DPX Group Salurkan Ratusan Paket Daging Kurban

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Pada Moment Hari Raya Idul Adha 1441H, PT. Dira Pratama Ekpressindo (DPX Group) menggelar penyembelian hewan Kurban dengan 1 sapi dan 2 kambing, bertempat di Jl. H. Karim, RT.3/RW.5, Setu, Kec. Cipayung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

 

Zaki Nasution selaku Owner DPX Group mengatakan, sebanyak ratusan bungkus daging Kurban yang terkumpulkan ini disalurkan kepada anak yatim, dhuafa, warga sekitar, dan seluruh karyawan DPX Group.

 

Alhamdulillah, terkumpul 350 bungkus daging dan kita salurkan kepada anak yatim dan dhuafa yang merupakan anak binaan Perusahaan dan juga seluruh karyawan,” terangya.

 

Zaki Nasution menambahkan, Kurban ini diadakan oleh DPX Group untuk menjalankan perintah dan ketakwaan kita kepada  Allah SWT dan nikmatnya untuk berbagi kepada saudara muslim terutama  yang membutuhkan dan berhak menerima daging Kurban.

 

Harapan Zaki, demikian beliau disapa, kegiatan penyembelian Kurban ini bisa dirasakan nikmatnya berkurban sebagiamana perintah berKurban untuk muslim untuk merayakan pada hari raya islam Idul Adha.

 

“Semoga hewan Kurban dari DPX Group ini bisa bermanfaat untuk semuanya.” tutup Zaki. */Mas Andre Hariyanto

Jabar Mulai Berlakukan Denda Bagi Warga Tak Bermasker

BANDUNG(Jurnalislam.com) — Pemprov Jabar mulai memberlakukan denda bagi warga yang tak mengenakan masker.

Sanksi denda tersebut mulai diberlakukan pada awal pekan ini. Atas pemberlakuan denda tersebut.”Saya imbau daripada kena denda lebih baik disiplin,” kata Emil dalam Rakor Percepatan Covid 19 di Makodam III Siliwangi, Senin (3/8).

Rakor tersebut dihadiri Pamgdam III Siliwangi, Mayjen TNI  Nugroho Budi Wiryanto, Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudy Supahriadi, Kajatj Jabar, Ade Adhyaksa, Sekda Jabar, Setiawan Wangsaatmaja, dan sejumlah pejabat lainnya. “Teorinya mau lockdown, PSBB, harus pakai masker. Baik lockdown maupun PSBB sama-sama menurunkan penyakit.Tapi kalau lockdown dan PSBB itu ada rugi ekonomi, sosial dan lahir batin. Lebih baik pakai masker karena paling murah, ekonomi dan pendidikan bisa jalan,” ujar dia.

Menurut Emil, teknis penerapan denda akan dilaksanakan oleh Satpol PP. Petugas Satpol PP akan didampingi Polri dan TNI. “Sudah dimulai (denda) yang akan dilakukan oleh satpol PP. Ada beberapa daerah sesuai dengan diskresinya sudah melakukan sanksi denda seperti di Depok, ” kata dia.

Pangdam III Siliwangi dan Kapolda Jabar siap menerjunkan personelnya untuk membantu Satpol PP dalam menerapkan sanksi denda tersebut. Menurut Irjen Pol Rudy Supahriadi, seluruh Kapolres di wilayah hukum Polda Jabar harus membackup Satpol PP dalam menerapkan sanksi denda. “Saya sudah intruksikan seluruh Kapolres untuk bersama-sama dengan Satpol PP dan TNI dalam menegakkan aturan denda ini,” tutur dia.

Sebagaimana diketahui, Pergub No 60 tahun 2020 tentang Pengenaan Sanksi Administratif terhadap Pelanggaran Tertib Kesehatan dalam Pelaksanaan PSBB dan Adaptasi Kebiasaan Baru di Pemprov Jabar mulai diterapkan. Dalam pergub yang yang mulai dilaksanakan awal pekan lalu itu menerakan tiga sanksi. “Ada tiga sanksi dalam Pergub tersebut. Mulai dari sanksi ringan, sedang, hingga berat,” kata Emil.

