Pemain Bayern Munich, Fielder Frank Ribery Tolak Gelas Bir pada Acara Pemotretan Tim

JERMAN (Jurnalislam.com) – Dua pemain Muslim di klub raksasa sepak bola Jerman Bayern Munich menolak untuk memegang gelas bir dalam pemotretan promosi awal pekan ini, teguh memegang keyakinan agama mereka, lansir OnISlam hari Kamis (27/08/2015).

Dalam foto tersebut, manajer Bayern Munich Pep Guardiola juga bergabung dengan pemainnya memegang segelas bir sambil mengenakan lederhosen tradisional, Daily Mail melaporkan.

Pemain tengah Muslim, Frank Ribery (Perancis) dan Mehdi Benatia (Maroko) menolak untuk memegang bir di tangan mereka.

Mereka menolak berpose dengan minuman beralkohol karena bertentangan dengan ajaran agama Islam.

Pemotretan tersebut merupakan bagian kesepakatan sponsor klub Jerman tersebut dengan bir Paulaner setelah tim memenangkan dua pertandingan pertama Bundesliga.

Gelandang Bayern Munich itu diyakini memeluk agama Islam pada tahun 2006 setelah menikahi seorang wanita Muslim asal Maroko.

Meskipun ia jarang berbicara tentang imannya, Ribery baru-baru ini mengatakan kepada majalah Le Paris Match bahwa dia merasa "aman" dengan Islam.

Pada tahun 2012, Ribery membuka bar bebas alkohol yang akan menyediakan jus buah, dalam upaya melawan kecanduan alkohol.

Dinamakan "O'Shahiz", bar tersebut mengambil nama dua anak perempuan Ribery, yaitu Shahinez dan Hizya.

Ribery sangat marah kepada Jerome Boateng saat rekan satu timnya itu menuangkan segelas besar bir di kepalanya selama perayaan gelar Bundesliga untuk Bayern pada 2013.

Islam melarang minuman keras tanpa kompromi dan melarang Muslim minum atau bahkan menjual alkohol.

Aturan umum dalam Islam adalah bahwa setiap minuman yang membuat orang mabuk adalah melanggar hukum, baik dalam jumlah kecil dan besar, apakah itu alkohol, obat-obatan, minuman fermentasi kismis atau sesuatu yang lain.

Deddy | OnIslam | Jurniscom

 

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X