Ribuan Keluraga Mengungsi Pasca Banjir Bandang Luwu Utara

LUWU UTARA(Jurnalislam.com)–Pusat Pengendali Operasi  BNPB mencatat per hari ini, Jumat (17/7), pukul 17.30 WITA, lebih dari tiga ribu keluarga mengungsi pascabanjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Mereka berada di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Sabbang, Baebunta dan Masamba.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan, jumlah penyintas yang tercatat BPBD Kabupaten Luwu Utara mencapai 3.627 KK atau 14.483 jiwa.

“Jumlah ini belum termasuk mereka yang mengungsi di wilayah Kecamatan Baebunta Selatan, Malangke dan Malangke Barat. BPBD setempat masih melakukan pendataan di lapangan,” kata Raditya dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews,Jumat (17/7).

Penanganan darurat terhadap para warga yang mengungsi dilakukan oleh pemerintah daerah dibantu dengan mitra terkait lainnya, seperti Palang Merah Indonesia. Sebagian mereka berada di enam pos komando taktis di Radda, Masamba, Bone, Bone Tua dan Kantor Bupati Luwu Utara.

“BPBD setempat mengidentifikasi kebutuhan mendesak untuk warga terdampak berupa air bersih, obat-obatan, pakain dalam wanita, popok balita dan lansia, selimut, sarung, peralatan pembersih rumah, family kits dan masker,” sebutnya.

Data korban per hari ini (17/7), Basarnas mencatat 36 orang meninggal dunia dan 16 lainnya dalam pencarian. Upaya pencarian dan evakuasi korban yang masih hilang, Tim SAR Gabungan di bawah komando Basarnas menerjunkan 539 personel, sedangkan total potensi berjumlah 1.001 personel.
sumber: sindonews.com

British Airway Hentikan Operasional Seluruh Arbada Boeing 747

LONDON(Jurnalislam.com) – British Airways mengumumkan akan segera menghentikan operasional seluruh armada Boeing 747 karena semakin beratnya tantangan industri penerbangan akibat pandemi Covid-19.

Maskapai Inggris itu menyatakan penghentian itu mempengaruhi semua 31 pesawat jumbonya itu dan berlaku segera. British Airways sebelumnya berencana menghentikan armada itu pada 2024. Maskapai itu mulai menggunakan pesawat dua lantai itu pada 1989.

“Dengan sangat sedih kami dapat mengonfirmasi kami mengusulkan penghentian seluruh armada 747 dengan efek segera. Tampaknya ratu angkasa kita yang hebat tidak akan pernah beroperasi secara komersial untuk British Airways lagi karena penurunan perjalanan akibat pandemi global Covid-19,” papar pernyataan maskapai itu.

British Airways sebelumnya akan memangkas 12.000 tenaga kerja setelah mencapai kesepakatan dengan serikat pilot. Awal tahun ini, maskapai merumahkan 36.000 pegawai, sekitar 80% dari tenaga kerjanya.

Pada satu masa, armada 747 British Airways memiliki sekitar 60 pesawat. Model pesawat itu diperkenalkan ke industri pada 1970.

Maskapai dunia telah secara bertahap menghentikan operasional 747 secara bertahun-tahun untuk beralih pada model yang lebih hemat bahan bakar seperti Boeing 777 dan 787 Dreamliner.

Sumber: sindonews.com

PKS Pertanyakan Status RUU HIP

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jazuli Juwaini mempertanyakan, konsep RUU Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (RUU BPIP) yang diajukan pemerintah kepada DPR, pada Kamis (16/7). Adanya RUU BPIP tersebut kini memunculkan pertanyaan terkait status RUU HIP saat ini.

“Kami menyimak pernyataan pers pimpinan dewan bersama para menteri yang hari ini datang ke DPR. Pertanyaan kami mungkin sama dengan pertanyaan publik: bagaimana status RUU HIP setelah pemerintah masuk dengan konsep RUU BPIP? Apakah RUU BPIP ini RUU baru atau apa. Apalagi disertai permintaan agar publik tidak lagi mempermasalahkan RUU HIP, sebaliknya memberi masukan RUU BPIP,” kata Jazuli dalam keterangan tertulis, Jumat (17/7).