Menurut Emil, sanksi ringan akan diimplementasikan dalam bentuk teguran lisan dan tertulis bagi warga yang tak mengenakan masker. Sanksi sedang, kata dia, meliputi jaminan kartu identitas, kerja sosial atau pengumuman secara terbuka. Sedangkan sanksi berat berupa denda administratif. Dalam sanksi berat ini, kata dia, akan dikenakan denda uang mulai dari Rp 100 ribu  hingga Rp 500 ribu. Ruang lingkup sanksi berat ini meliputi kegiatan di ruang publik, kegiatan di sekolah, usaha, sosial budaya, moda transportasi umum, mobil pribadi, hingga sepeda motor.

Sumber: republika.co.id

MUI Bersyukur Pelaksanaan Haji Berjalan Lancar

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Zaitun Rasmin mengucapkan selamat kepada Pemerintah Arab Saudi dan Jamaah haji. Dirinya juga menyatakan rasa syukur atas berhasilnya  pelaksanaan ibadah haji tahun ini di tengah pandemi.

‘’Alhamdulillah, sangat disyukuri bahwa walaupun jumlahnya (jamaah) sangat sedikit tapi Haji tetap berlangsung dan terlaksana dengan baik,’’ ujar dia kepada Republika, Senin (3/8).

Di tahun mendatang, ia berharap agar jamaah bisa melaksanakan ibadah haji seperti sedia kala, utamanya jika Covid-19 telah usai. Namun, ia tak menutup berbagai kemungkinan terkait pandemi ini pada pelaksanaan ibadah tahun depan.

Haji tahun depan, kata dia, jika masih terhalang Covid-19, diharapkan pemerintah Saudi bisa memberikan kesempatan yang merata pada setiap negara.

‘’Jadi setiap negara bisa mengirim jamaah, setidaknya 10 persen dari jatah mereka,’’ ucap dia yang juga Ketua Umum Wahdah Islamiyah ini.

Terlepas dari itu semua, saat ini setiap jamaah haji di Saudi akan diminta melakukan karantina mandiri di rumah selama sepekan. Oleh sebab itu, KH Zaitun Rasmin berharap ada kesehatan yang baik pada seluruh jamaah.

‘’Mudah-mudahan tidak ada yang terpapar covid-19,’’ ungkap dia.

Sebelumnya, pada rangkaian ibadah Haji tahun ini, Pemerintah Saudi hanya mengizinkan sejumlah kecil jamaah untuk berhaji. Dalam pembatasan tersebut, hanya penduduk atau ekspatriat di Saudi yang boleh mendaftar ritual haji.

Sumber: ihram.co.id

Muslim Cinta Masjid Soloraya Gelar Takbir Keliling

SOLO(jurnalislam.com)-Muslimin Cinta Masjid (MCM) Soloraya mengadakan takbir keliling dengan start di Stadion Sriwedari dilanjutkan dengan keliling kota Solo pada hari sabtu-ahad, (1-2/8/2020) malam.

Kegiatan takbir keliling yang diikuti ribuan warga tersebut sebagai bentuk syiar di hari raya idul adha sekaligus mensyukuri kembali difungsikannya sebagai Masjid Hagia Sophia.

“Takbir keliling ini tujuannya adalah untuk memperkuat ukhuwah islamiyah dan yang kedua adalah membesarkan nama Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan bertakbir,” kata korlap aksi Bangun Mulya Wijaya kepada jurnalislam di sela sela kegiatan.

“Acara malam hari ini di ikuti dari jamaah masjid-masjid di kota Solo dan luar kota Solo, serta diikuti sekitar 1.000 lebih peserta,” imbuhnya.

Pantauan jurnalislam.com di lapangan, peserta tabir keliling didominasi peserta keluarga dengan mengendarai sepeda motor, mereka mengikuti truck komando yang melantunkan suara takbir sepanjang jalan yang dilewati.

