Cegah Mudharat, MUI: Sementara Bersalaman Tanpa Menyentuh Tangan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI), Din Syamsuddin, mengimbau semua pihak, baik Pemerintah maupun masyarakat untuk meningkatkan rasa keprihatinan tinggi (sense of crisis), bersikap jujur dan terbuka menyadari wabah corona.

Krisis ini, kata Din, sebagai musibah besar dan tidak bisa dianggap sepele.

Selain itu, perlu dilakukan ikhtiar manusiawi melalui pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mencegah dan mengatasi persebaran COVID-19.

Lebih luas lagi, yaitu dengan memasang alat deteksi dini, khususnya di tempat-tempat umum.

Begitu pula, warga masyarakat perlu melakukan upaya untuk menjaga kesehatan bersama dengan menghindari langkah yang walaupun baik tapi dapat menularkan virus (seperti bersalaman secara tidak higienis).

“Tidaklah mengurangi keakraban, jika untuk sementara waktu, bersalaman tanpa menyentuh tangan,” katanya.

Ini Seruan MUI Terkait Wabah Virus Corona

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI), Din Syamsuddin, mengimbau semua pihak, baik Pemerintah maupun masyarakat untuk meningkatkan rasa keprihatinan tinggi (sense of crisis), bersikap jujur dan terbuka menyadari wabah corona.

Krisis ini, kata Din, sebagai musibah besar dan tidak bisa dianggap sepele.

“Cukup beralasan bagi Pemerintah Indonesia untuk menyatakan bahwa Indonesia Darurat Wabah Corona. Untuk itu, pemerintah perlu memperketat pengawasan arus masuk manusia melalui semua pintu ke dalam wilayah Indonesia dari mancanegara, khususnya dari negara sumber Virus Corona,” kata Din dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (13/03/2020).

Din mendorong kepada seluruh keluarga besar bangsa untuk bersatu padu meningkatkan solidaritas kebangsaan menghadapi dan mencegah persebaran wabah tersebut di seluruh penjuru Tanah Air.

Khususnya umat beragama, untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT.

“Caranya, dengan memperbanyak doa memohon perlindungan-Nya agar tidak menurunkan azab yang melampaui batas kemampuan manusia mengatasinya,” ujarnya.

Yusril ke Pemerintah: Apakah Kita Harus Menunggu hingga Tak Mampu Menanggulangi Corona?

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra menyarankan pemerintah tangani virus Corona seperti tanggap darurat menghadapi bencana alam.

Jika dana kesehatan tak cukup, Yusril meminta pemerintah melakukan pembahasan alokasi dana tanggap darurat bencana.

“Saya menyarankan agar pemerintah menangani wabah Covid-19 mirip seperti kita melakukan tanggap darurat ketika kita menghadapi bencana alam. Kalau dana kesehatan tidak cukup, maka perlu dilakukan pembahasan untuk alokasikan dana tanggap darurat bencana alam untuk atasi wabah ini,” kata Yusril dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3/2020).

Yusril mengatakan perlu langkah darurat untuk mencegah penularan virus Corona. Dia mempertanyakan sampai kapan penanggulangan akan terjadi.

“Kita disini diimbau untuk tenang. Namun langkah darurat untuk mencegah penularan yang lebih banyak lagi, adalah hal yang juga sangat penting. Lonjakan penderita tiap hari meningkat tajam. Apakah kita harus menunggu sampai kita tidak mampu lagi melakukan penanggulangan?” ujarnya.

Yusril lalu menyinggung sekolah di Indonesia yang masih melakukan aktivitas normal seperti biasanya di tengah virus Corona. Dia menilai belum ada langkah serius dan maksimal untuk antisipasi virus Corona.

“Hal yang menakutkan antara lain adalah masih santainya sekolah-sekolah di negara kita. Kegiatan ekstra kurikuler dan masif masih saja berlangsung, seolah-olah keadaan kita normal. Kita belum begitu serius dan maksimal antisipasi keadaan yang makin hari makin memburuk,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan pasien corona di Indonesia bertambah. Bagaimana status Indonesia saat ini, diperlukan atau tidak peningkatan status?

