MUI Minta Lembaga Sensor Tak Loloskan Film Merusak Mental Anak

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas meminta Lembaga Sensor Film Film (LSF) tidak meloloskan film yang merusak kepribadian anak sehingga tidak terjadi lagi pembunuhan yang dilakukan remaja terhadap balita seperti di Sawah Besar, Jakarta Pusat.

“Itu salah satu tugas Lembaga Sensor Film untuk menilai film-film yang beredar, apakah film yang akan diloloskan itu baik atau tidak, bernilai edukasi atau tidak. Kalau merusak kepribadian anak atau merusak akhlak anak bangsa, menurut saya, jangan diloloskan,” kata Anwardi kantor MUI, Selasa (10/3).

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini berharap kelak SF LSF lebih selektif lagi dalam meloloskan film yang akan beredar di Indonesia. Pasalnya, peristiwa pembunuhan yang dilakukan remaja 15 tahun tersebut sungguh sangat menyedihkan. “Peristiwa ini sangat menyedihkan ya, mengenaskan. Remaja membunuh anak kecil karena pengaruh film,” ucap Buya Anwar.

Ia juga mengingatkan kepada para pengusaha perfilman agar tidak selalu mengedepankan kepentingan bisnis dalam membuat film. “Karena yang namanya pengusaha dia kan orientasinya mencari uang. Jadi, jangan kepentingan mencari uang, lalu akhlak dan moral itu dikorbankan. Terlalu besarlah ongkosnya bagi pertumbuhan bangsa kita,” kata Buya Anwar.

Belum lama ini publik dikejutkan kasus pembunuhan keji yang dilakukan  NF, remaja 15 tahun yang tega membunuh bocah berusia lima tahun di Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Kamis (5/3). Berdasarkan pengakuan pelaku, dirinya terpengaruh film horor Chucky dan Slender Man yang kerap ditontonnya.

Polisi yang mengusut kasus NF ini mengungkapkan, pelaku mengaku tidak memiliki motif apa pun dalam membunuh bocah tersebut. Dengan kata lain, ia hanya terdorong keinginan membunuh, tanpa ada motif selain itu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menyebut, saat melakukan pembunuhan, NF sempat menaruh jenazah balita berinisial APA tersebut di dalam lemari kamar. Ia pun sempat tidur semalam di kamar tersebut. Yusri menyebut, NF terdorong tontonan film horor dan kekerasan yang diketahui menjadi hobi NF. “Si pelaku ini suka menonton film horor. Bahkan, salah satunya film Chucky yang menjadi hobinya,” ungkap Yunus.

Sumber: republika.co.id

 

 

RSPI Sulianto Saroso: 2 Pasien Sudah Sembuh Corona

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Rumah Sakit Pusat Infeksi( RSPI) Sulianti Saroso menyatakan dua pasien positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit tersebut telah pulih setelah hasil pemeriksaan laboratorium keduanya menunjukkan hasil negatif.

“Pasien 3 dan pasien 6 (penomoran dari urutan masuk ke RSPI Sulianti Saroso) yang negatif. Pasien 3 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin perempuan, dan Pasien 6 merupakan warga negara asing berjenis kelamin laki-laki,” kata Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso Mohammad Syahrir dalam jumpa pers di kompleks rumah sakit di Jakarta, Rabu (11/3)

Jika mengikuti urutan yang disampaikan juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, Pasien 6 versi RSPI merupakan Pasien 10, yaitu seorang WNA berjenis kelamin laki-laki berusia 29 tahun. Informasi itu turut dikonfirmasi oleh Syahrir: “Iya, pasien 6 itu pasien ke-10”.

Pasien 3, Syahrir menyebut, telah dirawat sejak 4 Maret. Sementara itu, Pasien 6 atau Pasien 10 dinyatakan positif pada 9 Maret. Artinya, pasien yang berkewarganegaraan asing menjalani masa perawatan kurang lebih dua hari sampai akhirnya dinyatakan negatif Covid-19 pada hari ini.

