Petani Jember Curhat, Khawatir Kekurangan Stok Pupuk Bersubsidi hingga Akhir Tahun

JEMBER (jurnalislam.com) – Menipisnya stok pupuk bersubsidi terutama jenis Urea membuat petani di Jember cemas. Karena sampai akhir tahun 2020, ternyata stok tersisa 3.997 ton padahal kebutuhan pupuk bersubsidi masih sangat tinggi.

 

Saat rapat evaluasi penyaluran pupuk bersubsidi bersama Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KPPP) Jember, Kamis (6/8/2020), pemkab Jember menyampaikan telah mengajukan permintaan penambahan kuota pupuk ke Pemprov Jawa Timur.

 

Menurut Wakil Bupati Jember, Abdul Muqit Arief, pengajuan penambahan kuota pupuk urea bersubsidi itu menyusul menipisnya stok untuk petani Jember.

 

“Pemkab sudah bersurat ke provinsi untuk meminta tambahan pupuk urea bersubsidi,” ungkap pria yang akrab dipanggil Kiai Muqit ini.

 

Lanjutnya, jatah pupuk urea untuk Jember setiap tahun berkurang. Pada 2018, Jember dijatah 94.945 ton, kemudian 2019 turun menjadi 90.975 ton, dan pada 2020 malah hanya 47.018 ton.

 

Menurutnya, terus berkurangnya jatah pupuk bersubsidi itu karena sejumlah faktor, antara lain tata cara pengajuan yang berubah. Dulu pengajuan pupuk melalui dari kelompok tani (poktan) berdasarkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

 

Sekarang berubah berdasarkan elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK). Untuk pengajuan elektronik itu, lanjutnya, banyak persyaratan yang tidak dipahami oleh poktan.

Penyebab lainnya, di pusat sebetulnya nominal anggaran pupuk urea bersubsidi itu tidak berubah, tetapi ongkos produksi membengkak sehingga terjadi pengurangan jatah.

Karenanya wabup meminta petani memahami kondisi itu.

 

Lebih lanjut, Kiai Muqit meminta petani tidak bergantung pada pupuk urea bersubsidi. Petani bisa mengubah dari pupuk tunggal menjadi pupuk majemuk, serta menerima kehadiran pupuk organik.

Reporter: Budi

Syiar Dakwah, DSKS Gerakkan Bakti Sosial

BOYOLALI (jurnalislam.com)- Dakwah ternyata tak hanya sekedar di atas mimbar, bisa juga melalui berbagai kegiatan sosial yang ditunjukan kepada masyarakat yang membutuhkan dan kekurangan.

Hal itu juga yang diupayakan oleh Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) pada momen idul adha tahun ini. Sejumlah pengurus DSKS, ummahat dan relawan serta mitra DSKS melakukan aksi baksos idul adha di Desa Kemusu, Boyolali pada senin, (3/8/2020).

Menurut kordinator kegiatan ustaz Surawijaya bahwa kegiatan sosial untuk masyarakat yang membutuhkan di wilayah pelosok dan pinggiran tersebut merupakan bentuk kepedulian DSKS kepada masyarakat bawah.

“Bukan kali ini saja DSKS mengadakan baksos Idul Adha, tapi kali ini spesial karena kehadiran Ketua DSKS Dr. Mu’inudinillah Basri bersama rombongan didampingi jajaran pimpinan dan ummahat DSKS,” terangnya.

“Kegiatan sosial ini bertujuan untuk membumikan syi’ar Islam dan inovasi dakwah yang mana selama ini DSKS dikesankan sebagai organisasi yang suka demo,” imbuhnya.

Ia berharap, kegiatan sosial tersebut bisa memberikan contoh dan teladan bahwa Islam merupakan sebuah agama yang peduli terhadap sesama.