Beberapa pesera juga membawa poster dan spanduk dukungan untuk Masjid Hagia Sophia dan beberapa bendera Negara Palestina.

Menurut Bangun, meskipun peserta berjumlah banyak, ia tetap menekankan kepada seluruh peserta untuk tetap mentaati protokol kesehatan dengan mengunakan masker dan menjaga jarak satu sama lain.

“Alhamdulillah dengan berjalannya takbir keliling kota Solo kita menekankan juga menegakkan akhlak dan adab sebagai seorang muslim dan juga mengikuti protokol covid 19 yaitu memakai masker,” ujarnya.

“Dan Alhamdulillah kita sangat bahagia sekali karena malam hari ini takbir keliling kota solo sukses karena rahmat Allah,” tandasnya.

Kontributor: Inox Barbarosa

Covid Melonjak, Pemkot Bogor Terapkan Pembatasan Kerja ASN

BOGOR(Jurnalislam.com) – Pemkot Bogor secara resmi kembali menerapkan pembatasan jumlah aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di kantor atau work from office (WFO) dan kegiatan perjalanan dinas terhitung mulai Selasa, 4 Agustus 2020.

Kebijakan ini tertuang dalam surat edaran Nomor 800/2727-Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) tentang Pengendalian Pelaksanaan Jam Kerja dan Kegiatan Perjalanan Dinas, menyusul angka kasus covid-19 di Kota Bogor terus mengalami lonjakan.

“Saya membaca situasinya semakin mengkhawatirkan. Covid-nya naik tetapi kekhawatirannya menurun, disiplin menurun ini sangat berbahaya. Oleh karena itu kita akan lebih menggencarkan tes swab covid-19 secara masif di semua klaster, tenaga kesehtan, terminal, stasiun dan pemukiman,” ungkap Wali Kota Bogor Bima Arya, Senin (3/8/2020).

Sejauh ini, lanjut Bima, lonjakan kasus positif baru terjadi di klaster perkantoran, keluarga dan luar kota. Ini disebabkan masyarakat semakin abai alias tidak peduli dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Tidak mungkin klaster keluarga melonjak kalau semua yang merasa berisiko berhati-hati. Saya saja, alumni covid yang konon katanya sudah kebal, setiap pulang enggak pernah menyapa anak langsung ke kamar mandi bersih-bersih. Bisa mandi lima kali sehari,” ujarnya.

Terkait surat edaran, pembatasan WFO dan perjalanan dinas, Bima membenarkan dan telah ditandatangani Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat.

“Itu semua sudah sesuai dengan pedoman Surat Edaran Menpan RB Nomor 64/020 tentang Kegiatan Perjalanan Dinas Bagi Pegawai Aparatur Sipil Negara Dalam Tatanan Normal Baru dan Surat Edaran Menpan RB Nomor 65 Tahun 2020 tentang Pengendalian Pelaksanaan Jam Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Instansi Pemerintah di Wilayah Jabodetabek dalam Tatanan Normal Baru,” ujarnya.

Sumber: republika.co.id

Mengintip DD Farm, Mendulang Untung di Tengah Pandemi

SERANG(Jurnalislam.com) – Pandemi Covid-19 telah melumpuhkan sendi-sendi perekonomian bagi masyarakat, bahkan tidak sedikit masyarakat ekonomi rendah begitu terpukul dengan adanya pandemi Covid-19.

Namun disisi lain ada hal yang menarik untuk di kupas, mengenai peternakan dengan sistem terintergrasi baik tersedia lahan pakan hingga pemberdayaan bagi masyarakat sekitar. Sudah berlangsung setahun lebih yang lalu, program sentra ternak ‘DD Farm’ yang terletak di Kampung Gowok Kepuh, Curug, Kota Serang, menyediakan sapi yang berjumlah 23 ekor  maupun doka (domba kambing) unggulan sejumlah 1.000 ekor.