Dua pasien tersebut, Syahrir menerangkan, rencananya akan dipulangkan pada Kamis (12/3). Ia menjelaskan RSPI Sulianti Saroso tidak bertanggung jawab terhadap proses pemulangan dan penjemputan pasien. Tanggung jawab itu, menurut dia, akan diserahkan ke pihak pasien, keluarga pasien, dan pihak kedutaan khusus untuk warga negara asing.

Tidak hanya itu, Syahrir menerangkan pihak rumah sakit juga tidak bertanggung jawab untuk proses pemantauan setelah pasien dipulangkan ke rumah.

“Itu harusnya tanggung jawab Dinas Kesehatan ya. Jadi rumah sakit tidak punya kewenangan untuk melakukan pemantauan langsung kepada pasien-pasien di lokasi mereka berada. Tapi, kita kerja sama, ya,” ujar Syahrir.

Hingga 11 Maret, RSPI Sulianti Saroso masih merawat delapan pasien Covid-19, enam di antaranya masih dinyatakan positif, sementara dua sisanya telah dinyatakan negatif. Sementara itu, ada dua pasien suspect yang masih menunggu hasil. Dengan demikian, RSPI Sulianti Saroso telah menampung 10 pasien dalam ruang isolasi dari kapasitas 11 ruangan.

Sejak indonesia melaporkan kasus pertama Covid-19, RSPI Sulianti Saroso juga telah memeriksa 667 orang dalam pengawasan (ODP). Jumlah itu, menurut Syahrir terus bertambah tiap harinya.

Data Worldometers, laman penyedia jasa statistik independen, per Rabu (11/3), jumlah pasien COVID-19 dunia mencapai 119.217 jiwa dengan kasus terbanyak ditemukan di China (80.778 jiwa); Italia (10.149 jiwa); Iran (8.042 jiwa); dan Korea Selatan (7.755 jiwa). Di samping itu, Prancis juga melaporkan 1.784 kasus positif Covid-19, diikuti oleh Spanyol 1.695 kasus, Jerman 1.565 kasus, dan Amerika Serikat 1.010 kasus.

Dari jumlah keseluruhan pasien terjangkit Covid-19, 66.563 di antaranya dinyatakan pulih, sementara 4.299 lainnya meninggal dunia.

Sumber: republika.co.id

WNA Positif Corona Meninggal Dunia di Bali

BALI (Jurnalislam.com)- Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra mengonfirmasi pasien yang positif terjangkit SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid-19, meninggal dunia di RSUP Sanglah, Rabu (11/3/2020) dini hari tadi.

Hal itu disampaikan Indra kepada wartawan di kantor Gubernur Bali, Denpasar, Rabu (11/3/2020).

“Ya tadi pagi pukul 02.45 WITA saya mendapatkan informasi dari RSUP Sanglah bahwa salah satu pasien dalam pengawasan Covid-19 meninggal dunia pada pukul 02.45 WITA. Ini adalah warga negara asing berjenis kelamin perempuan usianya 53 tahun,” katanya seperti dilansir detik.com.

WNA itu baru empat hari lalu masuk wilayah Indonesia. Dia juga memiliki komplikasi penyakit, yaitu hipertensi, hipertiroid, diabetes, dan Chronic Obstuctive Pulmonary Disease (COPD).

Pasien tersebut awalnya dinyatakan positif Covid-19 pada Selasa (10/3/2020). Pasien itu termasuk dalam imported case atau terinfeksi virus dari luar Indonesia.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengumumkan seorang pasien yang positif terjangkit SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid-19, meninggal dunia pada Rabu (11/3/2020) dini hari WIB.

Menurut Yuri, sapaan akrab Achmad Yurianto, WNA berjenis kelamin perempuan dan berusia 53 tahun itu meninggal dunia bukan karena virus corona.

“Betul bahwa coronavirus ini akan memperburuk daya tahan tubuh dia dan ini akan membuat penyakit-penyakit dasar yang dia miliki menjadi semakin parah. Tidak pernah kita dapatkan meninggal karena coronavirus sendiri. Selalu adalah komplikasi,” ujar Yuri.