Jazuli mengatakan, Fraksi PKS hanya mendapat informasi bahwa pemerintah akan menyampaikan surat resmi tentang RUU HIP. Namun diketahui Pemerintah mengajukan konsep RUU BPIP yang subtansinya berasal dari Perpres BPIP. Anggota komisi I DPR tersebut mempertanyakan urgensinya RUU BPIP tersebut diajukan Pemerintah.

“Karena tidak terlibat dalam pembicaraan dengan wakil pemerintah yang hadir di DPR tadi, Fraksi PKS tidak dapat informasi utuh soal hasil pertemuan, apa konteks Pemerintah memasukkan konsep RUU BPIP dan sikap resmi pemerintah terhadap RUU HIP apakah lanjut atau tunda atau menarik diri. Tentu pimpinan DPR harus menginformasikan kepada Fraksi-Fraksi sebagai representasi lembaga DPR terkait konsep RUU BPIP yang diajukan Pemerintah,” ujarnya.

Jazuli menegaskan, bahwa sikap Fraksi PKS tetap menolak RUU HIP sebagaimana yang telah disampaikan ormas, tokoh, purnawirawan TNI/Polri akademisi, dan masyarakat luas. Dia meminta, agar pimpinan dewan merespon penolakan tersebut dengan bijaksana.  Selain itu, Fraksi PKS juga tidak ingin ada kesan DPR mengelabui rakyat dengan mengubah judul RUU HIP.

“RUU HIP dinilai publik secara luas bermasalah secara filosofis, yuridis, dan sosilogis yang artinya salah paradigma sejak awal. Maka permintaan untuk didrop atau ditarik dari prolegnas sangat rasional dan tidak perlu ada penggantinya,” tegasnya.

Sumber: republika.co.id

Atas Nama Al Quds. Otoritas Palestina Minta Indonesia Bersatu Lawan Zionis

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Penasihat Presiden Palestina, Mamoud Alhabbash, menyampaikan risalah dari bangsa Palestina untuk umat Islam dan  segenap rakyat Indonesia secara khusus serta dunia internasional pada umumnya.

Risalah tersebut dia sampaikan dalam Webinar Internasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, Kamis (16/7). Mahmoud menyampaikan pula salam dan apresiasi setinggi-tingginya Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, untuk MUI dan segenap rakyat Indonesia yang tak henti-hentinya menyuarakan perlawanan penjajahan Israel terhadap Palestina.

“Atas nama Al-Quds dan warga Al-Quds, kami mengajak umat Islam Indonesia, dan dunia Islam, memang ini persoalan kami di level awal tetapi ini juga urusan kalian, mari bergerak bersama kita dan lakukan kewajiban kalian, yang digariskan Rasulullah ketika berbicara soal Al-Quds dan Baitul Maqdis, “Datangi Al-Aqsa dan sholatlah di dalamnya.

” Hendaknya satukan tangan dan agama, untuk Palestina dan Al-Quds karena dia bagian dari akidah. Tetapi siapa yang tidak bisa datang ke Al-Quds agar hendaknya memberi bantuan materiil, kita sekarang berada dalam blokade, impitan dari berbagai negara, kita tidak bisa mendapatkan mainan untuk anak-anak kita, tapi itu tidaklah penting, kita akan gigih, tak akan mengalah untuk palestina dan akan tetap demikan, hingga datang ketetapan Allah, yaitu kemenangan, tetapi kalian dan segenap umat Islam Indonesia dan dunia, ulurkan tangan untuk Palestina dan berdiri di belakang kami, bersama kita dengan akal kalian, bantuan kalian, materi dan spiritual, agar Palestina berada selalu di hati umat Islam, kami percaya kalian dan umat Islam tak akan menyepelekan kewajibannya terhadap palestina,” ujar sosok yang juga menjabat sebagai hakim tersebut.