 

“Program sentra ternak ‘DD Farm’ mempunyai beberapa keunggulan seperti ketersediaan pakan ternak yang cukup dengan bersumber olahan silase jagung yang berkualitas tanpa campuran kimia, serta dengan metode alami mulai penyacahan tanaman jagung, hingga pengendapan cacahan jagung selama kurang lebih satu minggu, setelah itu pakan siap dibagikan ke sapi. Untuk bahan tanaman jagung, kita peroleh dari ladang jagung dengan kerjasama masyarakat untuk mengelola lahan tidur, sehingga dapat dimanfaatkan secara bijak sementara untuk pakan kambing kami olah sendiri dengan bahan-bahan organik sehingga bobot kambing yang diharapkan tetap terjaga, selain itu di DD Farm terdapat pengolahan pupuk kompos yang terbuat dari kotoran ternak sekitar. Sehingga dengan hal itu limbah kotoran ternak akan mempunyai nilai ekonomi dan dapat menggerakkan roda ekonomi bagi para pekerja yang juga penerima manfaat di ‘DD Farm’,” ujar Iqbal Ketua THK DD Banten sembari pemilahan kambing untuk kebutuhan kurban, (Kamis, 30/07).

 

Berdiri di lahan wakaf produktif, program ‘DD Farm’ ini bertujuan mengajak masyarakat bahwa peternakan terintergrasi dapat menjadi skala prioritas utama dalam menggerakan roda ekonomi serta memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar khususnya dhuafa meskipun di tengah pandemi Covid-19. Pada ‘DD Farm’ ini tidak ada limbah ternak yang terbuang percuma, semua akan termanfaatkan sehingga dapat menjadi nilai ekonomi tambah bagi program ini.

 

“Alhamdulillah dengan adanya program sentra ternak teritergrasi ini meskipun di tengah pandemi Covid-19, tidak menurunkan antusias masyarakat untuk bertransaksi kurban di ‘DD Farm’ ini bisa kita lihat rata-rata kunjungan masyarakat ke sentra ternak bisa mencapai 150 orang per hari, bahkan sampai luar Banten turut datang untuk memilih hewan kurban dengan kualitas yang terbaik, mayoritas pengunjung selain dari Banten, seperti Jakarta dan Bandung. Berbeda di hari biasa yang rata-rata pengunjung hanya 50 orang saja,” lanjut Iqbal.

 

Di sisi lain peternakan terdapat pula pembiakan ternak untuk sistem keberlanjutan ternak di ‘DD Farm’ dan tingkat kebersihan hingga keperawatan hewan ternak tetap terjaga. Tidak hanya itu di lingkup DD Farm terdapat kebun pangan sebagai program ketahanan pangan untuk mencukupi kebutuhan pangan pekerja di ‘DD Farm’.

 

“Alhamdulillah dengan adanya ‘DD Farm’ ini, ekonomi saya bisa terbantu meski di tengah pandemi Covid-19, Saya dan keluarga bisa tercukupi untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Sanin di sela-sela pemberian pakan ternak sapi yang sudah tiga bulan digelutinya.

 

“ ‘DD Farm’ ini contoh peluang ekonomi yang siginifikan di tengah terpuruknya sendi ekonomi akibat pandemi Covid-19. Bahkan ini menjadi lahan bisnis ideal bagi masyarakat yang ingin bergelut di peternakan dalam membantu swasembada daging dan tidak perlu adanya import daging lagi,” tutup Iqbal

 

Optimalkan Kurban, Solopeduli Buka Layanan Online dan Offline 24 Jam

SOLO (Jurnalislam.com)- Solopeduli membuka layanan kurban hingga 24 jam. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan layanan dan mengoptimalkan donatur yang ingin berkurban diwaktu Idhul Adha dan hari tasyik, yakni dari tanggal 31 Juli hingga 3 Agustus 2020. Layanan dilakukan secara online maupun offline.

Adapun layanan offline dilakukan dengan tetap membuka layanan di kantor Solopeduli Pusat di Komplek Griya Smart di Jl Tentara Pelajar, Jetak, Bolon, Colomadu, Karanganyar.