Sumber: cnbcindonesia

Jokowi Siapkan Ahok Jadi Presiden?

Tony Rosyid*

Ahok, manusia satu ini gak ada matinya. Didemo tujuh hingga belasan juta orang, jatuh. Kalah di pilgub DKI dan dipenjara dua tahun. Keluarganya pun ikut berantakan. Keluar dari penjara, Ahok bangkit kembali. Kali ini jadi komisaris utama (komut) PT. Pertamina. BUMN yang aduhai duitnya.

Protes dimana-dimana, Jokowi hitung. Ternyata hanya riak, bukan gelombang. Tak berbahaya. Rencana jalan terus.

Rupanya, Jokowi punya keyakinan sendiri. Keyakinan atau rencana? Itu yang sedang dalam banyak pengamatan. Rakyat membacanya, kemana arah manuver Jokowi ini nantinya. Yang pasti, Ahok jadi komut PT. Pertamina. Ini tanda bahwa Ahok punya kesempatan untuk bangkit kembali. Tepatnya, dibangkitkan lagi oleh Jokowi.

Belum tampak hasil kinerjanya sebagai komut di PT. Pertamina, Jokowi sebut-sebut Ahok akan jadi calon kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru. Sepertinya Ahok adalah calon terkuat. Meski ada nama Bambang Bridjonegoro, Abdullah Azwar Anas dan Tumiyana. Tiga nama yang disebut belakangan boleh jadi sekedar cadangan. Cadangan hanya akan dipakai jika Ahok gagal. Berpotensi gagal jika protes terhadap Ahok membesar jadi gelombang. Selama protes terhadap Ahok tak masif, apalagi hanya riak-riak kecil di medsos, atau paling banter di acara ILC, peluang Ahok jadi kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru sangat besar. Protes tak masif artinya tak membahayakan terhadap posisi Jokowi.

Sebaliknya, jika protes mulai membahayakan, mungkin Jokowi akan berhitung lagi. Ahok bisa ditarik mundur selangkah. Seandainya pun Ahok gagal sebagai kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru, tak lantas karir Ahok berhenti di PT. Pertamina. Masih akan ada posisi-posisi strategis yang disiapkan untuk Ahok kedepan. Tentu, sebelum Jokowi turun dari kursi presiden.

Jabatan komut PT. Pertamina diduga oleh banyak pengamat hanya sebagai batu loncatan untuk Ahok reborn. Analisis ini seolah mendapat pembenaran ketika Jokowi mengumumkan Ahok sebagai kandidat kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru. Clear!

Tak lama setelah nama Ahok disebut sebagai kandidat kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru, lagi-lagi Jokowi membuat sebuah pernyataan mengejutkan: “Tidak masalah presiden Indonesia itu non-muslim”. Publik ramai. Jokowi dianggap seolah-olah telah menyiapkan perahu politik untuk Ahok yang notabene non-muslim sebagai capres 2024. Analisis ini masuk akal mengingat belum ada nama kandidat yang potensial di luar Anies Baswedan.

Survei elektabitas Tito Karnavian, orang dekat Jokowi, masih sangat rendah. Sementara Puan Maharani, Ganjar Pranowo dan Risma, selain masih sangat rendah, juga bukan calon Jokowi. Tiga kader PDIP itu milik Megawati. Kecil kemungkinan Jokowi berpatner dengan Megawati di pilpres 2024. Gabung dengan Mega, Jokowi pasca pensiun hanya akan jadi anggota biasa di PDIP. No pengaruh. Apalagi selama menjadi presiden, kabarnya Jokowi telah banyak mengecewakan Megawati. Maka, akan jauh lebih strategis jika Jokowi punya calon sendiri.

Untuk sementara, hanya Ahok dan Tito Karnavian yang bisa dimainkan oleh Jokowi. Jika kedua tokoh ini pun gagal dibranding, mendukung Anies bagi Jokowi jauh lebih rasional dari pada bergabung dengan Megawati.