Dia mengajak dunia internasional melakukan aksi nyata melawan aneksasi Israel terhadap Tepi Barat dan menghentikan pendudukan dan penjajahan, lalu mewujudkan Palestina merdeka sesuai batas 1967 dengan kemedekaan penuh atas Yerusalem Timur, sesuai dengan hukum internasional dan ketetapan PBB.

“Ini adalah jalan perdamaian sesungguhnya, kami masih tetap terbuka untuk damai tetapi perdamaian atas dasar keadilan. Tidak atas dasar aneksasi, atau Kesepakatan Abad Ini (the deal of century) yang kita tolak, dan ditentang umat Islam karena memberikan Israel Al-Quds , tempat tersuci umat Islam dan Kristen,” ujar dia.

Sepakat dengan pernyataan Menteri Luaar Negeri RI Retno Marsudi, dunia harus mengambil langkah konkret dan tegas menolak anekasiasi Israel, jika sebatas pernyataan saja tidak cukup. Melalui langkah proaktif agar Israel mematuhi hukum internasional.

Dia menilai pelanggaran Israel atas hukum tersebut mendatangkan instablitasi tidak hanya di kawasan tetapi juga di dunia, karena persoalan palestina tidak hanya urusan Palestina, Al-Quds adalah urusan Islam dan Kristen karena situs suci di dalamnya yaitu Masjid Al-Aqsa dan Gereja Makam Yesus.

Dalam kesempatan tersebut, dia menyampaikan kekecewaan berat Palestina terhadap kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap pemindahan ibu kota Israel ke Yerusalem dari semula Tel Aviv. Padahal sebelumnya pemerintah PLO sebagai representasi resmi Palestina merespons positif rencana Trump mewujudkan solusi damai dua negara. Tawaran yang juga direspons positif negara-negara Islam dan dunia internasional berangkat dari inisiatif raja Arab Saudi  Abdullah bin Abdul Aziz pada 2002 lalu.

“Tetapi Israel justru melanggarnya, tiba-tiba semua berubah,  kita semua tercengang, Trump menetapkan wilayah Yerusalem milik Israel, termasuk Yerusalem Timur di dalamnya situs-situs suci Islam dan Kristen, wilayah yang dijajah pada 1967, dan diakui sebagai sebagai ibu kota Israel,” ujar dia.

Tidak hanya itu, kata Mahmoud, Amerika Serikat juga mengakui Dataran Tinggi Goland Suriah, bagian dari Israel. Kemudian mengajukan Deal of Centeruy yang mengizinkan Israel menganeksasi lebih dari 60 persen Tepi Barat.

“Ini berarti tidak mungkin mewujudkan perdamaian, dengan cara ini. Mustahil bagi rakyat palestina, negara Arab dan Islam hingga sekarang mewujudkan perdamaian. Ini bukan damai namanya tapi menyerah,” kata dia.

Mahmoud menjelaskan, mendapat angin segar itu, pemerintah Israel segera menguasai 30 persen sementara Tepi Barat. Sebagai langkah protes, Kepemimpinan Palestina memutuskan hubungan dengan Amerika Serikat dan Israel.

Palestina menegaskan pengumuman aneksasi berarti memutuskan hubungan dan realisasi aneksasi berarti Israel harus mempertanggungjawabkan penuh sebagai penjajah, sebagaimana hukum internasional dan Perjanjian Jenewa IV pada 1994, atas penjajahan terhadap Palestina.

Menurut Mahmoud, meski Israel menunda aneksasi Tepi Barat karena alasan internal dan tekanan internasional, tetapi mereka belum umumkan akan membatalkan aneksasi.

“Kita ingin dunia intersional menolak aneksasi, di internal Amerika Serikat sendiri banyak yang menentang aneksasi bahkan di Israel banyak kekuatan politik yang menentang aneksasi. Dunia ada dalam satu kubu, sementara setengah Amerika Serikat dan setengah Israel di kubu yang sama,” tutur dia.

Sumber: republika.co.id

Masih Pandemi, Polisi Berencana Gelar Operasi Patuh Jaya

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya berencana akan menggelar operasi lalu lintas, yakni Operasi Patuh Jaya di tengah pandemic ini.

Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan aturan lalu lintas terhadap para pengendara kendaraan bermotor di Jakarta.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, rencananya operasi itu akan dilakukan pada 23 Juli 2020 mendatang. Operasi itu digelar selama dua pekan ke depan.

“Kita akan melaksanakan Operasi Patuh pada 23 Juli selama 14 hari, itu kita akan melakukan operasi untuk memberikan cipta kondisi menuju ke arah sana,” kata Sambodo saat dikonfirmasi, Jumat (17/7).

Namun, sambung dia, sebelum menggelar operasi tersebut, pihaknya akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu. Setelah itu, polisi akan memberikan tindakan penilangan bagi para pengendara yang melanggar aturan lalu lintas.

“Tapi kita akan melakukan sosialisasi juga sebelum melakukan penindakan tilang,” jelas Sambodo.

Dia mengungkapkan, selama masa penerapan PSBB di Jakarta jumlah pelanggar lalu lintas meningkat. Sebab, kata Sambodo, anggota kepolisian fokus terhadap penanganan PSBB.

“Memang masa pandemi kemarin anggota memprioritaskan penanganan peneguran kebijakan PSBB karena anggota fokus ke sana dan tidak melakukan penilangan terhadap lalu lintas,” jelas dia.

“Kami melihat tingkat kepatuhan lalu lintas terjadi penurunan, sehingga banyak pelanggaran lalu lintas seperti lawan arus, tidak menggunakan helm,” sambungnya.

Sumber: republika.co.id

Waketum DPR: Ganti RUU HIP, Pemerintah Usulkan RUU BPIP

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyebut Rancangan Undang-undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP) kini tidak bisa dipakai. Sebab, kata Dasco, pemerintah sudah mengusulkan RUU Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Dasco menjelaskan, DPR sebelumnya meminta sikap pemerintah terhadap RUU HIP sampai dengan akhir Masa sidang. DPR menunggu surpres dan DIM (daftar inventarisasi masalah) dari pemerintah terkait RUU HIP.

“Tetapi kemudian pemerintah memberikan surpres dan rancangannya itu adalah rancangan undang-undang BPIP sehingga otomatis rancangan undang-undang HIP itu tidak bisa dipakai lagi,” kata Dasco di Senayan, Jakarta, Jumat (17/7).

Dengan adanya RUU BPIP itu, maka Dasco menegaskan, RUU HIP tak perlu dibahas lagi. “Sehingga nanti yang kemudian kita bahas adalah rancangan undang-undang BPIP,” kata Politikus Gerindra itu.

Mekanisme pembahasan RUU HIP ini selanjutnya diteruskan pada masa sidang berikutnya. Setelah mekanisme berjalan, RUU sudah berubah menjadi RUU BPIP yang menurut Dasco memiliki perbedaan mendasar dari RUU HIP yang diusulkan sebelumnya.

“Kita lihat sepintas di mana RUU HIP itu kemudian mengatur soal ideologi Pancasila. Sementara BPIP mengatur soal lembaga BPIP yang ada untuk memperkuat bagaimana mensosialisasikan Pancasila yang sudah final,” kata Dasco.

Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) menilai DPR RI sudah saatnya mencabut RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP). Penolakan dari pemerintah dan masuknya usulan RUU Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menjadi alasannya.

“Soal usulan RUU BPIP, saya kira ini usulan bagus untuk dipertimbangkan bersama dengan DPR sebagai pengganti RUU HIP. Dengan kejelasan nama RUU BPIP, maka intensi penyusun RUU itu semakin jelas, obyek yang mau diatur juga jelas,” kata Peneliti Formappi Lucius Karius.

Sumber: republika.co.id

Relawan BSMI Tembus Timbunan Lumpur Hingga 2 Meter di Masamba

MASAMBA(Jurnalislam.com)– Bencana banjir yang melanda Kota Masamba dan sejumlah kecamatan lainnya di Kabupaten Luwu Utara masih menyisakan duka. Sejumlah korban hilang terseret arus hingga informasi ini diturunkan masih dalam pencarian.

