Pemerintahan Trump Tuduh Rusia Berikan Senjata ke Taliban

Pemerintahan Trump Tuduh Rusia Berikan Senjata ke Taliban

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Amerika Serikat harus menghadapi Rusia karena telah memberikan senjata kepada Taliban untuk digunakan melawan pasukan pendukung AS di Afghanistan, kata beberapa pejabat militer AS.

Menurut kantor berita Associated Press, seorang pejabat militer senior AS yang berbicara tanpa menyebut nama mengatakan di Kabul pada hari Senin (24/4/2017) bahwa Rusia memberi senapan mesin dan senjata ringan lainnya kepada kelompok tersebut, lansir Aljazeera.

Taliban menggunakan senjata tersebut di provinsi-provinsi Helmand, Kandahar dan Uruzgan di Afghanistan selatan, kata pejabat tersebut.

Jenderal John Nicholson, komandan Amerika di Afghanistan, tidak memberikan rincian mengenai peran Rusia di Afghanistan pada sebuah konferensi pers di Kabul bersama Jim Mattis, sekretaris pertahanan AS.

Namun Nicolson “tidak membantah” bahwa keterlibatan Moskow termasuk memberikan senjata kepada Taliban.

Ketika ditanya tentang aktivitas Rusia di Afghanistan, yang terlibat perang berdarah di tahun 1980an dan menarik diri akibat kekalahan, Mattis menyinggung kekhawatiran AS yang semakin meningkat.

“Kami akan terlibat dengan Rusia secara diplomatis,” kata Mattis. “Tapi kita harus menghadapi Rusia karena yang mereka lakukan bertentangan dengan hukum internasional atau menolak kedaulatan negara lain.”

“Misalnya,” kata Mattis di ibukota Afghanistan, “senjata apa pun yang disalurkan di sini dari negara asing akan menjadi pelanggaran hukum internasional.”

Namun pemerintah Rusia menyangkal bahwa mereka memberikan dukungan semacam itu kepada Taliban, yang memerintah Afghanistan hingga terjadinya invasi pimpinan AS pada tahun 2001.

Moskow mengatakan bahwa kontak terbatas untuk menjaga keamanan dan membuat kelompok tersebut melakukan rekonsiliasi dengan pemerintah – telah gagal dilakukan oleh Washington selama bertahun-tahun.

Perang Afghanistan dimulai pada bulan Oktober 2001. AS memiliki sekitar 9.800 tentara di negara ini.

AS mengakhiri misi tempur mereka melawan Taliban pada tahun 2014, namun semakin terlibat dalam mendukung pasukan Afghanistan di medan perang.

Bagikan