisi politik,” Nasr al-Hariri, kepala delegasi oposisi Suriah, mengatakan dalam konferensi pers di PBB di Jenewa setelah bertemu dengan de Mistura.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Gennady Gatilov, yang pemerintahnya mendukung rezim Bashar al-Assad, bertemu delegasi oposisi Rabu sore di Jenewa. Gatilov mengatakan sebelumnya bahwa ia akan mendengarkan pandangan oposisi terhadap situasi saat ini.

“Hari ini, kita akan melakukan pertemuan dengan wakil menteri luar negeri Rusia. Dalam pertemuan ini, kita akan membahas secara detail masalah yang berkaitan dengan gencatan senjata dan situasi kemanusiaan yang memburuk di daerah yang berbeda di Suriah, terutama Timur Ghouta, dan mencari cara untuk mendukung proses politik yang sedang terjadi sekarang,” kata Hariri.

Tentang isu transisi politik, Hariri mengatakan, “Kami berharap bahwa Rusia akan memiliki peran yang konstruktif dalam masalah ini.”

Rusia pada hari Selasa mengajak sisi lawan dalam pembicaraan damai Suriah untuk berunding langsung.

Dalam sebuah wawancara dengan Anadolu Agency, Gatilov mengatakan: “Pembicaraan langsung, itulah yang [telah] kita serukan dari awal. Sayangnya, ini tidak terjadi sampai sekarang.”

Pada hari Senin, Hariri mengatakan ia mengakui “keterbukaan” para pejabat Rusia dalam pendekatan mereka untuk diskusi.

Putaran terakhir perundingan untuk menemukan resolusi konflik enam tahun dimulai Kamis lalu setelah negosiasi April lalu ditangguhkan.

Kedua belah pihak berada di ruangan yang sama pada hari pembukaan mendengar seruan de Mistura untuk mengakhiri perang. “Rakyat Suriah sangat ingin mengakhiri konflik ini dan Anda semua tahu itu,” katanya. “Anda adalah orang-orang pertama yang memberitahu kami.”

Namun, delegasi pihak yang bertikai belum berbicara face-to-face.

Gatilov juga mengatakan Moskow terbuka untuk diskusi dengan AS mengenai Suriah.

“Kami terbuka dalam semua konteks dengan pemerintah Amerika dan kami selalu berupaya menemukan kemungkinan untuk kerjasama kita bersama, pertama-tama, dalam memerangi terorisme di Suriah,” katanya.

Kebijakan Presiden AS Donald Trump mengenai Suriah masih belum jelas.

Sejak perang global di Suriah meletus pada Maret 2011, lebih dari 250.000 orang telah tewas, menurut PBB. Namun, Pusat Penelitian Kebijakan Suriah menempatkan jumlah korban tewas lebih dari 470.000.

Bagikan