Sementara pelayanan online dengan terus melayanan via online. Sedang kantor cabang di Surakarta, Karanganyar, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen, Semarang, Jogjakarta, Bekasi dan kantor-kantor perwakilan dibeberapa kota di Jawa Tengah tetap dibuka dari 07.30-16.30 WIB, tetapi layanan online tetap dilakukan hingga 24 jam.

”Yang sudah-sudah permintaan kurban di waktu idhul adha maupun hari tasrik cukup tinggi, maka kami tetap buka layanan 24 jam selama 4 hari, dengan membuka layanan secara maksimal, kami berharap akan semakin banyak donatur yang ikut berkurban sehingga akan semakin banyak kaum dhuafa yang bisa menikmati manfaat hewan kurban,” terang Direktur Utama Solopeduli Sidik Anshori saat menyampaikan arahannya di Kantor Pusat Solopeduli pada rabu, (29/7/2020).

“Kami maksimalkan sedemikiannya karena waktu untuk penyembelihan hewan kurban terbatas hanya 4 hari, 1 hari idhul adha dan 3 hari tasyrik. 4 hari ini kami melayani donatur yang ingin berkurban, mendistribusikan kambing atau domba dan sapi, menyembelih dan memproseskan menjadi abon yang sapi. Jadi sangat padat waktu, tetapi sudah menjadi agenda tahunan SOLOPEDULI, Insyaallah Allah sudah terlatih dan amanah,” imbuh Sidik .

Solopeduli telah menyiapkan tim khusus untuk mengoptimalkan layanan kurban, baik tim yang bekerja di kantor pusat, di kantor cabang maupun di kantor perwakilan Solopeduli.

”Alhamdulillah semakin mendekati Idhul Adha permintaan kurban semakin banyak, walau kadang harus menerima telephone saat malam dan pagi sebelum berangkat ke kantor, saya tidak merasa terganggu, malah saya senang kalau ada yang menanyakan informasi kurban maupun permintaan kurban melalui Solopeduli,” ungkap salah satu pegawai Solopeduli Boyolali, Anis yang bertugas dibagian pelayanan.

Khutbah Id Masjid Kottabarat: Maksimalkan Ikhtiar Hadapi Covid-19

KOTTABARAT(Jurnalislam.com)–Ratusan jamaah memenuhi area Masjid Kottabarat untuk mengikuti pelaksanaan sholat Idul Adha 1441 H pada Jumat (31/7).

 

Tidak seperti biasa, para jamaah harus mengikuti protokol kesehatan ketat seperti pengecekan suhu tubuh, memakai hand sanitizer dan masker, dan menempati posisi sholat dengan menerapkan jaga jarak.

 

Heru Hadiyono selaku ketua panitia Idul Adha Masjid Kottabarat menyampaikan bahwa pelaksanaan sholat Idul Adha menerapkan protokol ketat kesehatan sesuai panduan pemerintah.

 

“Penerapan protokol kesehatan covid-19 ini bertujuan untuk menjaga jamaah yang mengikuti pelaksanaan sholat Idul Adha agar bisa khusyuk dan terhindar dari penularan covid-19. Kegiatan ini sudah kita simulasikan pada hari sebelumnya,” ungkapnya kepada media.

 

Terlihat jamaah masuk ke area Masjid dengan memakai masker. Bagi jamaah yang tidak memakai masker, panitia segera memberikan masker. Para jamaah menempati saf barisan sesuai dengan tanda garis hitam di lantai.

 

Sementara itu, Marpuji Ali selaku imam sholat sekaligus khotib mengingatkan kepada para jamaah agar bisa mengambil hikmah pelajaran dari adanya pandemi ini.

 

“Pandemi bisa memberi peringatan kepada kita bersama betapa dahsyatnya Allah SWT ketika mencabut nikmat-Nya, bukan hanya harta melainkan nyawa. Seluruh pergerakan ekonomi berhenti. Hal Itu menunjukkan kekuasaan Allah SWT. Allah maha besar dan hanya Allah yang patut dipuji hambanya,” jelasnya kepada jamaah.