“Sekarang pun sudah waspada, jadi begitu ada pasien terjangkit situasi udah waspada, tapi bukan panik, yaitu kita berhati-hati, pemerintah menjaga pintu masuk (Indonesia), masyarakat menjaga kesehatan dirinya, antibodi dirinya. Kewaspadaan tetap dijaga, jadi jangan sampai (ada) kepanikan,” kata Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Donny Gahral Adian saat dihubungi, Jumat (6/3).

sumber: detik.com

 

Pemerintah Upayakan Antisipasi Corona Sebelum Idul Fitri

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Juru Bicara Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto menegaskan pemerintah akan terus bergerak cepat mengantisipasi penyebaran virus corona di Indonesia.

Apalagi dalam beberapa bulan lagi masyarakat Muslim akan merayakan hari raya Idul Fitri.

“Ini lho yang jadi kekhawatiran kita kenapa kita harus gerak cepat. Sebentar lagi akan mau Idul Fitri, masa iya sungkem dengan orang tua cuma gini-gini doang. Masa iya salaman sama orang tua pakai kaki? Ya enggak,” kata Yurianto di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (12/3).

Yurianto mengatakan, jika virus Corona ini tak bisa dikendalikan hingga hari raya Idul Fitri nanti maka justru akan semakin mempersulit masyarakat dalam beribadah dan berinteraksi dengan keluarga serta kerabatnya.

“Kalau ga bisa salat id kan repot. Masa shalat id dilakukan oleh keluarga? Kan repot ini,” tambah dia.

Hingga hari ini, pemerintah mengkonfirmasi adanya 34 kasus positif Corona di Indonesia.

Selain itu, juga terdapat 12 orang PDP yang tengah diawasi ketat oleh rumah sakit karena memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri serta mengalami gejala seperti Covid-19 meskipun masih ringan.

Sumber: republika.co.id

 

Kosmetik Halal Kian Digemari Masyarakat

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kosmetik bersertifikat halal makin digemari masyarakat. Meningkatnya pemahaman umat dan strategi promosi yang jitu diyakini sebagai pemicunya.

Salah satu produsen kosmetik halal yang merasakan kenaikan jumlah pembelian itu adalah Avairra Beauty dengan produknya d’Orzu.

Produsen asal Indonesia ini mengalami kenaikan omzet hingga 220 persen jika dibandingkan saat pertama kali berproduksi sekitar 3 tahun lalu.

Direktur Avairra Beauty, Iqbal Qurusy, mengatakan, pihaknya memproduksi kosmetik halal memang untuk menjawab kebutuhan masyarakat Muslim di Indonesia. Motto yang diusung adalah halal dan thayyibah (baik).

Saat awal perjalanannya, kata Iqbal, pihaknya sempat tertatih-tatih selama enam bulan pertama. Penjualan mulai meningkat setelah pihaknya menggencarkan promosi berupa talk show, pameran dan iklan di media arus utama.

“Akhirnya mereka merespons karena mereka sudah memahami soal kosmetik halal lewat edukasi kita. Selain itu, kebutuhan akan produk halal memang dicari hari-hari ini,” ujar Iqbal, Selasa (10/3).

Menurut Iqbal, meningkatnya penjualan tak terlepas dari kualitas d’Orzu. Yakni menggunakan bahan-bahan yang tak saja halal, tapi juga baik untuk kulit Muslimah.

 

Iran Akhirnya Ajukan Peminjaman ke IMF untuk Lawan Corona

TEHERAN (Jurnalislam.com) – Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif menyatakan, pihaknya akan lebih serius memerangi wabah virus corona atau Covid-19. Oleh sebab itu, pihaknya telah memutuskan untuk meminta pinjaman ke Dana Moneter Internasional (IMF).

Negara yang terkena dampak Covid-19 akan didukung melalui instrumen keuangan cepat,” ujarnya dalam akun Twitter resminya, Kamis (12/3). Menurutnya, Bank Sentral Iran langsung meminta akses ke fasilitas pendanaan dari IMF.

Dilansir dari Arabnews, Jumat (13/3), wabah virus corona di Iran terus meningkat. Wabah corona di Iran telah menginfeksi 10.075 orang dan menewaskan sekitar 429 orang hingga Kamis (12/3). Wabah corona juga diketahui telah merusak bisnis Iran, bahkan menekan ekspor non-minyak setelah banyak negara tetangga dan mitra dagang menutup perbatasan mereka.