Rumah-rumah warga yang hancur dan tertimbun material banjir sejauh ini juga belum dapat direnovasi kembali. Sementara diperkirakan 15 ribu warga mengungsi ke tempat-tempat aman atau posko pengungsian yang disediakan pemerintah dan swadaya lembaga bantuan di 6 kecamatan.

Ketua Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Sulawesi Selatan Basri Mahmud mengatakan relawan BSMI sudah terjun dengan membawa bantuan ke lokasi bencana banjir. Basri menyebut salah satu kendala yang dihadapi relawan adalah timbunan lumpur dan material hingga dua meter. Timbunan ini terutama yang menerjang pemukiman warga di sepanjang daerah aliran sungai (DAS).

“BSMI Sulsel mendirikan posko Induk di lokasi, tepatnya di samping Masjid Syuhada, Kota Masamba. Dan, untuk memaksimalkan kinerja relawan, BSMI Sulsel juga mendirikan posko pendukung yang dikelola oleh BSMI Luwu di Kabupaten Luwu. Tantangan relawan memang timbunan lumpur dan meterial di pemukiman pinggiran sungai,” terang Basri dalam keterangannya, Jumat (17/7/2020).

Basri menyebut, sehari pascabanjir, relawan BSMI Luwu Utara di lokasi ikut melakukan pencarian korban dan penyaluran bantuan berupa sembilan bahan pokok, pakaian dan kebutuhan lainnya bagi korban di beberapa lokasi pengungsian. Sementara di posko pendukung relawan bersiaga dan bertugas selama 24 jam menyiapkan permintaan kebutuhan dari lokasi.

“Pada bencana banjir di Masamba, Luwu Utara, sementara ini kami melibatkan relawan BSMI di Luwu Utara dan BSMI Luwu. Relawan BSMI dari daerah lain mendukung dengan kegiatan penggalangan dana. Kondisi masyarakat yang masih menghadapi pandemi Covid 19 membatasi ruang gerak untuk menerjunkan relawan dari luar wilayah Luwu Raya, terutama dari Kota Makassar,” terang Basri.

Ia menerangkan, sejauh ini, kerja-kerja relawan di lapangan masih berjalan lancar. Relawan BSMI, papar dia, bersama relawan lain saat ini fokus melakukan pencarian korban, membersihkan material banjir, dan menyalurkan bantuan langsung ke korban yang membutuhkan. “Mudah-mudahan, hingga situasi  pulih, relawan BSMI di lokasi tetap sehat dan semangat,” terang Basri.

 

Mengambil Ibrah dari Kisah Cinta Paling Romantis

Sebuah kisah cinta yang keromantisannya mengalahkan kisah cinta Qais dan Laila, juga mengalahkan kisah cinta Romeo dan Juliet yang terkenal dikalangan muda.  Saking romantisnya, kisah cinta ini diabadikan oleh Tuhan semesta alam Robbul Izzati untuk diperingati setiap tahunnya agar manusia yang lain dapat mengambil hikmah dan mengikuti jejak langkah kisah cinta romantis ini.

Siapakah mereka?

Tentu sudah dapat ditebak, mereka adalah Nabiyullah Ibrahim dan Ismail ‘alaihissalam.

Siapa bilang mereka tidak saling mencinta?  Bukankah Ismail ‘alaihissalam adalah seorang anak yang dinanti-nanti kelahirannya, bertahun-tahun nabiyullah Ibrahim mengharapkan memiliki seorang anak yang dapat meneruskan keturunannya, ia tak henti-hentinya berdoa dengan khusyu kepada Allah “Rabbi hab lî minas shâlihîn”

Artinya: “Tuhanku, berikanlah aku seorang anak yang saleh” (QS. As-Shaffat : 100)

Istri nya Siti Sarah merasa iba melihat Nabi Ibrahim yang sangat mendambakan kehadiran seorang anak. Kemudian, Siti Sarah pun mendapatkan ide untuk menjodohkan Ibrahim dengan budak yang dimilikinya yaitu Siti Hajar dengan harapan dari pernikahan itu suaminya akan mendapatkan keturunan, demi membahagiakan suami tercinta karena Siti Sarah seorang yang mandul.