Ketika Jokowi bilang bahwa calon presiden boleh non-muslim, tentu sebagai presiden, Jokowi tak asal bicara. Soal langkah politik, Jokowi sangat terukur. Boleh orang meemehkan, tapi dua periode menjadi presiden bukan perkara mudah. Butuh kemampuan berpolitik kelas tinggi. Jadi, ucapan Jokowi bahwa presiden boleh non-muslim tentu punya arah. Ucapan Jokowi tak keluar di ruang hampa. Artinya, bukan omong kosong.

Komut PT Pertamina, lanjut kepala Otorita Ibu Kota Baru, lalu nyapres adalah proses branding. Ahok sendiri baru-baru ini juga pernah menyatakan bahwa dia bisa jadi presiden. Bagaimana dengan aturan perundang-undangan? Semua bisa dirubah dan dikondisikan. Parlemen saat ini ada di genggaman Jokowi. Persoalan sesunghuhnya bukan di aturan, tapi begaimana hasil survei elektabilitas Ahok, itulah yang akan jadi variabel untuk menentukan.

Mungkinkah Anies Baswedan vs Ahok akan terulang di pilpres 2024? Tak ada yang tak mungkin. Jika itu terjadi, tentu akan jauh lebih panas dari pilgub DKI 2017 dan pilpres 2019. Benturan sosial mungkin akan jauh lebih dahsyat. Politik identitas yang terakumulasi dengan kekecewaan terhadap kekuasaan akan memicu terjadinya gelombang aksi massa dan benturan sosial.

Secara obyektif, berbasis pada pertama, analisis pilgub DKI 2017, dan kedua, melihat psikologi dan karakter rakyat Indonesia, maka rivalitas Anies vs Ahok di pilpres 2024 tidak hanya akan membuat benturan sosial, tapi akan berpotensi terjadinya perang saudara. Tentu, ini adalah prediksi.

Bagi kelompok tertentu, Ahok dianggap ancaman tidak saja terhadap agama Islam yang dipeluk mayoritas rakyat, tapi juga bangsa dan negara. Ini sebuah analisis yang baik sekiranya disurvei datanya di lapangan. Bukan hanya survei elektabilitas berbasis kuantitatif, tapi juga survei etnografis untuk membaca potensi konflik jika Ahok dipaksakan untuk nyapres.

*Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

118000 Kasus Corona Global, 27 di Indonesia

JAKARTA (Jurnalislam.com)- Wabah virus corona asal Wuhan, China, makin merajalela baik di dalam negeri itu sendiri, maupun menyebar ke banyak negara lainnya di dunia.

Per Rabu (11/3/2020) pagi, jumlah total korban terinfeksi corona mencapai 118.582 di seluruh dunia, dengan korban meninggal sebanyak 4.262 orang. Dari total itu, sekitar 81.000 kasus terpusat di China, menurut Johns Hopkins CSSE.

Selain China, beberapa negara di dunia juga terus melaporkan lonjakan kasus. Salah satunya adalah Indonesia.

Pemerintah RI melaporkan 8 kasus infeksi corona baru (COVID-19) pada Selasa sore, menjadikan total infeksi di Indonesia sebanyak 27 orang sejauh ini. Sebelumnya pada Senin hanya ada total 19 kasus.

sumber: cnbcindonesia

Turki Imbau Warganya Tidak Bepergian ke Luar Negeri

ANKARA (Jurnalislam.com) – Kementerian Kesehatan Turki pun meminta warganya untuk tidak bepergian ke luar negeri kecuali itu tugas wajib.

“Tolong jangan pergi ke luar negeri kecuali itu wajib. Kita harus mengikuti pedoman kementerian untuk menjaga dari virus corona,” kata Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca dilansir Anadolu Agency, Rabu (11/3/2020).

Turki mengumumkan kasus pertama virus corona pada Rabu (11/3/2020) waktu setempat. Menteri Koca menyatakan semua tindakan pencegahan atas virus tersebut sedang dilakukan. “Seorang warga negara laki-laki dinyatakan positif terkena virus corona pada malam hari,” kata Koca.

