Pakar: Kalau 6 Laskar Baru Tersangka Sekarang, Berarti Benar Ada Unlawfull Killing

Pakar: Kalau 6 Laskar Baru Tersangka Sekarang, Berarti Benar Ada Unlawfull Killing

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Pengamat Hukum, Andri W Kusuma menegaskan bila pihak kepolisian tak bisa menetapkan status tersangka bagi enam laskar Front Pembela Islam (FPI) yang sudah meninggal dunia. I

 

a menilai polisi telah melanggar Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) saat menetapkan tersangka bagi orang yang sudah meninggal.

 

Ia lantas mempertanyakan tindakan kepolisian yang menembak mati 6 laskar FPI. Bila baru ditetapkan tersangka saat ini, kata dia, upaya penembakan saat itu bisa diduga masuk dalam kategori unlawful killing atau pembunuhan di luar proses hukum.

“Dengan cara ditembak, dihilangkan nyawanya, itu kan sudah hukuman namanya. Jadi sudah dinyatakan salah. Makanya polisi melakukan upaya maksimal. Nah sekarang jadi pertanyaan, memang kalau saat [ditembak] itu belum jadi tersangka, malah tindakan daripada kepolisian itu ya jangan-jangan benar apa yang disampaikan oleh Komnas HAM sebagai unlawfull killing,” kata dia.

Andri lantas menilai harus ada proses di internal kepolisian untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Bila berkas sudah dikirim ke kejaksaan, kata dia, jaksa harus mengembalikan dan memberikan petunjuk agar proses tersebut dihentikan penyidikannya.

“Kalau sudah diserahkan, Jaksa bisa kembalikan dan memberikan petunjuk agar dinyatakan dihentikan penyidikannya. Karena proses itu harus dihentikan karena harusnya gugur,” kata dia.

Sumber: cnnindonesia

 

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X