Dari pernikahan nabiyullah Ibrahim dengan Siti Hajar, Allah pun mengabulkan doa Ibrahim, lahir seorang bayi laki-laki yang diberi nama Ismail.

“Maka Kami beri dia kabar gembira dengan kelahiran seorang anak yang amat sabar (Ismail)” (QS. As-Shaffat : 101)

Begitu bahagia Nabiyullah Ibrahim atas kelahiran seorang anak yang dinanti-nanti, namun barulah kebahagiaan itu direguknya, Nabiyullah Ibrahim harus berpisah dengan anaknya yang masih menyusui. Dengan kecemburuan Siti Sarah kepada Siti Hajar yang melahirkan seorang anak untuk Ibrahim, Allah pun memerintahkan Ibrahim untuk membawa Siti Hajar beserta Ismail yang sangat dicintainya ke sebuah lembah yang tandus dan tidak ada pepohonan. Selain gersang, di lembah tersebut juga tidak ditemukan penghuni lain sehingga sangat sunyi. Siti Hajar istri yang shalihah ketika mengetahui itu adalah perintah Tuhannya,  beliau menerimanya dengan penuh rasa ikhlas dan tawakal kepada Allah.

Baru tatkala Ismail beranjak dewasa, mereka berkumpul kembali dengan ayahanda tercinta, sungguh kerinduan yang tiada tara.

Namun belum juga puas mencurah rindu dan cinta, tak lama kemudian cinta mereka harus kembali diuji, melalui mimpi, Allah meminta nabiyullah Ibrahim sang ayah menyembelih anak tercinta,

 

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ismail Berkata: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar” (QS. As-Shaffat : 102)

Sebuah percakapan yang indah antara ayah dan anak yang saling mencinta, namun cinta mereka yang begitu besar tetap lebih meninggikan cinta mereka kepada Allah SWT. Mereka mengorbankan kerinduan mereka, mengorbankan rasa cinta mereka demi cinta kepada Allah Rabb mereka. Sungguh nabi Ibrahim dan Ismail merupakan orang yang sabar bukan?

Adakah Qais dan Laila melakukan hal yang sama? Mengorbankan cinta mereka demi meninggikan cinta kepada Allah.

Bagaimana juga dengan kisah Romeo dan Juliet?

Rupanya keromantisan kisah Qais dan Laila juga Romeo dan Juliet hanyalah fiktif belaka. Bagaimana bisa kita mengagumi kisah cinta mereka, sedangkan ada banyak kisah cinta indah yang benar-benar nyata, seperti halnya kisah cinta nabiyullah Ibrahim dan anaknya nabiyullah Ismail. Saking romantisnya kisah cinta mereka, Allah yang Maha Rahim mengabadikan kisah cinta mereka dalam syari’at qurban. Dan sesiapa yang mengikuti jejak langkahnya, Allah menjanjikan itu sebuah perbuatan yang paling dicintai Nya,

“Tidaklah seorang anak Adam melakukan pekerjaan yang paling dicintai ALLAH pada hari nahr kecuali mengalirkan darah (menyembelih hewan qurban)… ” (HR Tirmidzi).

Kita mau meniru kisah cinta yang mana?

 

Oleh : Jumi Yanti Sutisna

Sumber : berbagai sumber

BMKG Catat Peningkatan Aktivitas Gempa di Selatan Jawa

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat selama tiga pekan terakhir, wilayah selatan Pulau Jawa mengalami peningkatan aktivitas gempa bumi signifikan. Oleh karena itu, perlu meningkatkan kewaspadaan dan menguatkan upaya mitigasi.