“Bahwa DSKS hadir di tengah masyarakat Soloraya untuk mewujudkan dan menegakkan ajaran Islam diterapkan dalam kehidupan keseharian kita, karena dengan penerapan ajaran Islam akan tercipta keharmonisan bermasyarakat, keadilan dalam tindakan, kesejahteraan ekonomi dan toleransi beragama,” ungkapnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat setempat kyai Zainal mengaku sangat bersyukur atas dengan kedatangan DSKS.

“Bahwa baru kali ini kedatangan tamu dengan membawa kebahagiaan bagi masyarakat dan dirasakan bagaikan siraman air di tanah tandus yang menyegarkan, kita berharap kegiatan ini terus dilakukan,” harapnya.

Dalam kegiatan baksos yang menyembelih hewan kurban 2 ekor sapi tersebut, ketua DSKS Dr Muinudinillah Basri juga memberikan pesan kepada masyarakat untuk menteladani ketaatan nabi Ibrahim dan nabi Ismail dalam peristiwa idul kurban.

Hantam 3 Mobil Polisi dan Mobil Jenazah di Jember, Pengemudi Innova Diduga Mabuk

JEMBER(Jurnalislam.com) – Kecelakaan beruntun yang terjadi di barat Rest Area Jubung, Jl Brawijaya Kecamatan Sukorambi diduga karena pengemudi mobil pribadi Innova bernomor polisi P-1821-GI mabuk setelah mengonsumsi alkohol.

 

“Diduga pengemudi mobil Innova mabuk. Itu dari pengakuan Kabag Ops dan teman-teman anggota yang ikut dalam iring-iringan mobil yang kecelakaan,” ujar Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Jember AKP Ardi Wibowo (6/8/2020).

 

Pengemudi mobil Innova itu diketahui bernama Heri (47) warga Desa Jubung Kecamatan Sukorambi, melaju dari arah timur atau arah Kota Jember. Dia diduga hendak pulang ke Jubung.

 

Sesampainya di lokasi kejadian, mobil tersebut terlihat oleng ke bahu kanan jalan dan mobil berjalan secara zigzag.

Ketika itu dari arah berlawanan, melaju iring-iringan mobil jenazah dan mobil polisi.

 

Tabrakan beruntun pun tak terhindarkan.

Sejumlah personil polisi yang ada di rombongan mobil polisi langsung melakukan penyelamatan.

Saat itu diketahui ada bau alkohol dari mulut pengemudi mobil Innova.

 

“Ada bau alkohol menyengat. Untuk lebih jelasnya, kami akan melakukan pemeriksaan lanjutan,” pungkas Ardi.

 

Kecelakaan beruntun itu melibat lima mobil yakni mobil pribadi, mobil jenazah RSD dr Soebandi, truk Dalmas, mobil patroli Tim Alap-Alap Polres Jember dan mobil Satuan Intelkam Polres Jember.

Lima orang terluka, masing-masing sopir kelima mobil tersebut.

Reporter: Budi

PBNU Serukan Masyarakat Bantu Korban Ledakan Lebanon

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Helmy Faishal Zaini turut berduka atas peristiwa ledakan di Beirut, Libanon. Peristiwa tersebut menyebabkan ribuan korban terluka dan puluhan nyawa hilang.

“Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Berbela sungkawa yang sangat mendalam atas terjadinya ledakan yang menyebabkan kematian dan jatuhnya korban luka-luka, semoga keluarga para korban diberi ketabahan oleh Allah SWT,” kata Helmy dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu (05/08/2020).

Lebih lanjut, ia menyampaikan dunia sedang berduka dengan apa yang sedang terjadi di Beirut. Solidaritas dan kedermawanan seluruh pihak sangat dibutuhkan.

“Mari bersama-sama kita ulurkan tangan kita untuk membantu saudara-saudara kita agar bangkit kembali pasca terjadinya ledakan ini,” ujarnya.