Kepala Bank Sentral Iran, Abdolnaser juga merespons pernyataan IMF dan Menlu Iran dalam sosial medianya. Menurut dia, pihaknya memang telah mengajukan surat pada IMF terkait dana 5 miliar dolar AS.

“Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada kepala IMF, saya telah meminta dana 5 miliar dolar AS dari dana darurat RFI untuk membantu perjuangan kita melawan virus corona,” ujarnya.

Langkah tersebut dinilai menjadi upaya perbaikan ekonomi Iran, selain dari langkah untuk mengatasi Covid-19. Sebab, ekonomi Iran telah terpukul oleh sanksi AS yang mengekang ekspor minyak dan gas, komoditas yang terpenting bagi pendapatan pemerintah Iran.  Bahkan menurut para analis ekonomi, perlambatan kegiatan ekonomi yang disebabkan oleh wabah virus dan penutupan perbatasan yang berkelanjutan, diperkirakan menyebabkan kontraksi di tahun ini.

Pemimpin ulama Iran juga diketahui tengah berjuang melawan krisis corona. Hal tersebut dilakukan, saat Teheran sedang menyalahkan Amerika Serikat dan kebijakan “penekanan maksimalnya” pada Iran untuk merespon virus secara efektif. Merespon hal tersebut, Zarif mengupayakan dengan mengirim surat yang ditujukan pada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Di mana, ia meminta agar sanksi AS dicabut.

Namun demikian, para pejabat AS menyatakan sikap bahwa sanksi itu sama sekali tak menargetkan obat-obatan untuk Iran. Bahkan, menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo pada bulan lalu disebut para pejabat, telah menawarkan bantuan pada Iran untuk menghadapi wabah corona. Namun demikian, Iran menolak tawaran tersebut. Presiden AS Donald Trump menarik Amerika Serikat dari perjanjian nuklir multilateral dengan Iran pada 2018 lalu, dan menerapkan kembali sanksi terhadap Iran.

Sementara itu, beberapa korban terinfeksi corona di Iran diketahui merupakan tokoh penting. Bahkan, menurut informasi, mantan wakil Presiden Iran dan beberapa menteri juga terinfeksi virus corona.

Eshaq Jahangiri yang merupakan wakil Presiden Iran, Menteri Budaya Ali Ashgar beserta Presiden Komite Olimpiade Nasional, Reza Salehi diketahui menjadi yang terdampak virus itu seperti dilansir dari Kantor Berita Turkis, Yeni Safak, Kamis (12/3). Puluhan anggota parlemen lainnya juga terinfeksi virus corona. Bahkan, Wakil Menteri Kesehatan Iran juga terinfeksi virus corona.

Sumber: republika.co.id

DMI Luncurkan Gerakan Semprot Disinfektan ke 10 Ribu Masjid

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Dewan Masjid Indonesia (DMI) meluncurkan gerakan penyemprotan cairan disinfektan ke 10 ribu masjid di Indonesia di Masjid Al Munawar Pancoran, Pasar Ahad, Jakarta Selatan, Jumat (13/3). Peluncuran gerakan penyemprotan ini dilakukan langsung oleh Ketua Umum DMI, M Jusuf Kalla.

Ia didampingi oleh Sekjen DMI Imam Adaraqudni, Komandan Satgas Bersih-bersih Masjid Tatang Hidayat, serta pengurus masjid se-kelurahan Pancoran.

Pada kesempatan itu, Jusuf Kalla (JK) mengatakan gerakan penyemprotan disinfektan ini dilakukan untuk menghindari penyebaran virus Corona di lingkungan masjid.

Pasalnya, penyebaran virus Corona terjadi di tempat keramaian dan masjid menjadi salah satu tempat orang banyak berkumpul.

Mantan wakil presiden RI ini mengungkapkan, pencegahan lebih baik dilakukan untuk menangkal penyebaran Corona ini.
“Lebih baik mencegah dari pada mengobati,” kata JK,  Jumat (13/3).