Koca menerangkan, warga tersebut tertular setelah kembali dari Eropa dan saat ini sedang diisolasi. Dia mengatakan, kondisi pasien secara umum baik. Seluruh anggota keluarga pasien dan mereka yang melakukan kontak dengannya sedang dalam pengawasan.

“Diagnosis dini (dari pasien) dibuat. Jika ada infeksi virus di negara ini, itu sangat terbatas. Satu atau lebih kasus coronavirus tidak boleh dianggap sebagai epidemi. Virus corona tidak lebih kuat dari tindakan yang akan kami ambil. Seorang pasien yang dikarantina tidak dapat mengancam masyarakat,” tutur dia.

“Turki merencanakan perjuangannya melawan virus corona. Turki akan berjuang secara nasional melawan masalah global ini,” ujarnya.

Turki bulan lalu menutup perbatasannya dengan Iran yang terlebih dulu telah dilanda wabah virus corona, dan membatalkan semua penerbangan ke Iran.

Virus corona, yang secara resmi dikenal Covid-19, pertama kali terdeteksi pada Desember lalu di Wuhan, China. Korban kematian global dari virus corona sekarang lebih dari 4.260, dengan lebih dari 118.100 kasus dikonfirmasi, menurut Johns Hopkins University. Virus itu telah menyebar ke enam benua dan lebih dari 100 negara, termasuk Indonesia.

sumber: republika.co.id

Selain Corona, Masyarakat Diminta Waspada DBD

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Wakil Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Melki Laka Lena mengingatkan masyarakat untuk tidak hanya terpaku pada virus Covid-19 atau corona.

Ia berharap masyarakat juga mewaspadai demam berdarah dengue (DBD) yang kini juga melanda.

“Kita harus pikirkan DBD, itu penyakit khas Indonesia. Corona itu penyakit impor, jangan kita terpesona dengan penyakit impor lalu melupakan penyakit dalam negeri. DBD harus kita urus,” kata Melki Laka Lena, Selasa (10/3/2020) lalu.

Dalam Kasus DBD di Indonesia ini, sebanyak 33 orang di Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggal dunia karena penyakit tersebut. Bahkan di tingkat nasional, sejak Januari lalu sudah 100 orang meninggal karena DBD.

Maka itu, Melki berharap seluruh jajaran pemerintah maupun masyarakat tak hanya fokus pada corona dan berpaling dari ancaman DBD. Pasalnya, demam berdarah tergolong mematikan dan perlu kesiapsiagaan serta sikap tanggap pemerintah maupun masyarakat. “Corona sudah ada yang urus,” ujar Politikus Golkar itu.

Melki mengaku sudah mengunjungi salah satu daerah terparah terjangkit DBD, yakni Nusa Tenggara Timur. Ia mengatakan, demam berdarah yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti merupakan cerminan perilaku tak sehat di suatu daerah.

Maka itu, sikap tanggap dari pemerintah daerah untuk menekankan kebersihan bagi warganya mutlak diperlukan. Terlebih, Indonesia tengah melewati musim penghujan.

“Kalau antisipatif ya di seluruh negeri kan hujan, tapi sejumlah daerah bisa menghandle mendorong warganya melakukan gotong royong bersih-bersih, berarti dia berhasil menangkal DBD. Ini mencerminkan kehidupan warganya,” ujar Melki.

Kementerian Kesehatan mencatat sudah ada 14.716 kasus dengan 94 korban jiwa sejak 1 Januari hingga 5 Maret 2020. Angka itu melonjak saat ini menjadi 16.099 orang terjangkit dan 100 orang meninggal dunia.

Sumber: republika.co.id

Muhammadiyah Siap Bantu Pemerintah Atasi Corona

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Center, dr. Corona Rintawan menyatakan Muhammadiyah siap bantu Pemerintah atasi corona dengan menetapkan strategi untuk menggerakkan semua sumberdaya Muhammadiyah.