PBNU, kata dia, mendorong pemerintah Indonesia untuk berperan aktif melalukan langkah diplomatis sekaligus memberikan bantuan untuk kepada pemerintah Lebanon. “Selain itu, kami mengapresiasi langkah cepat pemerintah yang melakukan upaya perlindungan bagi WNI Indonesia di Lebanon,” tuturnya.

PBNU juga mendorong komunitas Internasional dan khususnya PBB untuk melakukan upaya investigatif dalam persoalan ini. “Semoga dengan kerjasama dan bantuan dari pelbagai pihak, saudara-saudara kita di Lebanon segera bisa recovery dari peristiwa yang sangat menyedihkan ini,” ucapnya.

Imbas Pandemi Covid, Universitas Jember Bebaskan Uang Kuliah Tunggal Ribuan Mahasiswa

JEMBER(jurnalislam.com--Universitas Jember (Unej) membuat kebijakan pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester gasal tahun akademik 2020/2021 bagi 8.248 orang mahasiswa.

Penerima pembebasan tersebut mayoritas adalah mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Sejumlah 6.531 orang penerima pembebasan UKT itu adalah mahasiswa tingkat akhir atau yang tengah menempuh tugas akhir atau skripsi. Sisanya adalah 549 mahasiswa semester tiga, 750 mahasiswa semester lima, dan 598 semester tujuh, sebagaimana dilansir dari beritajatim.com.

Unej juga memberikan bantuan relaksasi. Sebanyak 1.524 mahasiswa menerima bantuan berupa penurunan golongan UKT satu tingkat di bawah penetapan UKT awal, 1.569 mahasiswa diberikan kesempatan mengangsur UKT sebanyak tiga kali, dan 287 mahasiswa mendapatkan bantuan berupa penundaan.

Kepala Sub Bagian Humas Universitas Jember Rokhmad Hidayanto, mengatakan, khusus untuk bantuan relaksasi berupa kesempatan mengangsur, maka pembayaran UKT dicicil tiga kali, yakni pada awal semester, sebelum pelaksanaan ujian tengah semester, dan sebelum pelaksanaan ujian akhir semester.

“Terkait penundaan UKT, diberikan kesempatan untuk membayar UKT selambatnya sebelum pelaksanaan Ujian Tengah Semester,” pungkas Rokhmad, Selasa (4/8/2020). (Rep Bud1)

Ledakan Beirut, Umat Diminta Selalu Ingat Semua Milik Allah

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Ledakan besar yang terjadi di Kota Beirut, Libanom membuat mata seluruh dunia terbuka lebar. Ucapan belasungkawa pun diungkapkan oleh sejumlah pemuka agama, salah satunya dai kondang Indonesia, Ustaz Yusuf Mansur.

 

Melalui akun Instagramnya @yusufmansurnew, Rabu (5/8/2020), ia mengajak kepada semua umat Islam untuk selalu mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala, yakni dengan cara berzikir.

 

“Yaa Allah, jagalah negeri kami dan dunia ini. Bener-bener jangan lupa zikir pagi sore. Sepenuh-sepenuhnya zikir pagi sore itu berisi pelindungan, keselamatan, keamanan. Selain soal ketenangan, kenyamanan, kebahagiaan,” tulisnya.

 

Beliau juga mengatakan, tidak ada yang perlu disombongkan di dunia ini karena semuanya hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Serta apapun yang akan terjadi tidak ada satu orang pun yang dapat mengetahuinya, termasuk ledakan di Kota Beirut itu.

 

“Yaa Allah, bener banget. Dan enggak ada yang duga. Enggak ada yang tahu,” katanya.

 

Sampai berita ini ditulis, postingan UYM sudah mendapat 58.859 like dan 551 komentar.

JITU Kecam Tindakan Polisi Malaysia Serbu Kantor Al Jazeera

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Jurnalis Islam Bersatu (JITU) menyatakan prihatin dan mengecam tindakan kepolisian Malaysia yang menyerbu kantor Al Jazeera sebagai imbas tayangan dokumenter Locked Up in Malaysia’s Lockdown. Apalagi para jurnalis Al Jazeera telah bertindak kooperatif dalam pemeriksaaan.