“Dengan meningkatnya aktivitas kegempaan di Selatan Jawa akhir-akhir ini, kami mengimbau kepada para pemangku kepentingan di bidang kebencanaan dan masyarakat luas untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terkait gempa bumi dan tsunami,” kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, Jumat (17/7)

Dia mengatakan, wilayah selatan Pulau Jawa memang rawan gempa. Gempa kuat dapat terjadi kapan saja dan belum dapat diprediksi secara akurat. BMKG telah mencatat setidaknya telah terjadi sembilan kali peristiwa gempa dirasakan di wilayah Pulau Jawa, yaitu gempa di selatan Pacitan M 5,0 pada 22 Juni 2020 akibat deformasi di zona Benioff.

Kemudian gempa di selatan Blitar M 5,3 pada 5 Juli 2020 akibat deformasi di zona Benioff. Gempa dalam Laut Jawa M 6,1 pada 7 Juli 2020 akibat deformasi di zona transisi mantel.

Selanjutnya gempa di Banten Selatan M 5,1 pada 7 Juli 2020 akibat deformasi di zona Benioff, gempa di selatan Garut M 5,0 pada 7 Juli 2020 akibat deformasi di zona megathrust.

Gempa di selatan Selat Sunda M 5,2 pada 7 Juli 2020 akibat deformasi di zona megathrust. Gempa di selatan Sukabumi M 4,8 pada 10 Juli 2020 akibat aktivitas sesar aktif di dasar laut.

Sumber: republika.co.id

Gelar Webinar Internasional, MUI Kutuk Rencana Aneksasi Formal Israel kepada Palestina

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Majelis Ulama Indonesia menyelenggarakan webinar international berjudul “Stop Israel’s Imperialism” Kamis (16/07) sore.

Wakil Ketua Umum MUI KH. Muhyiddin saat membuka webinar ini menyampaikan bahwa Indonesia selalu berada di belakang Palestina.

“Sikap Indonesia bukan hal baru untuk Palestina, dan Palestina juga tidak baru tentang Indonesia, Sehingga kita memiliki kesamaan, khususnya setelah Israel berencana melakukan aneksasi di Palestina, kami mengutuk apa yang sudah Israel kepada Palestina itu, ” katanya.

Dia mengatakan, Palestina menjadi salah satu negara yang mendukung kemerdekaan Indonesia. Karena itu, saat ini, menjadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk membantu kemerdekaan Palestina, terutama karena posisi Indonesia sekarang menjadi anggota Dewan Keamanan PBB.

“Indonesia sekarang menjadi anggota DK PBB, ini adalah kesempatan emas untuk mengambil sikap terkait ini,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal MUI Buya Anwar Abbas menyampaikan, apa yang dilakukan Israel yang merencanakan aneksasi formal kepada Palestina itu, selain melanggar ham juga menimbulkan kekacauan baru di wilayah tersebut.

“Rencana aneksasi Israel adalah wujud imperialisme dan itu juga akan merusak segala upaya yang dilakukan semua pihak untuk mencari jalan keluar terkait masalah ini,” katanya.

MUI, dalam kesempatan itu, kata dia, mengajak semua pihak khususnya negara-negara mayoritas Muslim maupun organisasi seperti OKI untuk bekerjasama dan menyatukan suara.

“MUI mengajak semua bekerjasama dan menghentikan konflik ini dan mencari jalan strategis untuk menghentikan imperialisme Israel kepada Palestina,” ungkapnya.

Pertemuan melalui webinar ini, kata dia, juga salah satu langkah MUI mencari jalan paling memungkinkan dilakukan untuk menghadapi imperealisme Israel itu.

Masih dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi memandang rencana aneksasi formal ini menghadirkan tantangan besar bagi Palestina. Di satu sisi mereka harus menjaga kedaulatan negara, namun di sisi lain pandemi Covid-19 sedang mengancam.

“Secara jujur, tantangan perjuangan bangsa Palestina sangat besar dan akan semakin besar ke depan,” katanya.

“Rencana ini telah mengancam eksistensi palestina sebagai bangsa. Walaupun aneksasi formal tidak jadi dilakukan, namun bukan berarti agenda ini hilang,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Menlu menyampaikan apa yang selama ini sudah dilakukan Indonesia untuk membantu Palestina dan langkah strategis untuk membendung rencana aneksasi formal kepada Palestina oleh Israel terulang.