 

Marpuji Ali pun mengajak jamaah untuk menjaga diri agar jangan sampai tertular penyakit covid 19. Caranya dengan berdoa kepada Allah SWT dan ikhtiar menjaga diri seperti makan makanan yang baik, cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, pakai masker, dan jarak sholat diatur dengan jaga jarak.

 

“Sesuai dengan surat Al imronn 190 s.d. 191 bahwa orang beragama harus melaksanakan dzikir dan pikir. Antara dzikir dan pikir kita kombinasikan. Jagalah kekhusukan orang di samping kita,” paparnya.

 

Bendahara PP Muhammadiyah itu juga mengajak umat Islam untuk mencontoh keteladaan Nabi Irahim dan Nabi Ismail dalam ketaatan melaksanakan perintah Allah SWT. Sebagai seorang muslim, perintah apa yang diterima maka mari kita sama2 menaati.

 

DMI Anjurkan Shalat Id Digelar di Lapangan

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Ketua Dewan Masjid Indonesia, H Jusuf Kalla menganjurkan dalam pelaksanaan ibadah shalat Idul Adha besok 10 Dzulhijjah dilaksanakan di lapangan terbuka. Hal ini untuk mencegah penyebaran covid-19.

“Lapangan memang sering dianjurkan, karena COVID-19 itu lebih mudah teratasi di lapangan terbuka dibanding dengan masjid yang tertutup,” ujar JK sapaan akrabnya di Media Center Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Graha BNPB, Jakarta, Kamis (30/7/2020).

Asal, kata JK, dipenuhi syarat-syarat kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19. “Jaga jarak yang sangat penting, pakai masker dan tentu cuci tangan dengan sabun. Itu semua adalah kemutlakan apabila kita ingin tentu selamat tetap beribadah dengan baik, tetap bertemu dengan teman-teman dan seluruh keluarga kita semuanya,” jelasnya.

JK juga mengatakan sebanyak 800 ribu masjid dan mushola akan melaksanakan Salat Idul Adha. Namun, ia menghimbau untuk tetap menjalankan protokol kesehatan agar aman dan mencegah musibah yang lebih besar akibat COVID-19.

Sumber: sindonews.com

Menag: Boleh Shalat Id di Zona Aman dengan Protokol Ketat

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi menegaskan pelaksanaan Shalat Idul Adha boleh dilaksanakan di Masjid ataupun Lapangan untuk daerah-daerah yang aman dari penyebaran covid-19.

Fachrul mengatakan saat ini bangsa Indonesia masih menghadapi wabah COVID-19. Setiap hari, katanya masih cukup banyak saudara kita yang dikonfirmasi positif COVID-19.

“Meskipun situasi saat ini sudah sedikit lebih baik dibanding saat Idul Fitri 1440 Hijriyah pada akhir bulan Mei lalu. Namun protokol kesehatan tetap harus kita taati dengan sebaik-baiknya,” ujar Fachrul di Media Center Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Graha BNPB, Jakarta, Kamis (30/7/2020).

Fachrul menuturkan dalam menyambut Idul Adha dan ibadah kurban tahun ini telah dikeluarkan panduan yang tertuang dalam surat edaran Menteri Agama Nomor 18 Tahun 2020 tentang penyelenggaraan Salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban tahun 1441 Hijriyah atau 2020 masehi menuju masyarakat produksi dan aman COVID-19.

“Pada prinsipnya Salat Idul Adha 1441 Hijriah sudah dapat kita lakukan di lapangan atau di masjid. Kecuali di tempat atau daerah tertentu yang enggak dibolehkan oleh pemerintah daerah atau Satuan Tugas COVID-19 karena alasan tidak aman COVID-19,” jelas Fachrul.

Selain itu, kata Fachrul, dalam pelaksanaan Salat Idul Adha juga harus melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat.

sumber: sindonews.com