“JITU menolak upaya kriminalisasi terhadap jurnalis dan media dalam menyampaikan pemberitaannya sepanjang telah memenuhi unsur kode etik jurnalistik,” ujar Ketua Umum JITU Pizaro, Rabu (5/8).

Selain itu, JITU juga meminta agar pemerintah Malaysia melindungi kerja-kerja media, sebagaimana disampaikan Menteri Komunikasi dan Multimedia Dato’ Saifuddin Abdullah dan Kepala Kepolisian Malaysia Inspektur Jenderal Polisi Tan Sri Abdul Hamid Bador bahwa Malaysia menjamin kebebasan pers.

Pizaro menilai, pemerintah Malaysia seharusnya menggunakan jalur dewan pers untuk menyelesaikan problem pemberitaan.

“Ketika ada masalah pemberitaan, penyelesaiannya bukan lewat pengadilan, tapi melalui dewan pers. Ini untuk membuktikan komitmen Malaysia dalam menjamin kebebesan pers,” lanjut Pizaro.

“Kami berharap masyarakat internasional menghargai kerja-kerja jurnalistik dalam upaya menyebarkan informasi. Sebagai upaya membangun masyarakat sipil yang berperadaban dan menghargai hak asasi manusia,” tutup Pizaro dalam pernyataannya.

Bandung Terapkan Sanksi Ketat Pelanggar Penggunaan Masker

BANDUNG(Jurnalislam.com)—Setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan kampanye protokol kesehatan selama dua pekan ke depan, daerah mulai memperketat pengawasan. Sejumlah daerah sudah menerapkan sanksi denda kepada masyarakat yang tidak disiplin menggunakan masker ketika di luar rumah.

Pemerintah Kota Bandung mulai menerapkan sanksi denda sebesar Rp 100 ribu bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker. Wali Kota Bandung Oded M Danial menuangkan aturan tersebut melalui Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 43 Tahun 2020. Meski begitu, Oded berharap tidak ada warga yan melanggar aturan.

“Mudah-mudahan tidak ada warga yang terkena sanksi,” kata Oded di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Kota Bandung, Selasa (4/8). Sejauh ini, ia mengaku terus mengedepankan edukasi kepada warga sebelum diberlakukannya sanksi. Dia mengaku telah memerintahkan seluruh kewilayahan untuk terus mengedukasi warga dalam menggunakan masker.

Pemkot Bandung juga telah mendistribusikan masker ke seluruh wilayah. Aparat kewilayahan bisa memberikannya jika ada warga yang tidak menggunakan masker. “Beri masker jika ada yang tidak mengenakan,” kata dia.

Perwali tersebut dikeluarkan untuk merevisi aturan sebelumnya yaitu Perwali nomor 37 Tahun 2020. Denda tersebut tertuang dalam perubahan di Pasal 41A. Dalam salinan Perwali disebutkan bahwa setiap orang yang melanggar Pasal 5 Ayat (2) Huruf a sampai dengan huruf f dikenakan sanksi administratif dalam bentuk sanksi ringan berupa teguran lisan dan teguran tertulis.

“Sanksi berat dalam bentuk denda administratif paling besar Rp100 ribu,” tulis Perwali yang telah ditetapkan Oded.

Sumber: republika.co.id

 

Perkantoran Jadi Klaster Baru, Pengusaha Diminta Terapkan Protokol Ketat

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, menekankan para pekerja agar menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Hal ini kembali ditekankan karena akhir-akhir ini perkantoran dan perusahaan menjadi klaster baru Covid-19.

“Yang penting (pekerja) harus disiplin mematuhi protokol kesehatan. Protokol kesehatan ini harus menjadi kebiasaan, harus menjadi kebutuhan,” kata Ida, dalam keterangannya, Selasa (4/8).