Untuk itu, DMI menargetkan dalam waktu dua bulan, penyemprotan disinfektan dapat selesai dilaksanakan khususnya di daerah Jakarta.

JK juga menghimbau kepada masyarakat yang ingin shalat ke masjid agar membawa sajadah sendiri dari rumahnya masing-masing.

Sumber: republika.co.id

 

MUIS Singapura Umumkan Tutup Masjid, Shalat Jumat dan Tabligh Akbar

SINGAPURA (Jurnalislam.com) – Majlis Ugama Islam Singapura (MUIS) mengumumkan menutup empat masjid pada Kamis (12/3/2020) setelah pegawai masjid yang dites positif virus corona (COVID-19) mengunjungi tempat-tempat suci tersebut.

Pegawai tersebut dilaporkan positif terjangkit setelah pulang dari menghadiri Tabligh Akbar di Kuala Lumpur minggu lalu.

Lembaga itu juga mengumumkan akan menutup seluruh masjid lainnya di negara itu mulai Jumat. Penutupan akan berlangsung hingga 17 Maret 2020. Ibadah sholat Jumat juga akan ditiadakan.

“Mulai besok, 13 Maret, semua masjid akan ditutup setidaknya untuk lima hari ke depan untuk disinfeksi.”

“Menutup masjid adalah keputusan yang berat, apalagi kita tidak dapat menjalankan solat Jumaat. Tetapi ini perlu dilakukan agar #Covid19 tidak menular dalam masyarakat dan juga negara kita. Malah langkah ini direstui ulama kita. Pastinya langkah ini bakal melindungi para jemaah kita, terutama sekali mereka yang lanjut usia dan uzur,” jelas lembaga itu dalam pernyataan yang dimuat di website resminya.

sumber: cnbcindonesia

Cegah Penyebaran Corona, Presiden Filipina Tutup Ibu Kota

MANILA (Jurnalislam.com) – Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada Kamis (12/3) mengumumkan penghentian perjalanan darat, laut, dan udara domestik ke dan dari Manila, serta tindakan karantina masyarakat. Penutupan ibu kota itu guna membendung penyebaran virus corona.

Duterte menyetujui resolusi untuk memungkinkan peraturan langkah-langkah pencegahan penyebaran virus corona.

Hal itu termasuk larangan pertemuan massal, satu bulan penutupan sekolah dan karantina masyarakat di mana kasus terdeteksi, serta menghentikan perjalanan domestik masuk dan keluar dari Manila.

Keputusan itu dibuat setelah pada Sabtu, Filipina mengkonfirmasi penularan virus corona secara domestik pertama. Virus corona telah menewaskan dua orang dan menginfeksi 53 orang di Filipina.

 

Ini Instruksi Gubernur DKI untuk Seluruh DKM Jakarta

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Gubernur Jakarta Anies Baswedan juga memberikan pesan kepada seluruh pengurus masjid di Jakarta, ia mengimbau kepada DKM untuk ikut memberikan edukasi kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan akan virus corona.

“Pertama, pada saat pengumuman selalu selipkan pesan kewaspadaan wabah ini kepada seluruh jamaah, ingatkan untuk rajin cuci tangan dengan sabun dan hindari sentuhan fisik untuk sementara waktu,” katanya, Jum’at (13/3/2020).

Selain itu, ia meminta agar masjid masjid di kota Jakarta menyediakan sabun di area wudhu agar para jamaah bisa melakukan cuci tangan sebelum dan sesudah shalat berjamaah.

“Kedua, bantu jamaah dengan menyediakan sabun di area area wudhu,” ujarnya.

Selain itu, ia menghimbau agar seluruh pengurus Masjid terus meningkatkan kebersihan Masjid sebagai bentuk pencegahan masuknya virus corona.

“Saya berpesan untuk mengingatkan agar proses pembersihan masjid ditingkatkan dan ditingkatkan, ini amat penting sekali,” terangnya.

Untuk itu ia mengajak seluruh masyarakat Jakarta untuk sama sama meningkatkan kewaspadaan sebagai wujud tanggung jawab atas keselamatan seluruh warga Jakarta.

“ari kita tingkatkan doa dan tawakal kepada Allah, semoga kota kita terhindar dari cobaan wabah ini,” tandasnya.