Corona mengatakan untuk potensi Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) juga sudah dalam koordinasi tim, salah satunya gerakan yang dilakukan Ikatan Pelajar Muhammadiyah yang anggotanya mencapai 7 juta orang di seluruh Indonesia.

“Selain itu ada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang segera menyelenggarakan rakornas kesehatan dalam waktu dekat, Nasyiatul Aisyiyah yang berfokus pada pencegahan dan penanganan berbasis keluarga melalui program PASHMINA (Pelayanan Remaja Sehat Milik Nasyiatul Aisyiyah),serta edukasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada kepanduan Hisbul Wathan dan Perguruan Silat Tapak Suci yang rutin memiliki agenda rutin pelatihan setiap minggunya,” paparnya dalam konferensi pers yang digelar pada Selasa (10/3) di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah Menteng, Jakarta Pusat.

Selain itu Muhammadiyah juga mengoptimalkan peran takmir masjid/musholla dalam pencegahan di masjid/musholla melalui jamaah.

Beberapa edukasi untuk jamaah adalah dengan membiasakan membawa sajadah sendiri-sendiri, menyempurnakan cuci tangan sesuai dengan prosedur selain menyempurnakan wudhu, dan menyarankan jamaah yang sakit tidak berjamaah ke masjid dahulu.

Menteri Kesehatan Inggris Positif Virus Corona

INGGRIS (Jurnalislam.com ) – Menteri Kesehatan dan Anggota Parlemen Konservatif Inggris, Nadine Dorries, mengatakan dia telah didiagnosis positif terkena virus corona (COVID-19).

Dorries adalah anggota parlemen pertama Inggris yang dites positif corona. Seperti dikutip BBC, Dorries mengatakan dia telah mengambil semua tindakan pencegahan yang disarankan setelah mengetahui dirinya terinfeksi dan melakukan isolasi sendiri di rumah.

Kasus ini menambah daftar terinfeksi corona di Inggris. Data Johns Hopkins CSSE menunjukkan per Rabu (11/3/2020) pagi ini, jumlah orang terinfeksi corona di Inggris mencapai 382 dan 6 orang meninggal dunia.

Sumber: cnbcindonesia

Pendekatan Muhammadiyah soal Corona: Berbagi Masker hingga Anjuran Sedekah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Center, dr Corona Rintawan, mengatakan, Muhammadiyah sudah melakukan penanganan secara massif sejak adanya virus corona di berbagai negara.

Ada dua peran yang kini digarap Muhamamadiyah.

“Pertama, Insya Allah hari ini kami me-launching program Safari (Sadar Faktor Resiko) Covid-19,” kata dr Corona dalam jumpa pers di kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2020).

Dia menjelaskan, Program Safari Covid-19 ini terinspirasi dari dua pasien yang sadar diri dan pro aktif untuk meneriksakan diri ke rumah sakit. Upaya ini penting sebagai cara untuk mencegah wabah corona.

“Nah, di sini kita mendorong masyarakat untuk pro aktif memeriksa, termasuk apakah juga dirinya berpotensi menularkan ke keluarganya atau lingkungannya,” katanya.

Masyarakat harus segera ke rumah sakit jika merasakan gejala seperti demam, flu dan sesak nafas. “Kemudian, jika iya (terjangkit), dia akan tahu apa yang harus dilakukan dan mencegah penularan tersebut. Salah satunya, kami mendorong isolasi mandiri,” ujarnya.

Kedua, Muhammadiyah menggalakkan program Gemes (Gerakan Memberi Masker) Covid-19. Menurut dr Corona, masker lebih diutamakan untuk orang sakit, bukan orang sehat.

“Sedangkan sekarang orang menjadi egois membeli masker untuk dirinya sendiri, sehingga kita akan mengubah menjadi kontra egois, dermawan dan merubah menjadi gerakan sedekah,” tuturnya.

Dengan demikian, masyarakat tidak lagi panic buying melalui pembelian masker sebanyak-banyaknya untuk dirinya sendiri. “Kita tahu, dalam kontes spiritual dengan banyaknya sedekah, maka Insya Allah akan mendorong adanya kesembuhan,” katanya.