Namun, Ida mengingatkan, penerapan protokol kesehatan tidak cukup hanya dilakukan di tempat kerja. Protokol kesehatan juga harus diterapkan di rumah serta sepanjang perjalanan berangkat dan pulang kerja. Sebab menurut dia, seseorang dapat terkena Covid-19 dimana saja.

“Berperilaku hidup bersih dan sehat itu tidak hanya di tempat kerja, tetapi mulai dari rumah, di jalan, di tempat kerja. Kita kan tidak tahu penyebarannya itu di kantor, atau di jalan, atau di rumah,” ujar dia.

Sebelumnya, Menaker Ida juga meminta setiap perusahaan supaya menyiapkan petugas K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) Covid-19. “Kita minta ada petugas K3 Covid-19 di setiap perusahaan dan perkantoran yang bertugas secara khusus untuk mencegah dan mengantisipasi penyebaran Covid-19 di tempat kerja,” katanya.

Ia mengingatkan, agar protokol kesehatan dapat diimplementasikan dengan baik, para pengusaha dan pekerja harus semaksimal mungkin menerapkan pola hidup bersih dan sehat dengan menjadikannya sebagai sebuah budaya hidup. Protokol kesehatan bukan sekedar kewajiban pengusaha kepada pekerja ataupun sebaliknya.

“Jangan bawa masker karena takut dihukum denda. Harus jadi addict, bawa masker harus dijadikan sebuah ketagihan. Mari menyayangi diri sendiri dan menyayangi orang lain dengan menjaga diri agar penyebaran Covid-19 tak terjadi,” kata dia.

Tak hanya itu, ia juga mendorong para pengusaha untuk menerapkan Gerakan Pekerja Sehat di lingkungan perusahaannya. Gerakan ini bertujuan membantu pekerja/buruh beradaptasi dengan kebiasaan baru. Sehingga mampu mewujudkan dunia industri yang produktif dan aman dari Covid-19.

Sumber: republika.co.id

Dubes Pastikan WNI Tak Jadi Korban Ledakan Beirut

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Ledakan besar yang terjadi di Kota Beirut, Libanom membuat mata seluruh dunia terbuka lebar.

Dubes RI untuk Lebanon Hajriyanto Y Tohari mengatakan bahwa ledakan terjadi  di Port of Beirut pada pukul 18.02 Waktu Setempat.

“Sejauh ini belum ada keterangan resmi penyebab ledakan. Sumber awal menyampaikan analisa bahwa ledakan terjadi di salah satu hangar besar yang menyimpan bahan-bahan rentan meledak yang disimpan di pelabuhan,” kata dia dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Rabu (5/8/2020).

Menurutnya, memang ada Informasi juga bahwa ledakan besar tersebut berasal dari bahan Sodium Nitrat dalam volume besar yang disimpan di Port.

Sodium Nitrat adalah bahan putih yang digunakan untuk pengawet makanan dan bisa meledak apabila terkena api.

Ia juga menjelaskan bahwa berdasarkan pengecekan terakhir seluruh WNI dalam keadaan aman dan selamat.

“Dalam catatan KBRI, terdapat 1.447 WNI, 1.234 diantaranya adalah Kontingen Garuda dan 213 merupakan WNI sipil termasuk keluarga KBRI dan mahasiswa,”katanya.

KBRI, kata dia, telah menyampaikan imbauan melalui WAG dan melalui simpul-simpul WNI.

KBRI juga telah melakukan komunikasi dengan pihak Kepolisian dan meminta laporan segera apabila ada update mengenai WNI dan sepakat akan segera menyampaikan informasi kepada KBRI.

“ (seorang) WNI yang sedang di karantina di RS Rafiq Hariri, Beirut, yang tidak jauh dari lokasi ledakan, juga sudah terkonfirmasi aman,” pungkasnya.